Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Data Positif Covid-19 Provinsi dan Kabupaten Tak Sinkron, Dewa Indra: Kasus Positif Hanya Diumumkan Ketua Satgas Provinsi Bali

Bali Tribune / LAYAR - Tangkapan Layar Data Satgas Covid-19 Provinsi Bali melalui situs resminya http:/infocorona.baliprov.go.id, dan Pemerintah Kota Denpasar melalui https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19.

 

balitribune.co.id | Denpasar  - Satgas Covid-19 Provinsi Bali melalui situs resminya http:/infocorona.baliprov.go.id, merilis jumlah kasus orang yang positif Covid-19 di Bali pertanggal 5 April 2020 sebanyak 35 orang. Dari data tersebut diketahui bahwa sebaran kasus positif covid 19 di Bali hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali kecuali Kabupaten Tabanan.

Rinciannya yakni Kota Denpasar dengan 11 kasus Positif, Kabupaten Badung terdapat 2 kasus positif,  Kabupaten Gianyar terdapat 2 kasus positif, Kabupaten Klungkung  3 kasus positif,  Karangasem 2 Positif, Bangli  1 kasus positif, Buleleng 5 kasus positif, dan Jembrana 2 kasus positif covid 19. Sementara itu juga terdapat kasus WNA positif Covid-19 sebanyak 7 orang.

Data yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali ini ternyata tidak selaras dengan data yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali. Kota Denpasar  misalnya, melalui situs https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19 tercatat total data positif COVID-19 untuk Kota Denpasar hanya berjumlah 5 orang, padahal  laporan data Pemprov Bali untuk kota Denpasar tercatat 11 kasus positif.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Buleleng. Berdasarkan data yang dilansir  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng per tanggal (5/4) tercatat 4 orang positif, dengan catatan 1 orang masih positif, dan 3 lainnya sembuh. Sementara data yang dirilis Satgas Covid-19 Provinsi Bali untuk Buleleng yakni 5 kasus positif.

Serupa dengan Denpasar dan Buleleng, data di Kabupaten Karangasem juga berbeda dengan data yang disajikan  Satgas Covid-19 Provinsi Bali melalui situs resminya http:/infocorona.baliprov.go.id. yakni di halaman statistik sebaran COVID-19 di Bali, tercatat untuk di Kabupaten Karangasem pertanggal 5 April 2020 ditemukan ada 2 kasus positif Covid-19. Data yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali ini bertolak belakang dengan data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 Karangasem, dimana hingga Minggu (5/4), data kasus positif Covid-19 di Karangasem masih 0 (Nol) kasus.

Dikonfirmasi terkait ketidaksinkronan data ini, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar mengakui adanya perbedaan data antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali. Dikatakan perbedaan tersebut terjadi karena ada perbedaan basis data yang digunakan Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali.

Dikatakan, khusus untuk Denpasar  menggunakan basis data by name by adrres artinya orangnya ada alamatnya juga ada.  "By name by adrees itu maksudnya dia (orang positif covid 19)  merupakan warga Denpasar dan benar alamatnya berada di Denpasar," katanya.

Sementara provinsi itu menggunakan data agregat artinya kasus, tanpa melihat nama dan alamatnya darimana. "Contoh WNA yang meninggal di Denpasar, kejadiannya di Denpasar  tetapi karena yang bersangkutan bukan warga Denpasar maka tidak dimasukkan dalam data positif Covid 19 Denpasar, tapi data provinsi mencatat kejadian tersebut ada di Denpasar," ujar pejabat asal Klungkung ini.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa,mengaku telah minta klarifikasi ke provinsi soal perbedaan data tersebut.”Sudah saya minta klarifikasi bahwa Buleleng hanya merawat  dan menangani positif 4 orang dan saat ini hanya tinggal satu orang,”tandas Suyasa.

Sementara dikonfirmasi untuk perbedaan data di Karangasem dan Provinsi, Kadis Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, kepada koran ini via WhatsApp membantah tegas soal adanya 2 orang positif Covid-19 di Karangasem. “Sampai saat ini data kami di Dinas Kesehatan Karangasem, belum ada menangani yang positif,” tegas Kadiskes Karangasem.

Pernyataan Kadiskes Karangasem ini kurang gamblang, jika Dinas Kesehatan Karangasem tidak ada menangani pasien positif Covid-19 lantas dimana pasien tersebut dirawat?. Sayangnya Kadiskes Karangasem tidak mau berkomentar banyak terkait data tersebut.

Sementara itu Ketua Harian Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan, terkait perbedaan data antara Kabupaten dan Provinsi, Pemerintah Provinsi Bali  telah bersurat kepada Kabupaten/Kota, kasus positif hanya diumumkan Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali. "Jika terkait positif atau sembuh maka kita harus cek ke Pusat sehingga data harus sinkron dengan pusat. Untuk itu Bapak Gubernur telah bersurat kepada Kabupaten Kota, untuk kasus positif hanya diumumkan oleh Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali," tegasnya.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Libur Nataru 2025/2026, BRI Denpasar Siapkan Kas Rp 1 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 17/Denpasar memastikan kesiapan layanan perbankan bagi masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berlangsung Meriah, Telkomsel Ikut Semarakan Denpasar Festival ke-18

balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel turut berpartisipasi pada event Denpasar Festival ke-18 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kegiatan budaya sekaligus menghadirkan pengalaman layanan terbaik bagi masyarakat. Kehadiran Telkomsel pada perhelatan tahunan ini diwujudkan melalui booth pelayanan pelanggan yang siap melayani berbagai kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Langkah Kecil Pastikan Liburan Tahun Baru Masih Masuk ke Rencana Keuangan

balitribune.co.id | Denpasar - Berdasarkan data OCBC Financial Fitness Index 2025, hanya 12% menggunakan uang sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan di awal tahun. 82 persennya menganggap anggaran hanyalah angan-angan. 76 persen anak muda masih habiskan uang demi ikut gaya hidup satu sama lain. Meskipun turun dari 80 persen, angka ini masih tergolong tinggi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Desa Wisata di Bali Berhasil Raih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2025

balitribune.co.id | Denpasar - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengumumkan pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan. Pada tahun 2025 ini, Kemenpar RI berkolaborasi dengan salah satu bank swasta mensertifikasi 10 desa wisata di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.