Diposting : 26 October 2019 13:32
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Gde Sumarjaya Linggih.
Balitribune.co.id | Denpasar - Kabar gembira datang dari DPD Partai Golkar Provinsi Bali, pasalnya sang Plt Ketua Gde Sumarjaya Linggih alias Demer digadang-gadang akan menduduki posisi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI periode 2019-2024. Kabar posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi VI  terucap dari Demer sendiri yang dihubungi melalui selulernya, Jumat (25/10/2019) sore.
 
“Memang sudah ada persetujuan dari Pak Ketua Umum untuk posisi Wakil Ketua Komisi VI, tinggal ketuk palu Selasa (29/10) depan melalui sidang paripurna,” sebut Demer.
 
Apa yang disampaikan Demer soal posisinya kini memang sudah diisyaratkannya beberapa waktu lalu saat menyampaikan sambutan di acara ngaben sang istri, almarhumah Ida Ayu Onik Mindawati di Bangli. Lagipula dari pendapat beberapa kalangan apa yang diperoleh Demer saat ini sangat pantas baginya.
 
 Loyalitas serta kerja kerasnya terutama dalam menangani konflik yang sempat terjadi di tubuh DPD Golkar Bali serta dukungan seluruh DPD Golkar Bali untuk Ketua Umum Airlangga Hartato untuk kembali memimpin Partai Golkar di periode mendatang rupanya bisa dijadikan tolok ukur Demer pantas mendapatkan posisi selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, investasi dan persaingan usaha.
 
Dari sisi lain terkait dengan telah diumumkannya susunan menteri dalam kabinet oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Rabu (23/10/2019) di Istana Negara, yang akan membantunya menjalani roda pemerintahan periode 2019-2024, Demer mengapresiasi komposisi para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang akan bekerja membantu presiden selama lima tahun ke depan.
 
"Banyak nama-nama yang masuk kabinet yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Mereka berasal dari kalangan profesional muda yang telah melahirkan berbagai karya di bidang masing-masing," ungkap politisi Partai Golkar ini.
 
Salah satu menteri yang menjadi perhatian Demer adalah Menteri BUMN, Erick Thohir. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Erick Thohir dalam pidato pertamanya sebagai menteri cukup memberikan harapan bagi berkembangnya dunia usaha di Tanah Air. 
 
"Saya datang untuk tidak pernah gagal. Harus jelas KPI. Harus dicapai, kalau rugi memang sudah diketahui akan rugi sebagai fungsi BUMN. Ingat kita disorot masyarakat sebagai agent of change," kata pria berlatar belakang pengusaha itu dalam rapat di jajaran Kementrian BUMN, di Jakarta, Rabu (23/10/2019) malam.
 
Menurut Demer, fungsi BUMN sebagai agen perubahan seperti yang disampaikan Erick, sejalan dengan cita-cita awal pembentukan BUMN. Pertama, BUMN diperuntukan bagi kepentingan hajat hidup masyarakat banyak. Hal ini untuk menjamin ketersediaan kebutuhan tersebut. Dalam hal penyediaan listrik misalnya, sudah selayaknya diurus oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
 
Kedua, menurut Demer, BUMN hadir bukan untuk menyaingi usaha swasta yang dimiliki rakyat. Malah kehadirannya harus mampu memberikan dampak positif terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dan yang terpenting adalah menimbulkan pelaku usaha baru.
 
Lebih lanjut Demer menyampaikan, keterlibatan para menteri yang sudah teruji dalam kemampuannya mengeksekusi, diharapkan akan mampu menyelesaikan program yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. 
 
Bahkan secara berseloroh ia katakan, selama ini kita terkenal dengan proposalnya, jadi jika diibaratkan proposal itu kalau disatukan tingginya bisa sampai ke bulan. 
 
“Untuk itulah kita perlu eksekutor di lapangan, itu yang dilihat Presiden Jokowi,” tutupnya.