Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dentuman Keras Gunung Agung Kagetkan Pemedek dan Warga Temukus

Bali Tribune/Pemedek mencari tempat berlindung ketika mendengar dentuman Gunung Agung

balitribune.co.id | Amlapura - Suara dentuman keras dari letusan Gunung Agung yang terdengar hingga dalam radius yang cukup jauh, sontak membuat warga di lereng Gunung Agung utamanya yang dekat dengan zona merah radius 4 Kilometer lari berhamburan keluar rumah mereka. Bahkan tidak sedikit dari warga yang sudah bersiap untuk bergeser menuju lokasi pengungsian jika kondisi dianggap membahayakan bagi mereka.

Utamanya warga di Desa Temukus, Perbekelan, Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Warga yang tepat berada di lereng Gunung Agung ini berlarian keluar rumah dan berkumpul dilapangan untuk memantau letusan yang terjadi.

“Kami sempat panik pak, karena suara dentumannya sangat keras sekali! Kami berlari dan berkumpul dilapangan untuk memantau kondisi gunung,” ungkap Kadek Sudarta, salah satu warga Desa Temukus kepada koran ini di Taman Edelwis yang berada di Desa Temukus, Kamis (4/4) kemarin. Kendati panik, namun dikatakannya tidak ada warga di desanya yang bergerak untuk mengungsi.

Tidak hanya itu, ribuan pemedek yang tengah berada di Pura Penataran Agung, Besakih, jiuga langsung lari berhamburan turun dari pura menuju kelokasi yang aman di bawah pelataran pura terbesar di Bali itu. “Saat terjadi dentuman yang sangat keras, ribuan pemedek yang tengah melakaukan persembahyangan di Pura Besakih, juga berhamburan keluar dan turun kelokasi yang aman. Namun itu tidak mengganggu ritual persebahyangan, karena kita sebar relawan. Setelah situasinya aman, para pemedek sudah kembali melanjutkan persebahyangan di Besakih,” ujar Ketua Pasebaya Agung, Lingkar Gunung Agung, I Gede Pawana, kemarin.

Beberapa saat setelah terjadinya letusan, warga yang tinggal direng barat dan selatan Gunung Agung mulai merasakan adanya hujan abu sedang. Mengantisipasi hal itu, PMI dan BPBD dibantu relawan Pasebaya bergerak untuk membagikan masker secara gratis kepada warga di Puragae dan Besakih yang terdampak paparan abu vulkanik.

Ditegaskan Gede Pawana, untuk saat ini warga di lereng Gunung Agung sudah teredukasi cukup baik oleh para relawan. Artinya warga tidak begitu panik hingga sampai mengungsi. Ini terlihat setelah terjadinya letusan, kondisi kembali tenang dan warga kembali masuk kedalam rumah mereka untuk beristirahat. “Sementara ini masih aman! Kalaupun nanti seandainya terjadi hal paling buruk dan warga harus mengungsi. Kami asebaya Agung bersama relawan juga sudah siap untuk bergerak membantu petugas untuk mengevakuasi warga ke pengungsian,” tandasnya.

Untuk kemungkinan terburuk yakni warga harus mengungsi untuk menghindari bahaya erupsi Gunung Agung, pihaknya juga sudah menandatangani MoU dengan desa-desa penyangga. Dimana nantinya warga akan langsung dievakuasi ke lokasi pengungsian yang didirikana di desa penyangga tersebut.

Sementara, itu paparan hujan abu sedang di Desa Temukus membuat para petani dan peternak sapi di desa ini kebingungan lantaran rumput dan daunan diselimuti abu vulkanik. Pun demikian dengan petani bunga gumitir, tidak bisa memanen bunga mereka untuk dijual kepasar karena terpapar abu vulkanik. 

wartawan
Andy Husaen
Category

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click

Gunakan Ratusan Truk, Massa Forum SSB Bergerak Sampaikan Aspirasi ke PPLH Bali-Nusra

balitribune.co.id | Denpasar – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum SSB bergerak menuju lokasi aksi di wilayah Denpasar Timur, Kamis (16/4/2026) pagi. Massa yang berkumpul di Jl. Serangan, Denpasar Selatan tersebut mulai bergerak sekitar pukul 09.30 Wita dengan menggunakan sekitar 230 unit truk dan 60 unit sepeda motor, dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 600 orang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi, Dukung Ekonomi Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Lirik Pasar Dalam Negeri, Puluhan Patung Timboel Art Gallery Dipamerkan di Sanur

balitribune.co.id | Denpasar - Turis asing yang datang dari berbagai negara tampak takjub melihat karya patung Timboel Art Gallery yang dipamerkan di Sudamala Resorts, Rabu (15/4). Puluhan karya seni berbentuk hewan, manusia dan lainnya yang dibuat dengan kombinasi aluminium, stainless steel dan kayu jati dipamerkan di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur dengan tema "Inner Landscapes" hingga 30 Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.