balitribune.co.id | Bangli - Revitalisasi tiga dermaga di danua Batur yakni dermaga apung Kedisan, dermaga desa Trunyan dan dermaga kuburan desa Trunyan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2020. Dalam waktu dekat dermaga apung Kedisan siap dioperasikan.
Kepala UPT Penyebrangan Danau Batur Ketut Nasta mengatakan anggran untuk revitalisasi tiga dermaga dari Kementerian Perhubungan lewat Direktorat Jendral Trasportasi Darat Wilayah XII Bali-NTB. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap yakni dimulai sejak tahun 2020.
Dari tiga dermaga yang baru rampung pengerjaanya adalah dermada desa Trunyan, sedangkan untuk dermaga Kedisan dan kuburan desa Trunyan belum rampung “Kementerian pada tahun 2023 akan kembali kucurkan anggaran kelanjutan pembanguan dua dermaga hingga tuntas,” jelasnya, Kamis (17/11).
Khusus untuk dermaga apung kediasan walaupun bangunan pelengkap belum tuntas namun sudah bisa dioperasikan untuk melayani penyeberangan. Disebut dermaga apung kata Ketut Nasta karena untuk menambatkan kapal boat pada suatu poton yang mengapung di atas air. Poton bergungsi mengantisipasi air pasang surut sehingga posisi kapal dengan dermaga sama. Sedangkan antara poton dengan dermaga dihubungkan dengan suatu landasan atau jembatan. “Paling lambat pekan depan dermaga apung kedisan sudah bisa diperasikan,” jelasnya.
Sebut Ketut Nasta bangunan pendukung yang akan dibangun diantaranya kantor, ruang tunggu dan menyelesaikan banguan sayap kiri dan kanan dermaga. ”Untuk rampungkan pembangunan dermaga Kedisan kementerian pada tahun 2023 alokasikan anggaran sekitar Rp 25 miliar,” ungkapnya.
Disinggung untuk tarif penyeberangan kata Ketut Nuasta masih menggunakan tarif lama yakni mengacu Peraturan Bupati Nomor 551.4/36/2020. Sementara dengan terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak pemerintah memberikan subsidi selama tiga bulan dari Oktober sampai Desember. ”Kami masih rancang tarif baru dengan melihat besaran kenaikan BBM,” ujarnya.