Dewan Desak Tambah SMP Negeri di Kuta Utara, Komisi IV Usulkan Tambah Rombel di SMPN 3 Kuta Utara | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 09 Agustus 2020
Diposting : 29 June 2018 20:48
I Made Darna - Bali Tribune
AAN Ketut Agus Nadi Putra
BALI TRIBUNE - Komisi IV DPRD Badung mendesak pemerintah daerah setempat menambah sekolah negeri baru untuk tingkat SMP (sekolah menengah pertama) di wilayah Kecamatan Kuta Utara. Pasalnya, SMPN yang ada saat ini tidak mampu menampung jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) yang ada. Praktis, saat ini diperkirakan hampir 500an tamatan SD di wilayah tersebut belum tertampung.
 
Disisi lain, para orang tua murid mulai ramai “menggruduk” aparat desa dan Kaling untuk meminta kepastian sekolah. Para aparat desa dan Kaling di Desa Canggu, Desa Tibu Beneng dan Dalung bahkan mengadukan kesulitan mencari sekolah ini ke sejumlah wakil rakyat yang ada di Kuta Utara.
 
Komisi IV yang menerima keluhan ini pun kembali mendesak pemerintah segera menindaklanjuti kisruh penerimaan peserta didik baru (PPDB) ini. Pasalnya, di Kuta Utara siswa di wilayah zonasi juga masih banyak yang belum tertampung.
 
“Terus terang masih banyak anak-anak kita di Kuta Utara yang belum dapat sekolah (SMPN, red). Mereka sampai mendatangi kepala desa dan Kaling untuk urusan ini, tapi tidak ada solusi. Dan, anak-anak ini kebanyakan berada di  jalur zonasi, tapi karena kuota zonasi terbatas sehingga mereka tetap tidak dapat sekolah,” ungkap AAN Ketut Agus Nadi Putra selaku Ketua Komisi IV DPRD Badung, Kamis (29/6).
 
Selaku wakil rakyat, politisi asal Kerobokan ini pun menyayangkan kisruh PPDB ini kembali terulang. Menurut dia, mestinya pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung jauh-jauh hari sudah menghitung kebutuhan sekolah.
 
“Kalau memang pakai zonasi, mestinya semua anak dizonasi itu tertampung. Tapi, buktinya kan tidak. Nah, ini kami minta ada solusi. Salah satunya adalah menambah sekolah baru,“ kata Nadi Putra.
 
Berdasarkan laporan aparat desa dan Kaling, kebanyakan siswa yang tidak dapat sekolah berada di tiga desa, yakni Desa Dalung, Tibu Beneng dan Canggu.
 
Di Kuta Utara saat ini hanya ada 3 SMP Negeri. Yaitu, SMPN 1 Kuta Utara, SMPN 2 Kuta Utara dan SMPN 3 Kuta Utara. Untuk SMPN 3 Kuta Utara adalah sekolah baru yang masih satu atap dengan bangunan SD di wilayah Kerobokan Kelod. Sebagai sekolah baru, SMPN 3 Kuta Utara dipersiapkan menampung 4 rombongan belajar (rombel). Nadi Putra pun mengusulkan jumlah rombel di SMPN 3 Kuta Utara ditambah dari 4 menjadi 6 rombel.
 
“Khusus untuk tahun ini, SMPN 3 Kuta Utara harus dioptimalkan. Tambah, lagi 2 kelas sehingga menjadi 6 kelas. Ini pun sebenarnya belum bisa menampung semua,” terang Nadi Putra.
 
Tapi, untuk tahun depan politisi Partai Golkar ini mendesak agar ada tambahan SMPN baru di perbatasan Tibu Beneng dan Canggu. Dengan begitu, dua desa itu yang tidak kecipratan jatah zonasi tahun ini bisa tertampung. “Harapan kami tahun depan SMPN 3 Kuta Utara harus sudah punya gedung sekolah tersendiri. Kemudian, di perbatasan desa Tibu Beneng dan Canggu harus  dibuatkan lagi satu sekolah baru. Untuk sementara gunakan saja gedung SD, yang penting anak-anak kita semua tertampung,” tukasnya.