balitribune.co.id I Semarapura - Hujan deras yang mengguyur Klungkung Selasa (26/5/2026) menyebabkan jalan Desa Getakan ambrol sepanjang 15 meter dengan kedalaman 20 meter. Kondisi ini membuat arus lalulintas di jalan tersebut terganggu.
Perbekel Getakan, Cokorda Gde Putra, Rabu (27/5/2026) mengatakan, untuk menghindari terjadinya musibah yang tidak diinginkan, pihak aparat Polsek Banjarangkan sudah memasang garis polisi. "Ambrolnya jalan tersebut terjadi pada Selasa malam. Selain jalan, ikut ambrol tiang penerangan jalan," ungkapnya.
Kadis PUPR Klungkung Made Jati mengatakan, ambrolnya jalan Getakan tersebut terjadi sepanjang 15 meter dan kedalaman 20 meter lebih. "Informasi bencana ini kita terima kemarin dari perbekel, nanti kita koordinasi lagi untuk pengamanan disana, jalan cukup rawan sekalian kita koordinasikan. Mudah-mudahan anggaran rutin bisa dipakai karena mendesak. Takutnya putus nanti jalan disana," ungkap Made Jati.
Made Jati mengatakan, terkait penanganan sementara, pihaknya sudah melakukan pemasangan rambu dan garis polisi. Pihaknya juga memasang terpal agar air tidak mengikis tanah lebih parah. "Sudah kami buatkan RAB. Mudah-mudahan anggarannya cukup, seperti perbaikan jalan Getakan-Sengkiding," ujarnya.
Sementara itu Polsek Banjarangkan melalui Bripka Ni Wayan Murniasih bersinergi dengan perangkat desa dan BPBD Kabupaten Klungkung melaksanakan atensi terhadap jalan longsor dengan memasang pembatas di bahu jalan Getakan menuju Bakas yang mengalami longsor. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Selain melakukan pemasangan pembatas, personel juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas mengingat kondisi jalan yang rawan dan licin akibat curah hujan tinggi. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat dalam memberikan rasa aman serta respons cepat terhadap potensi gangguan keselamatan di lingkungan masyarakat.
Kapolsek Banjarangkan AKP I Ketut Budiarsana, S.H., M.H., mengatakan bahwa sinergitas antara Polri, pemerintah desa dan instansi terkait sangat penting dalam penanganan situasi darurat maupun bencana alam di wilayah. “Keberadaan personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat guna memastikan keselamatan pengguna jalan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.