Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dilepas Bupati Mas Sumatri, 34 PMI Kembali Dipulangkan Usai Jalani Karantina 14 Hari

Bali Tribune / Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri saat memberikan vitamin kepada para PMI usai menjalani 14 hari masa karantina

balitribune.co.id | Amlapura - Usai dikarantina selama 14 hari, 34 PMI yang ditempatkan di Hotel Puri Bagus Candidasa, Desa Bugbug, Dusun Samuh, Kecamatan Karangasem dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka dipulangkan setelah dinyatakan negatif dari hasil rapid test sebanyak dua kali. Kepulangan PMI dilepas langsung Bupati Karangasem yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karangasem beserta Forkopimda Karangasem, Kamis (30/4/2020).

Dijelaskan, Kadis Kesehatan dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, dalam kesempatan itu menyampaikan, yang dipulangkan merupakan gelombang kedua setelah mengantongi rapid test negatif. “Kita sudah lakukan rapid test terhadap 34 PMI yang di karantina di Hotel Puri Bagus, hasilnya seluruhnya negatif. Mereka dinyatakan sehat, dari test  tidak terdeteksi antibodi yang menunjukkan virus corona,” jelas Putra Pertama.

Atas selesainya karantina PMI Karangasem gelombamg kedua ini, Bupati Karangasem Mas Sumatri memberikan apresiasinya. Menurutnya PMI Karangasem mampu melaksanakan prosedur karantina dengan baik dan disiplin. Pelaksanaan karantina selama 14 hari ini menurut Mas Sumatri tentu tidak mudah. Selain diawasi dan wajib mengikuti prosedur penanganan COVID-19. 

“Pada awal Karantina Pemkab Karangasem juga sempat kesulitan mencari hotel sebagai rumah singgah PMI. Namun syukur atas bantuan semua pihak, semua sudah teratasi. Bahkan Pemkab sudah menyiapkan SKB Jasri untuk menampung kepulangan PMI asal Karangasem,” ucap Mas Sumatri.

Ia juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pemilik hotel Puri Bagus yang ikut serta meringankan beban pemerintah dengan memberikan  harga terjangkau. “Saya ucapkan terimakasih kepada Manager dan jajaran Hotel Puri Bagus telah memberikan bantuan kepada pemerintah khususnya kepada PMI kita. Harusnya harga kamar kisaran satu setengah juta dan ada yang dua setengah juta.  Tapi Pemerintah Daerah hanya bisa membayar dua ratus ribu rupiah dan pihak hotel tidak keberatan serta siap membantu kami,” terangnya.

Menurut Mas Sumatri, ini adalah bukti kepedulian seluruh pihak di tengah wabah pandemi Covid-19. “Saya berharap kita semua di sini selalu dalam keadaan sehat. Mari kita lanjutkan perjuangan di tengah wabah yang berdampak bukan hanya bagi Kabupaten Karangasem, tapi seluruh dunia. Solidaritas kemanusiaan kita kini diuji, berfikir positif juga bisa jadi menghindarkan kita dari pandemi ini,” lontarnya.

Bupati Mas Sumatri juga berharap setelah pulang PMI itu tetap menerapkan prosedur pencegahan Corona, diantaranya melapor ke pada satgas desa masing-masing, melaksanakan karantina mandiri dengan penuh disiplin, menerapkan physical distancing , memakai masker apabila keluar rumah serta rajin mencuci tangan.

“Kita berharap PMI yang sudah selesai karantina ini, ketika kembali kemasyarakat membantu pemerintah daerah mengedukasi masyarakat sekaligus mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan corona,” harapnya.

Perwakilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah menjalani masa Karantina menyampaikan ucapan terimakasih dari seluruh PMI kepada Bupati Karangasem, Pemerintah Kabupaten dan jajarannya, juga kekompakan Forkompinda, Kepala Desa Samuh dan Managemen Puri Bagus atas pelayanannya dan telah menerima para pekerja migran. “Kami para PMI merasa sangat nyaman dalam melaksanakan karantina. Pelayanan dan jamuan yang diberikan membuat kami bisa melewati hari-hari kami dengan baik tanpa beban,” terang Gusti Lanang Pastika.

Setelah menjalani berbagai tes, diantaranya rapid test , mereka sangat bahagia, setelah dua minggu pekerja migran di Hotel Puri Bagus dinyatakan sehat dan bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing. 

“Dengan adanya program karantina ini memberikan pelajaran yang sangat berarti, sehingga sesampainya kami dirumah, nanti bisa menerapkan dan berbagi pengalaman terhadap keluarga dan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri juga memberikan vitamin kepada PMI yang akan pulang kerumahnya.

wartawan
Husaen SS.
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.