Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dinkes Akhirnya Tangani Serangan Mata Merah Massal di Taro

PENGOBATAN – Acara Pengobatan gratis sakit mata merah di Desa Taro.

BALI TRIBUNE - Setelah sebulan lebih  warga Banjar Patas, Desa Taro, Tegallalang terserang sakit mata merah secar massal, akhirnya disikapi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, Selasa (12/6). Sejumlah petugas kesehatan diturunkan  untuk menangani warga.

Hingga kini, dari angka 400-an, tercatat hanya tiggal 52 orang yang masih menderita mata merah silih berganti. Menetahui kedatagan petugas kesehatan, warga pun berdatangan  ke bale banjar setempat untuk mendapat pelayanan secara  gratis. Mereka tidak hanya pemuda atau orang usia produktif. Tetapi para lansia hingga balita umur empat bulan juga tidak luput dari penyakit ini. Guna memutus siklus penularan penyakit yang disebabkan virus ini, Dinkes Gianyar, melalui Puskesmas Tegallalang 2 dan Matra memberikan obat-obatan serta penyuluhan kepada warga.

Kelian Dinas Banjar Patas Wayan Balok Suardana mengatakan, penyebaran sakit mata yang terjadi tanpa henti ini diduga disebabkan karena interaksi sosial antar warga sangat terjalin dengan baik. Tidak ada satupun warga yang menjauhi kerabat atau anggota keluarga yang terkena mata merah.

Kepala Puskesmas Tegallalang 2, dokter Putu Parwata mengatakan, kondisi ini tergolong tidak berbahanya. Namun pelayanan ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi psikologis warga. Sebab selama ini, banyak warga yang resah lantaran penularannya tak henti-henti, meski sudah berjalan sejak sebulan. Di samping itu, mereka juga bingung apa yang harus dilakukan untuk memutus penularan. Ditegaskan, jika  dalam pelayanan ini pihanya juga memberikan pemahaman cara mengatasinya, supaya ke depan tidak terjadi lagi.

Menurut Parwata, kondisi mata merah yang menyerang warga  Patas, disebabkan oleh virus. Sesungguhnya, kata dia, kondisi ini bisa sembuh sekitar seminggu tanpa diobati. Kuncinya adalah menjaga kebersihan diri, lingkungan serta mengistirahatkan mata. 

wartawan
redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.