balitribune.co.id I Gianyar - Meski secara umum rekayasa lalu lintas di wilayah Ubud dinilai efektif memecah kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar akhirnya menerapkan rekayasa tahap II.
Rekayasa tahap II ini mem-vermark ujicoba sebelumnya, yakni arah dua ruas jalan di balik untuk memecah tumpukan kendaraan di kelurahan Ubud dengan pengalihan ke wilayah Desa Peliatan. Jalan Sukma Tebesaya hingga simpang Catus Pata Peliatan kini menerima "Pingpongan" tumpukan kendaraan.
Dari pantauan Uji coba rekayasa tahap II, Kamis ( 27/8/2026), dua ruas jalan, masing-masing Jalan Sukma di Banjar Tebesaya dan Jalan Jatayu (Tebesaya-Padang Tegal Ubud), arahnya di balik. Dimana arus kendaraaan dari arah Jalan Sugriwa dipecah melalui Jalan Jatayu melalui Jalan Sukma Tebesaya menuju Catus Pata Peliatan.
Demikian pula kendaraan di Jalan Raya Ubud yang menumpuk hingga Simpang Patung Arjuna dipecah ke Jalan Sukma Tebesaya menuju Catus Pata Peliatan. Hanya saja, di pintu masuk Jalan Sukma Tebesaya yang satu arah itu, masih bisa dua arah untuk kendaraan yang Parkir di Jaba Pura Dalem Puri.
Adanya perubahan di Uji coba Tahap 11 ini, sempat menimbulkan kebingungan warga di sepanjang jalan Sukma. Karena malam sebelumnya, banyak kendaraan roba empat yang parkir menghadap ke utara. Sementara paginya arah lalin ditetapkan terbalik.
"Kami baru dapat informasi perubahan ini Rabo malam di WA Grouo. Itupun sebagian besar dibaca Kamis pagi. Atas perubahan jalur ini, kami harap tidak lagi memicu kemacetan seperti sebelumnya," ungkap I Ketut Sudiarta, salah seorang warga.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar, I Wayan Artawan, membenarkan adanya sejumlah perubahan arah dalam uji coba rekayasa tahap II ini. Perubahan ini merupakan salah satu langkah dinamis yang diterapkan berdasar evaluasi selama tiga hari uji coba rekayasa lalin tahap 1.
"Target dalam mengurai kemacetan di wilayah Ubud ini adalah pemerataan beban arus kendaraan. Mudah-mudahan uji coba ini menemui formali yang ideal," ungkapnya.
Meski secara umum dinilai efektif, dari uji coba tiga hari terakhir diakui masih menimbulkan kemacetan mencolok di beberapa titik yakni di jalan Sugriwa - Jalan Raya Ubud hingga Simpang Patung Arjuna, Ambengan, Peliatan. Memecah penumpukan kendaraan ini, sebagian kendaraan kecil diarahkan melalui jalan Jatayu dan Jalan Sukma menuju Catus Pata Peliatan.
"Mengenai potensi penumpukan kendaraan di Catus Pata Peliatan , tentunya akan kami pantau dalam beberapa hari ke depan. Intinya kami menargetkan pemerataan beban arus kendaraan," terangnya.
Artawan juga menegaskan, semua stocholder seyogya saling bersinergi dalam uji coba Rekayasa lalu lintas ini. Karena tanpa partisipasi semua pihak, mengurai kemacetan di Kawasan Ubud akan sulit terurai.
"Tidak hanya pemerintah dan instansi terkait. Seluruh stockholder dan warga masyarakat kami harapkan berpartisipailsi untuk menyikapi kemacetan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir. Karena kelancaran lalu lintas ini adalah pondasi vital aktivitas kepariwisataan di Ubud," harapnya.