Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ditjen Imigrasi Lemah dalam Mendeteksi Mafia Tiongkok

Agus Nahak didampingi Candra Salim berserta pengurus FBN Bali.

BALI TRIBUNE - Direktorat Jenderal Imigrasi dinilai lemah dalam pengawasan warga negara asing (WNA) khususnya asal Tiongkok yang datang ke Bali.  Pernyataan ini disampaikan Ketua Forum Bela Negera (FBN) Bali Agustinus Nahak dalam menyikapi terkait temuan keberadaan toko-toko Tiongkok yang diduga menjadi pusaran praktek mafia jual murah pariwisata Bali untuk pasar turis Tiongkok.  "Imigrasi lemah dalam pengawasan dan saatnya harus untuk berbenah diri,"kata Agus saat ditemui awak media, Rabu (7/11), di Center Point, Renon, Denpasar. Persoalan ini, kata Agus, harus dipandang serius karena dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang baru dalam kehidupan masyarakat Bali dan merusak citra pariwisata Bali di mata Internasional.  "Pariwisata Bali itu seharusnya dinikmati oleh orang-orang yang ada di Bali, bahkan Indonesia, dan putra Bali. Jangan sampai pariwisata itu, orang Bali, orang lokalnya yang menyiapkan segalanya tapi hasilnya dinikmati oleh orang yang hanya datang dari luar. Membuka toko, keuntungannya hanya untuk dia dan orang lokal disini tidak mendapat keuntungan sama sekali,"ujarnya. Dari sisi bela negara, masih kata Agus, kue ekonomi yang dihasilkan dari pariwisata itu seharusnya dinikmati sepenuhnya warga negara Indonesia sendiri.  "Kami mempertegas bahwa, bagaimana ketegasan dari pemerintah kalau sudah ditemukan indikasi toko-toko yang berjejaring ilegal dan berpotensi merusak pariwisata Bali itu ditegaskan harus ditutup," katanya.  Dalam kesempatan itu, Agus Nahak yang didampingi Komite Tiongkok DPP "Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Candra Salim, Sekjen FBR Bali Ketut Surianto, Sekjen FBR Bali, Johana Carolina Ojoh, mengeluarkan 10 pernyataan sikap.  Diantaranya, meminta aparat yang terkait dan berwenang menindak dengan tegas apabila ada mafia Tiongkok yang menjalankan bisnis ilegal dengan melanggar peranturan perundang-undangan.  "Apresiai kami atas sikap pro aktif dari Gubenur Bali dan seluruh  jajarannya yang telah mengambil upaya-upaya  operasional  guna menyikapi permasalahan ini. Kami juga mendukung langkah dan upaya konkrit dari Gubenur Bali yabg sudah dan akan dilakukan dalam mengelola, mengatasi permasahan ini, serta menata pariwisata Bali ke depan kearah yang lebih baik," pungkas Agus dalam pernyataan sikap pihaknya.  

wartawan
Valdi S Ginta
Category

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.