Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DLH Beberkan Pengelolaan Sampah di Jawa Timur

Bali Tribune/ Agus Sutjahjo




balitribune.co.id | Surabaya  - Sampah yang dihasilkan dari rumahtangga maupun industri baik organik dan non-organik, jika dikelola dengan baik maka akan mampu menghasilkan produk-produk bermanfaat. Seperti halnya di Provinsi Jawa Timur, sampah plastik maupun organik dapat diolah menjadi pupuk dan energi listrik. 
 
Kasi Pengembangan Fasilitas Teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Agus Sutjahjo kepada Forum Wartawan DPRD (Foward) Bali bersama Humas DPRD Bali saat melakukan sharing terkait pengelolaan sampah di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu mengatakan, pemerintah setempat secara intensif dan berkesinambungan mengedukasi serta menyadarkan masyarakat agar memilah sampah dimulai dari lingkungan rumahtangga. 
 
Ia menyadari, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik di kalangan rumahtangga masih perlu ditingkatkan. "Makanya ini wajib kita dorong dengan program desa berseri dan menyadarkan penghuni pesantren untuk melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik," katanya. 
 
Desa berseri merupakan desa rintisan proses pengelolaan sampah untuk penghijaun maupun pengelolaan sumber daya alamnya. Sejak tahun 2012 terdapat 889 desa yang diinisiasi menuju program desa berseri di Jawa Timur.
 
Agus memaparkan, setiap desa yang telah melakukan pemilahan sampah antara organik dan non-organik maka diberikan insentif berupa diskon untuk biaya mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). "Kalau tidak melakukan proses pemilahan, bisa-bisa residunya tidak diangkut ke TPA. Sehingga baunya ditanggung sendiri," ucapnya.
 
Lanjut dia menyebutkan, di Provinsi Jawa Timur sampah organik yang dihasilkan sebesar 60,94% dan 12,74% adalah sampah plastik (sampah yang bisa didaur ulang melalui program bank sampah). "Kalau sampah organik kami dorong untuk melakukan proses pengolahan melalui pendampingan, edukasi terus menerus secara intensif. Di Jawa Timur banyak lomba-lomba dari setiap kampung bagaimana meningkatkan kesadaran warganya melakukan pemilahan sampah," terang Agus. 
 
Selain melakukan pendampingan dan edukasi, pemerintah setempat juga memberikan bantuan sarana prasarana untuk pengomposan di setiap desa. "Jangan sampai sampah organik yang ada nilai ekonominya yang bisa menjadi pupuk organik sampai masuk ke TPA. Karena proses terbesar di pengelolaan sampah adalah pada proses pemilahannya. Ini yang mungkin akan kami kedepankan, termasuk mengedukasi terkait sampah popok bayi sekali pakai jangan sampai mengotori sungai karena di Surabaya banyak ada sungai," bebernya.
 
Pemerintah setempat juga mendorong masyarakat agar limbah popok sekali pakai ini tidak terbuang ke sungai, melalui penggantian ke popok berkali-kali pakai. Terkait hal ini, Agus mengakui sudah ada edukasi kepada ibu-ibu di Kota Surabaya. 
 
Lanjut Agus mengatakan, pemerintah setempat pun mempunyai target untuk melibatkan penghuni pesantren dalam menerapkan eco-pesantren. Mengingat Jawa Timur sebagai kota pesantren, dimana terdapat 204 ribu orang santri yang bermukim di seluruh pesantren di provinsi ini. "Menjadi target kami, bagaimana perubahan perilaku dari para santri untuk bisa mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri di masing-masing pondok pesantren itu, bagaimana mendaur ulang dan mengelola sampah organik maupun non-organiknya," jelas Agus. 
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait inisiasi pembangkit listrik dari sampah yang sudah berjalan di Surabaya ini dalam sehari menggunakan 1000 ton sampah per hari menghasil 2 megawatt listrik. Namun pemerintah pusat mendorong adanya peningkatan dalam sehari mampu menghasilkan listrik 9 megawatt. "Naik lagi ke depan dengan kombinasi teknologi kalau meningkat menjadi 11 megawatt. Namun ini menghabiskan biaya yang cukup tinggi," ungkapnya.
 
Ia menambahkan di masa pandemi sekarang ini limbah masker medis sekali pakai di Surabaya dan sekitarnya, dimusnahkan dengan alat pembakaran bersuhu tinggi (teknologi incinerator). "Penanganan sampah masker sekali pakai di Jawa Timur melalui incinerator di puluhan rumah sakit. Setiap masker harus diolah tapi harus patuh terhadap aturan mainnya. Mestinya masker ditampung dikontainer khusus, kemudian diangkut nanti diolah oleh perusahaan incinerator," imbuhnya. 
wartawan
YUE
Category

Badung Turunkan 1.250 Seniman, Ikuti Seluruh Parade PKB 2026

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung memastikan ambil bagian dalam seluruh agenda parade dan perlombaan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Sebanyak 1.250 seniman dan tim pendukung disiapkan untuk mewakili Badung dalam berbagai kategori yang digelar selama rangkaian PKB tahun ini.

Baca Selengkapnya icon click

Vihara Empu Astapaka Jembrana, 50 Tahun Menjaga Toleransi dan Kerukunan

balitribune.co.id I Negara - Vihara Empu Astapaka pada Minggu (7/6/2026) telah berusia 50 tahun. Tempat ibadah yang ada di ujung barat pulau Bali ini dinilai telah menjadi pilar penting terjaganya kerukunan umat beragama di Jembrana. Keberadaannya menunjukkan kematangan, keteguhan, dan keberlanjutan dalam melayani umat serta masyarakat

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Bersaudari Eksistensikan Balinese Fire Dance

balitribune.co.id I Gianyar - Kreativitas anak muda Bali kembali melahirkan inovasi di bidang seni pertunjukan. Tiga bersaudari asal Gianyar berhasil mengembangkan Balinese Fire Dance, sebuah pertunjukan yang memadukan keindahan tari tradisional Bali dengan atraksi api tanpa meninggalkan pakem budaya yang diwariskan leluhur.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Terima LHP LKPD TA 2025 dari BPK RI, Kabupaten Badung Sukses Pertahankan Opini WTP Ke-12

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2025. Prosesi penyerahan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali Ke-39 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Renon, Senin (8/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasus Perdana di Bali Utara, Polres Buleleng Gagalkan Peredaran Kokain di Desa Tajun

balitribune.co.id | Singaraja – Peredaran narkotika di Kabupaten Buleleng memasuki babak yang mengkhawatirkan. Untuk pertama kalinya, jajaran Polres Buleleng berhasil mengungkap kasus narkotika jenis kokain yang diduga akan diedarkan di wilayah Bali Utara. Hanya saja, narkotika jenis kokain tersebut belum sempat diedarkan setelah Sat Narkoba Polres Buleleng terlebih dahulu menangkap pemiliknya.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu dan Penyalahgunaan Gas Subsidi di Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Kepolisian Resor (Polres) Buleleng berhasil mengungkap dua kasus kriminal yang meresahkan masyarakat, yakni praktik pengoplosan LPG bersubsidi dan peredaran uang palsu. Kedua kasus ini diungkap melalui operasi terpisah oleh Satreskrim Polres Buleleng dan Polsek Sawan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.