Donorkan Darah Untuk Kepentingan Orang Banyak. | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Desember 2021
Diposting : 7 June 2021 23:35
JRO - Bali Tribune
Bali Tribune/ Tunjukkan nota Kesepahaman antara PMI Provinsi Bali dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali.
balitribune.co.id | Denpasar  - Penggalangan donor darah yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dalam rangka pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan terus mendapat dukungan banyak pihak salah satunya Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali.
 
Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati mengatakan pihaknya tentu akan mendukung dan mengapresiasi kegiatan donor darah yang melibatkan anggota BKOW dan sejumlah organisasi wanita turunannya untuk mengabdi dan berbakti melalui penggalangan donor darah untuk menghimpun sekaligus menyalurkan darah kepada pihak yang membutuhkan. "Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) tentu akan mendukung pekerjaan mulia ini yang berperan untuk membantu kesehatan orang lain yang sedang membutuhkan, karena setetes darah sangat berarti bagi mereka yang sedang memerlukan," tegasnya serangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman antara PMI Provinsi Bali dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, di Kantor PMI Bali, di Denpasar, Senin (7/6).
 
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra mengatakan bahwa PMI Bali membutuhkan 120 kantong darah perhari, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sehingga penandatanganan nota kesepahaman antara PMI dengan sejumlah organisasi wanita yang ada di Bali penting dilakukan agar tidak sampai terdapat pasien yang membutuhkan darah namun terlambat ditolong karena kehabisan stok.
 
Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU ini melibatkan, MoU antara PMI Bali dengan BKOW Bali, MoU antara PMI dengan IWAPI, MoU antara PMI dengan WHDI, MoU antara PMI dengan Universitas Bali Internasional (UNBI).BMelalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan mampu  memberikan sosialisasi lebih berkelanjutan kepada masyarakat luas agar sama-sama memiliki kesadaran untuk ikut mendonorkan darahnya untuk kepentingan orang lain.