Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DPRD Klungkung Gelar Sidang Paripurna Bahas RAPBD Perubahan 2022

Bali Tribune/ PU FRAKSI - Sidang Paripurna DPRD Klungkung bahas RAPBD Perubahan tahun 2022 mendengarkan pemandangan umum (PU) Fraksi.







balitribune.co.id | Semarapura - Agar roda pemerintahan di Kabupaten Klungkung lancar, Senin (5/9/2022) DPRD Klungkung secara maraton menggelar sidang Paripurna I diawali penyampaian Nota RAPBD Perubahan oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan sidang II dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2022 yang disampaikan Bupati di Sabha Nawa Natya Gedung DPRD Kabupaten Klungkung.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom dihadiri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung I Wayan Baru, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawam serta instansi terkait lainnya.

Sebelumnya Bupati Suwirta pada penyampaian Nota Perubahan RAPBD Perubahan tahun 2022 secara umum rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022  antara lain Pendapatan Daerah yang pada APBD induk tahun 2022 dirancang sebesar 1 triliun rupiah lebih meningkat menjadi Rp 1,1 triliun lebih, bertambah sebesar Rp 45 miliar rupiah lebih atau naik sebesar 4 persen yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada APBD induk berjumlah sebesar Rp 232 miliar lebih meningkat menjadi Rp 261 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp 29 miliar lebih.

Disebutkan dalam rinciannya, dimana Belanja Daerah yang pada APBD induk tahun 2022 berjumlah Rp 1,3 triliun  lebih dalam perubahan APBD dianggarkan sebesar Rp 1,2 triliiun lebih, turun sebesar Rp 56 miliar lebih atau turun sekitar 4 persen yang terdiri dari  Belanja Operasi yang pada APBD induk berjumlah Rp 989 miliar lebih, meningkat sebesar Rp 27 miliar lebih, sehingga menjadi Rp 1 triliun lebih.

Belanja modal yang pada APBD induk dianggarkan sebesar Rp 206 miliar  lebih menurun  sebesar Rp 67 miliar lebih sehingga menjadi Rp 138 miliar lebih. Belanja tidak terduga semula dianggarkan sebesar Rp 20 miliar lebih, menurun sebesar Rp 18 miliar menjadi Rp 2,3 miliar lebih. Belanja transfer dianggarkan sebesar Rp 113 miliar lebih, meningkat sebesar Rp 2,6 miliar lebih dibandingkan APBD induk 2022 sebesar Rp 110 miliar lebih.

“Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan pada APBD induk 2022 dianggarkan Rp 263 miliar lebih menurun sebesar Rp 101 miliar lebih atau 39 persen menjadi Rp 161 miliar rupiah,” jelas Bupati Nyoman Suwirta.

Sementara dalam pandangan Umum Fraksi dimana Fraksi Golkar dengan jubirnya  Kadek Widya Sumartika menyampaikan didalam penyusunan KUA dan PPAS 2023 (walaupun sudah disepakati bersama) yang ditindaklanjuti dengan penyusunan  RAPBD 2023 serta perencanaan tahun-tahun berikutnya, agar Eksekutif (TPAD) menggunakan Skenario Under Estimate Ketimbang Over Estimate dalam hal memperkirakan SILPA tahun sebelumnya pada anggaran induk.

“Hal ini dimaksudkan untuk menghindari Program/kegiatan APBD induk tidak terbiayai sebagai akibat tidak tercapainya target SILPA setelah dilakukan perhitungan  realisasi APBD,” ujarnya.

Sedangkan Fraksi Partai Gerindra dengan jubir Ketut Gunaksa menyoroti terkait tertib administrasi Dukcapil khususnya daerah kepulauan Nusa Penida perlu dioptimalkan.

“Temuan di lapangan sumber daya elektronik yang menjadi indikator peningkatan kualitas pelayanan kependudukan di zaman digital tidak mendukung  (wifi tidak ada, komputer yang sering eror) mohon ini menjadi prioritas dalam penganggaran apalagi ini memasuki tahun politik dimana data penduduk sangat penting,” ungkapnya.

Fraksi Partai Hanura dengan jubir Putu Sri Handayani SE menyoroti rancangan pendapatan daerah sesesar Rp 1.109.420.834.008 (satu triliun seratus sembilan miliar empat ratus dua puluh juta delapan ratus tiga puluh empat ribu delapan rupiah ) terjadi peningkatan sebesar  4 %.

Dari besaran pendapatan daerah tersebut dibelanjakan untuk belanja pegawai  sebesar Rp.562.972.005.535.

Hal ini berarti bahwa anggaran yang besarnya Rp 1,109 triliun lebih hanya dapat  dinikmati secara langsung oleh masyarakat sebesar Rp.546.448.828.473 jadi 50 %  lebih anggaran dipergunakan untuk membiayai belanja pegawai.

“Mohon penjelasan saudara Bupati bila kondisi tersebut dikaitkan dengan pasal 146 UU Nomor 1Tahun 2022 tentang  hubungan keuangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selanjutnya  saat terjadi peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp 45 miliar  lebih  justru di beberapa  belanja terjadi pengurangan, penurunan bahkan pembatalan,” ujar srikandi Hanura mempertanyakan.

Sementara Partai Nasdem dengan jubir Wayan Mudayana menyoroti adanya informasi release BKD yang beredar di kalangan pegawai perihal pengangkatan tenaga kontrak yang telah mengabdi 5 tahun atau lebih yang dibuktikan dengan SK perjanjian kontrak.

“Untuk itu dimohon keterangan dari instansi terkait dengan jelas, tegas, akuntabel dan transparan. Hal ini kami sampaikan terkait dengan pegawai yang bekerja di Rumah Sakit karena mereka diikat perjanjian kerja dengan SK BLUD, sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari karena hal ini erat kaitannya menyangkut harkat dan harapan hidup mereka. Bila release ini benar adanya, bagaimana dengan mereka yang di SK-kan belum memenuhi jangka waktu 5 tahun, bagaimana nasib mereka?,”ungkapnya.

Sedangkan Fraksi Partai PDIP dengan jubirnya Nengah Ary Priadnya menyinggung soal Belanja Daerah APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 dirancang sebesar Rp. 1,27 triliun lebih, berkurang 4% dibandingkan APBD Induk yaitu sebesar Rp. 1,33 triliun.

“Padahal capaian riilnya hanya sebesar Rp. 53,89 miliar (sesuai dengan laporan keuangan Audited BPK ) apakah ada korelasinya dengan over istimatenya ketika merancang Silpa Tahun 2021 pada APBD Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 155,36 miliar?,” tanyanya kritis.

Di pihak lain Fraksi Persatuan Demokrat dengan jubir Nyoman Mujana menyoroti  kondisi kegiatan pasar seni Semarapura.

“Di Blok A dimana eskalatornya tidak beroperasi setiap saat, lampu-lampu hiasan di pertamanan di perbatasan Banjarangkan demikian juga di Taman Goa Lawah yang makan beban agar tidak mengalami masalah seperti air mancur kota Klungkung. Kiranya beban anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk pemulihan ekonomi (UMKM). Mohon saudara Bupati memberikan tanggapan,” pintanya.

wartawan
SUG
Category

Bupati Adi Arnawa Lantik Tiga Perbekel PAW

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melantik tiga Perbekel Antar Waktu (PAW) di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (31/3/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti, Wakil Ketua Komisi I I Gusti Lanang Umbara, jajaran pejabat Pemkab Badung, camat se-Badung, serta unsur organisasi kemasyarakatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2027.

Baca Selengkapnya icon click

Pertamina Bantah Isu Kenaikan BBM Non-Subsidi

balitribune.co.id I Denpasar - Informasi grafis mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang disebut-sebut berlaku mulai 1 April 2026, ramai beredar di media sosial. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kabar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Karya Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur, Polres Bangli Siapkan 21 Pos Pengamanan

balitribune.co.id I Bangli - Sebanyak 21 pos pengamanan disiagakan untuk kelancaran rangkaian Karya Pujawali Ngusabha Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli. Rekayasa arus lain juga akan diterapkan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. 

Baca Selengkapnya icon click

Komisi IV DPRD Tabanan Tekankan Pemerataan Guru di Tiap Wilayah

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan menekankan soal pemerataan guru di masing-masing wilayah. Ini menjadi catatan penting Komisi IV untuk menghindari kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah di Tabanan. Komisi IV menekankan hal tersebut dalam rapat kerja membahas Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2025 pada Selasa (31/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.