Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DTW Jatiluwih Siapkan Aplikasi PeduliLindungi

Bali Tribune/ JATILUWIH - DTW Jatihluwih sudah dibuka, pihak pengelola mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi.


balitribune.co.id | Tabanan - DTW Jatihluwih Tabanan sudah dibuka. Kendati demikian, pihak pengelola tengah mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi untuk mensriking wisatawan yang akan menikmati panorama rice teras di kabupaten lumbung beras Bali ini.
 
Manager Daya Tarik Wisata Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa mengaku telah mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan penerapan aplikasi PeduliLindungi dan pemasangan barcode.
 
Dikatakan, begitu SE Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, pihaknya sudah siap untuk dibuka hanya perlu melengkapi sarana aplikasi PeduliLindungi saja. “Sekarang kami masih mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi saja, ini tinggal mendaftarkan lokasi saja dan selanjutnya pemasangan barcode,” jelas Sutirtayasa, Rabu (15/9/2021).
 
Menurutnya, program vaksinasi di lingkungan DTW Jatiluwih sudah 90% lebih. Karena, objek wisata ini diberikan prioritas pertama, sehingga masyarakat dan pegawai sudah semua divaksin. “Sudah semua divaksin, tidak ada lagi program vaksinasi disini,” jelas Sutirtayasa.
 
Kepala Desa Jati Luwih I Nengah Kartika menyampaikan, pihak desa sangat mendukung pembukaan pariwisata di masa pandemi ini. Kendati demikian, pihaknya meminta agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Tetap dengan yang ditentukan oleh pemerintah, selalu waspada, selalu menjaga protokol kesehatan sesuai yang berlaku,” ujarnya.
 
Dari pantauan di DTW Jatiluwih, tampak sudah mulai didatangi wisatawan. Kendati belum begitu ramai, paling tidak ada harapan pariwisata akan bangkit, dan ekenomi bakal ada pergerakan. Salah satu wisatawan lokal asal Ubud yaitu Surya yang mengunjungi objek wisata ini mengaku sudah dua kali berwisata. Kali ini dia bersama keluarganya. “Saya baru dua kali mengunjungi tempat ini. Tahun lalu bersama tamu saya,” ujarnya.
 
Surya memberi alasan, kunjungannya ke Jatiluwih ini karena panoramanya masih natural dan dijaga kebersihannya oleh warga sekitar. “Kami berharap pariwisata normal kembali, sehingga pengujung datang ke tempat ini,” harapnya.
 
Sedangkan seorang wisatawan domestik asal Semarang, Rudi mengaku kagum dengan pemandangan yang disajikan objek wisata ini. “Saya baru pertama kali mengunjungi tempat ini ternyata tempat ini sangat sangat bagus dan pemandangannya indah,” akunya.
 
Untuk diketahui, DTW Jatiluwih menjadi salah satu objek wisata terfavorit di Bali. Bahkan, kerap disebut tidak lengkap berlibur ke Pulau Dewata jika tidak mengunjungi objek wisata ini. Hal itupun terbukti. Sebelum mewabahnya virus corona, pihak pengelola mencatat bahwa kunjungan wisatawan mencapai 1500 per hari. 80% diantaranya adalah wisatawan mancanegara. 
wartawan
SAM
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.