Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Bulan Jadi DPO, Darmayasa Akhirnya Tertangkap : Lusuh dan Pasrah

Bali Tribune/ DPO Ngurah Darmayasa
balitribune.co.id | Singaraja - Tahanan Lapas Kelas II B Singaraja yang kabur dua bulan lalu akhirnya tertangkap.Tim buru sergap Polsek Seririt, menangkap Gede Ngurah Darmayasa (45)  saat tengah bersembunyi di daerah aliran Tukad (sungai) Saba, Kelurahan Seririt, Senin (23/12) sekitar pukul 06.00 Wita.
 
Sumber di kepolisian mengungkap, keberadaan DPO Ngurah Darmayasa ditempat persembunyiannya telah di endus seminggu sebelum dibekuk. Berhari-hari disanggong untuk memastikan buronan Lapas Kelas II Singaraja itu tidak kabur. Ngurah Darmayasa dikenal licin dan punya kemampuan menghindar dari sergapan petugas.
 
"Kami sudah sanggong tempat dia sembunyi seminggu sebelumnya.Lokasinya disebuah rangon disawah pinggir Tukad Saba," ucap sumber di kepolisian.
 
Barulah saat timingnya tepat, Darmayasa dise rgap dan menyerah tanpa perlawanan." Makan sehari-harinya  tak pasti, berimbas pada kondisi fisiknya. Agak kurus dan terlihat lemah," imbuhnya.
 
Setelah berhasil ditangkap, Darmayasa digiring ke Polres Buleleng untuk selanjutnya diserahkan kembali ke lapas."Kita serahkan ke Polres dan selanjutnya dari Polres akan diserahkan ke Lapas,” ujar sumber tersebut.
 
Sementara itu, Kalapas Kelas II B Singaraja, Risman Soemantri saat dikonfirmasi membenarkan, tahanan binaannya yang kabur sejak 24 Oktober 2019 telah ditangkap. Menurutnya, yang menangkap anggota polisi dari Polsek Seririt. " Saya dapat info sudah ditangkap.Tapi belum dikembalikan ke lapas masih menunggu proses serah terima dari Polres," tandasnya.
 
Sebelumnya,Darmayasa kabur dari tempatnya menjalani hukuman setelah pengadilan menyatakan bersalah atas pelangaran pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ayat 5 KUHP.
 
Gara-Gara Bong
 
Setelah tim Buser Polsek Seririt menangkap Gede Ngurah Darmayasa (45),  terungkap kisah menarik.  Sesaat akan kabur maupun selama dalam pelarian.
 
Darmayasa bersembunyi di daerah aliran Tukad (sungai) Saba, Kelurahan Seririt, Senin (23/12) sekitar pukul 06.00 Wita yang merupakan tempat persembunyiannya.
 
Saat ditangkap kondisinya lusuh dan kurus nyaris tanpa tenaga. Polisi yang membekuknya tak mengalami kesulitan karena tak ada perlawanan dari Darmayasa yang dikenal licin dan tak mudah ditangkap. Bahkan kemampuannya bertahan (survive) ditengah hutan sudah terbukti saat ditangkap usai melakukan pencurian di sejumah TKP.
 
Pengakuan Darmayasa kabur dari lapas cukup menarik. Sebelum kabur ia mengaku terancam setelah diketahui petugas lapas membawa bong (alat hisap sabu) dari tempat pelatihan membuat batako. Sejak itu Darmayasa mengaku merasa  di lingkungan lapas banyak yang mengancamnya. Banyaknya ancaman itu dirasakan saat acap kali berpapasan dengan napi sesama lapas yang mengatakan, 'number one'.
 
"Ada ucapan teman-teman  number one saat berpapasan dengan saya. Saya merasa takut dan memilih kabur dari lapas," kata Darmayasa.
 
Sebelum kabur, Darmayasa pura-pura sakit perut dan minta izin beli obat. " Saya kabur setelah berpura-pura beli obat sakit perut," imbuhnya.
 
Begitu kabur, Darmayasa mengaku menuju ke daerah Padangkeling, Kelurahan Banyuning, Singaraja  dengan menyusuri sungai.
 
"Setelah itu selama tiga minggu bersembunyi di Sungai /Tukad Banyuasri Singaraja," tuturnya.
 
Setelah itu dengan menumpang kendaraan umum dia menuju ke daerah Seririt namun tanpa tujuan pasti. " Pilihan saya Tukad Saba dan tidak pernah punya niat pulang ke Desa Unggahan," ujarnya.
 
Selama dalam pelarian, Darmayasa mengaku bertahan hidup hanya dengan memakan makanan non nasi. Seperti buah mangga, ubi-ubian yang ditemukan di sawah dekat tempatnya sembunyi."Bahkan air sungai saya minum.Sedang untuk rokok saya pungut puntung rokok dekat sungai,"ungkapnya.
 
Untuk mengelabui orang sekitarnya,Darmayasa mengaku sebagai pemancing sehingga orang lain percaya."Saya tinggal ditempat itu, gubuk kecil disawah pinggir sungai sampai ditangkap polisi," terangnya.
 
Akibat kondisi itu, keadaan fisik Darmayasa turun drastis, terlihat lemah dan pasrah saat ditangkap."Kami tidak mau kecolongan lagi dan kita tangkap tanpa perlawanan setelah kami awasi yang  bersangkutan selama sepekan," ujar sumber di polisi.
 
Setelah tertangkap,Darmayasa sempat mengalami gangguan lambung saat diberi makan nasi karena terlalu lama tidak makan nasi."Sempat mual dan muntah saat kami beri makan nasi,"katanya.Untuk memastikan kondisi kesehatannya,Darmayasa sempat diperiksakan ke dokter dan dinyatakan sehat."Saat serah terima dengan Polres kami sertakan surat keterangan sehat yang bersangkutan,"tandasnya. 
wartawan
Khairil Anwar
Category

Pemkab Tabanan Beri Teguran ke Warga yang Buang Sampah Sembarangan

balitribune.co.id I Tabanan - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan masih mengedepankan pendekatan persuasif bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Walaupun, hampir dua pekan ini Pemkab Tabanan memastikan penerapan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sudah bisa dilaksanakan. Penerapan sanksi tipiring baru akan diambil sebagai langkah terakhir jika upaya sosialisasi dan edukasi tidak diindahkan oleh pelanggar.

Baca Selengkapnya icon click

Sinergi Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot, dan TNI AD Matangkan Groundbreaking PSEL Denpasar Raya

balitribune.co.id | Mangupura - Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Benoa terus dipercepat. Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Gianyar Pastikan Jalan Rusak Tertangani secara Terukur

balitribune.co.id I Gianyar - Maraknya unggahan jalan rusak di wilayah Gianyar,  seakan luput dari perhatian pemerintah setempat. Framming ini pun disikapi tegas oleh Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana yang inten meninjau langsung ke lokasi. Dengan kuota anggaran yang cukup besar setiap tahunnya, perbaikan jalan rusak dipastikan mendapat penanganan prioritas namun tetap terukur merunut regulasi.

Baca Selengkapnya icon click

Rakerkomwil IV APEKSI di Denpasar Ditutup dengan Pelepasan Tukik

balitribune.co.id I Denpasar - Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Denpasar resmi ditutup pada Sabtu (23/5/2026). 

Penutupan acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, diisi dengan yoga bersama hingga pelepasan tukik di kawasan Pantai Sanur sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Virus ASF 'Hantui' Peternak, Tim Disperpa Badung Cek Puluhan Babi Mati Misterius di Canggu

balitribune.co.id I Mangupura - Ancaman Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui peternak babi di Badung. Puluhan ekor babi di kawasan Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara dilaporkan mati mendadak dengan gejala mengarah kuat pada serangan virus mematikan tersebut.

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung pun langsung bergerak cepat setelah informasi kematian ternak itu ramai diperbincangkan.

Baca Selengkapnya icon click

Sapi “Kliwon” Asal Abianbase Gianyar Jadi Pilihan Kurban Presiden RI

balitribune.co.id I Gianyar - Prestasi membanggakan diraih peternak muda asal Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Gianyar, I Kadek Astitiya. Sapi Bali miliknya yang diberi nama “Kliwon” resmi terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.