Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Pelajar Pembunuh Mahasiswa Dituntut 7 Tahun Penjara

Bali Tribune/ PELAJAR – Dua pelajar yang membunuh mahasiswa di daerah Abiansemal dituntut hukuman 7 tahun penjara.
Balitribune.co.id | Denpasar - Dua pelajar SMA yang menjadi pelaku pembunuhan dan pembacokan di daerah Abiansemal, Badung, dituntut 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Agus Suraharta.
 
Pembacaan surat tuntutan terhadap para pelaku yang masih dibawah umur ini masing-masing berinisial PBWSW (15), dan DPEAM (15), berlangsung secara tertutup di ruang sidang anak di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (2/10). Sidang dipimpin Hakim IGN Putra Atmaja, dibantu Hakim I Wayan Kawisada dan I Ketut Kimiarsa selaku hakim anggota.
 
Dalam surat tuntutan JPU, para pelaku dinilai telah bersalah melakukan tindak pidana melakukan pembunuhan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan ke satu subsidair. Perbuatan tersebut diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto UU No.11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.
 
"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap pelaku I, PBWSW, dan pelaku anak II, DPEAM dengan pidana penjara masing-masing selama 7 tahun dikurangi selama pelaku anak tersebut berada di dalam tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan,"mengutip amar tuntutan JPU. 
 
Menurut JPU, hal yang memberatkan, kedua pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain yang diancam dengan hukuman yang cukup berat dan kejahatan yang dilakukan pelaku mengakibatkan kematian pada korban  I Kadek Roy Adinata dan menimbulkan bahaya maut bagi saksi korban Agus Gede Nurhana Putra dan dilakukan secara keji. Selain itu, perbuatan mereka meresahkan masyarakat dan tidak mengakui perbuatannya.
 
Sementara dalam dakwaan JPU menuturkan berawal ketika saksi korban Agus Gede Nurhana Putra dan I Kadek Roy Adinata mendatangi Cafe Madu di Desa Angantaka, Abiansemal, Badung (25/8).
 
Setiba di tempat itu, keduanya pun langsung duduk dan beberapa saat kemudian kedua pelaku datang bersama 7 teman lainnya. Mereka bersama teman-temannya ini kemudian memesan minuman lalu berjoget. Mulai saat itulah pelaku II mulai bikin rusuh dan memancing keributan dengan korban Nurhana. 
 
Kerena tak mau terjadi perkelahian, korban Nurhana Putra menghindar dengan lari keluar melalui pintu belakang Cafe Madu menuju jalan raya. Dia kemudian di jemput oleh korban Roy Adinata dengan mengendarai sepeda motor. Di saat bersamaan saksi I Made Novyk Aryantara yang membonceng Putu Jowan Aditya datang ke tempat tersebut. 
 
Sebelum masuk ke kafe madu, kedua saksi ini melihat kedua pelaku menendang seseorang di pinggir Jalan sehingga jatuh ke sawah. Mereka kemudian mengejar dengan maksud untuk melihat nomor polisi motor yang dikendarai kedua pelaku. Melihat itu kedua korban ikut mengejar. Namun kedua pelaku berhasil melepaskan diri dari kejaran tersebut dan langsung menuju ke rumah terdakwa I, di Banjar Tunon, Singakerta, Ubud, Gianyar.
 
Bukannya berdiam diri dalam rumah, para pelaku  malah keluar dari rumah dengan membawa pisau besar (blakas). Singkat cerita, di tengah perjalanan para pelaku berpapasan dengan kedua korban dan saksi Novyk dan Jowan. " Saat itu pelaku anak II, berteriak Jani Cai Mati (sekarang kamu mati) sambil mengacungkan blakas ditangan kanannya," beber Jaksa. 
 
Kedua pelaku kemudian mengejar balik. Sial bagi korban, di tengah perjalanan tepat di dekat Puskesmas Desa Sedang, mereka kehabisan bensin.  Para pelaku berhasil mendapati dan lansung menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Saat itu pelaku I menyuruh pelaku II untuk menebas kedua korban yang dalam keadaan tak sadarkan diri namun ditolak oleh pelaku II. 
 
Lalu, pelaku I kemudian turun dari motor dan mengambil blakas yang dipegang pelaku II untuk kemudian menebas ke dua korban berkali-kali. 
 
Setelah menebas kedua korban dengan membabi buta, para pelaku kemudian pergi. Namun sesampai di jalan mereka kemudian di hadang oleh warga bersama saksi Novyk. Kedua pelaku pun berhasil diamankan oleh warga dan Polisi. 
 
Karena tidak melihat kedua korban, saksi Novyk kemudian menuju arah utara mengejek keadaan ke dua korban. Benar saja, setiba di lokasi mereka melihat ke dua korban tergetak bersimbah darah. Lalu, kedua korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. 
 
Namun nyawan korban  Roy Adinata tidak bisa diselamatkan sedangkan korban  Nurhana Putra mendapat perawatan yang intensif. "Dari hasil visum et repertun, berkesimpulan bahwa pada jenazah laki-laki berusia 23 tahun ( Roy Adinata), ditemukan luka lecet, memar dan patah tulanh akibat benda tumpul, serta luka-luka terbuka akibat kekerasan benda tajam dan tidak mengakibatkan kematian. Pada pemeriksaan bagian dalam ditemukan tanda-tanda perbendungan pada organ dalam dan bekuan darah di dalam rongga dada kiri serta robekan pada bilik jantung kanan. Sebab kematian adalah kekerasan benda tumpul pada dada yang mengakibatkan robekan pada bilik jantung kanan," beber Jaksa. (u) 
wartawan
Valdi S Ginta
Category

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dilantik di Kebun Kakao, Pejabat Diminta Pikirkan Isi Perut Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Mengawali tahun 2026, sejumlah pejabat di Jembrana mengalami pergeseran. Puluhan pejabat telah dilantik dan diambil sumpahnya. Bahkan pelantikan pejabat di awal tahun ini dilakukan dengan cara yang tak biasa. Seluruh birokrat di Jembrana pun kini kembali diingatkan untuk memikirkan isi perut rakyat.

Baca Selengkapnya icon click

Tokoh GMT I Gusti Made Tusan Apresiasi Capaian Program Pembangunan Bupati Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Moment perayaan pergantian tahun, Tokoh GMT (Gerakan Masyarakat Terpadu) I Gusti Made Tusan menggelar tradisi megibung dengan mengundang seluruh relawan Semeton GMT mulai dari Korcam hingga Kordes, di kediamannya di Jro Subagan, Rabu (31/12/2025) pagi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.