Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua WN Rusia Tersesat di Gunung Agung

Bali Tribune/ SELAMAT – Dua warga Rusia yang tersesat saat mendaki Gunung Agung, Sabtu lalu akhirnya ditolong warga setempat.

Bali Tribune, Amlapura - Kendati pendakian ke Gunung Agung ditutup setelah beberapa kali erupsi, namun masih saja ada wisatawan asing menerobos zona merah dan melakukan pendakian ke puncak secara diam-diam. Dua wisatawan asal Moskow, Rusia, Djima (35) dan Arthy (36) diam-diam mendaki ke puncak Gunung Agung. Dua wisatawan yang mengaku sebagai musisi ini mengabadikan perjalanan mereka hingga ke kawah menggunakan ponsel dan action camera yang mereka bawa.  Sayangnya, keduanya malah keluar dari jalur pendakian dan tersesat di dalam kawasan hutan Gunung Agung saat turun gunung atau kembali dari pendakian. Beruntung ada seorang warga Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem, yang mendengar teriakan minta tolong keduanya, hingga akhirnya keduanya bisa selamat dan diajak turun gunung oleh warga. Salah seorang pendaki, Djima kepada koran ini setelah tiba di kaki gunung, Minggu (24/2), mengatakan dia dan rekannya Arthy berangkat pasa Sabtu (23/2) sekitar pukul 24.00 Wita melalui pos pendakian Pura Pasar Agung, di Desa Sebudi, Kecamatan Selat tanpa ditemani pemandu. “Saya mendaki melalui Pura Pasar Agung, setelah menempuh waktu sekitar lima jam, saya tiba di puncak gunung,” ungkapnya tanpa rasa bersalah. Sepanjang pendakian dia mengaku mengabadikan aksinya, namun membantah dan mengaku tidak mengambil gambar foto ataupun video terkait kondisi kawah Gunung Agung dengan alasan kurang tertarik. “Kami hanya ingin menikmati saat matahari terbit, dan melihat  alam Bali dari puncak gunung. Kami bisa melihat Nusa Lembongan, melihat Lombok,” ujarnya. Puas menikmati keindahan alam dan matahari terbit, keduanya turun dari puncak. Sialnya, karena tidak bisa menandai jalur pendakian yang dilaluinya, keduanya tersesat. Bingung arah turun, keduanya tidak kehabisan akal. Mereka kemudian menyusuri arah aliran sungai di atas puncak Gunung Agung yang merupakan hulu dari Sungai Baja, sebelum kemudian mereka tersesat di hutan hingga kelelahan. Tak tahu harus kemana, keduanya asal melangkah sambil berteriak minta tolong.  I Wayan Wirna, salah seorang warga Dusun Yeh Kori yang saat itu tengah mencari bunga di tengah hutan lereng atas Gunung Agung, kemudian mencari arah suara teriakan minta tolong tersebut hingga berhasil menemukan kedua wisatawan tersebut. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Wilayah (Kawil) Yeh Kori, I Komang Sudirman. Mendapat laporan dari warganya itu, Komang Sudirman pun langsung naik bersama dua warga lainnya yakni Wayan Ariana dan Kadek Adi untuk mengevakuasi kedua wisatwan asing yang tersesat tersebut.

wartawan
Redaksi
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.