Dukung Peternakan Madu Kella, Bantu Perizinan hingga Pemasaran | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 28 Oktober 2021
Diposting : 26 October 2020 04:37
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ KUNJUNGI - Bupati Suwirta kunjungi usaha budidaya madu kella di Desa Aan.
Balitribune.co.id | Semarapura - Setelah berjalan kaki sejauh +2 Km menyusuri lembah perbukitan dan persawahan guna melakukan pemetaan potensi Desa Aan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama rombongan dari sejumlah kepala OPD mengunjungi usaha budidaya Madu Kella di Desa Aan, Sabtu (25/10). Usaha yang dipimpin oleh Wayan Santika yang juga selaku Ketua Koperasi Giri Amerta Sari ini selain memproduksi madu kella, juga mengolah propolis menjadi sabun.
 
Bupati Suwirta mengatakan semenjak masa pandemi Covid-19 ini, permintaan terhadap madu kella cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan madu kella diyakini mengandung unsur unsur yang dibutuhkan tubuh dalam meningkatkan imun atau kekebalan tubuh. Dengan dipandu oleh Wayan Santika, Bupati Suwirta memanen madu kella dari sarang dengan sangat berhati hati. “Kita harus melakukannya dengan hati hati jika tidak ratu lebah yang ada didalam sarang bisa terluka dan bisa meninggalkan sarangnya dan tidak mau lagi memproduksi madu,” ujar Wayan Santika.
 
Wayan Santika menjelaskan usaha budidaya madu kella dimulai sejak Mei 2019 dengan beranggotakan 20 orang. Setelah berjalan sekitar setahun, pada April 2020 panen madu kella baru dilakukan. Hingga kini panen baru bisa dilakukan sebanyak dua kali. Dari 100 sarang rumah Kella didapatkan sebanyak 3 liter madu. Sedangkan produksi sabun perharinya bisa mencapai 50 biji, pertahunnya mencapai sekitar 15.000 biji sabun. Madu dijual dengan harga Rp. 100.000 per kemasan 100 ml sedangkan sabun dijual dengan harga Rp 35.000 per biji.
 
Kendala yang dihadapi pada budidaya kella ini dimana sebagian koloni ada yang tidak menghasilkan madu yang bisa dipanen. Menurutnya hal ini diakibatkan karena beberapa koloni diserang oleh hama (kumbang kecil) sehingga kotak/sarangnya ditinggalkan. Selain itu terbatasnya produksi mengakibatkan banyak pesanan yang tidak dapat dilayani. Sedangkan pada produk sabun, pemasarannya belum lancar karena belum berani menggaji tenaga khusus pemasaran.
 
Bupati Suwirta menyampaikan apresiasi karena banyak warga yang sudah berinovasi dan membangun sebuah usaha dengan merangkul sejumlah warga. Pihaknya akan membantu dan mengawal usaha madu kella ini dalam pengurusan izin dan SNI. Untuk mengatasi kendala terbatasnya produksi, pihaknya mendorong Wayan Santika untuk menggandeng peternak lebah kella lain. Dirinya juga berjanji akan berupaya membantu dalam pemasaran hingga bisa masuk ke toko modern. Melalui Dinas Perindustrian, Pemkab Klungkung akan menggelar pelatihan wira usaha baru. Dengan demikian diharapkan para pelaku industri bisa lebih memiliki pengetahuan dibidang pemasaran sehingga produk yang dipasarkan akan lebih terkenal dan laku di pasaran.

Hukum & Kriminal

Terpopuler