Balitribune.co.id | Negara - Menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2024, kini pengamanan terus dimatangkan. Terlebih ada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jembrana masuk kategori rawan. Ratusan personel Kepolisian kini telah disiagakan. Selain personel dari Polres Jembrana, untuk pengamanan pelaksanaan pemungutan suara juga mendapat tambahan personel dari Polda Bali.
Pelaksanaan pemungutan suara pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) tinggal lima hari lagi. Seluruh potensi kerawanan telah dipetakan. Data yang diperoleh di Polres Jembrana, dari total 898 TPS yang tersebar di 51 desa/kelurahan di 5 kecamatan, ada empat TPS yang masuk kategori sangat rawan.
TPS sangat rawan tersebut tiga diantaranya terletak di Kecamatan Pekutatan. Tiga TPS tersebut yakni TPS 12 Pengeragoan, TPS 6 dan 7 di Banjar Juwuk Manis, Manggis Sari sangat rawan karena kondisi geografis.
Sedangkan satu TPS rawan lainnya terletak di dalam Kota Negara. Satu TPS di Kelurahan Loloan Timur, Jembrana ini pada pemilu sebelumya sempat dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Pengamanan pada TPS sangat rawan tersebut menggunakan pola penempatan dua personel polisi dan dua Linmas di setiap TPS.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengakui pihaknya telah memetakan kondisi seluruh TPS di Kabupaten Jembrana. Hasilnya, empat diantaranya adalah termasuk kategori sangat rawan.
Menurutnya sesuai penilaian pihaknya, 3 TPS yang berada di dataran tinggi tersebut terkategori sangat rawan lantaran kondisi geografis seperti rawan bencana hingga berada di perbatasan wilayah bahkan harus melewati kabupaten lain.
"Apalagi kita ketahui hujan terjadi di Februari, tentunya membuat terjadi sangat rawan. Kemudian satu lainnya ada di Kelurahan Loloan Timur karena sebelumnya sempat dilakukan pemungutan suara ulang (PSU)," ujarnya.
Pihaknya pun memastikan melakukan antisipasi terjadinya hal tak diinginkan di semua TPS.
Pihaknya menyatakan telah menyiapkan pola pengamanan sedemikian rupa. Total ada 414 personel yang bertugas diantaranya 404 personel Polres Jembrana serta 10 anggota BKO dari Polda Bali.
Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan dan komponen masyarakat di Kabupaten Jembrana untuk ikut serta berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing.
"Mari kita semua bersama-sama ciptakan situasi kondusif selama pelaksanaan Pemilu ini. Hindari hal-hal yang dapat memicu peristiwa tak diinginkan," tandasnya.