Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Evaluasi Pengumpan Trans Sarbagita

I Nyoman Mesir
I Nyoman Mesir

KEBERADAAN mobil pengumpan Trans Sarbagita yang ada di Kabupaten Badung dinilai kurang efektif oleh kalangan DPRD setempat. Alasannya, pengumpan jenis minibus ini lebih sering ‘mondar-mandir’ tanpa penumpang. Padahal, ‘kocek’ yang dikeluarkan Pemkab Badung untuk biaya operasional mobil tersebut cukup tinggi.

Tahun 2016 ini, Pemkab Badung harus merogoh ‘kocek’ sekitar Rp5,4 miliar lebih untuk membiayai pengumpan angkutan massal program Pemprov Bali itu. Trayek yang dilewati adalah Uluwatu-Kelan dan GWK-Tanjung Benoa.

“Kami melihat keberadaan pengumpan dan bus Trans Sarbagita ini tidak banyak memberi kontribusi untuk mengurai kemacetan di wilayah Badung bagian Selatan,” ungkap anggota DPRD Badung, I Nyoman Mesir, Rabu (25/5).

Sejauh ini, tidak banyak masyarakat yang berminat memanfaatkan moda tranportasi murah ini. Mengingat hampir semua masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, hampir semua keluarga di Badung selatan juga sudah memiliki kedaraan pribadi. Jadi ketimbang naik angkutan massal, masyarakat lebih memilih memakai kendaraan pribadi. “Bus ini belum menjadi idaman. Kalau setiap hari kosong, kan mubasir. Belum lagi biaya operasionalnya yang begitu tinggi,” paparnya.

Untuk itu, Nyoman Mesir meminta pemerintah mengkaji ulang model transportasi ini. Sebab, Badung juga dibebankan oleh keberadaan transportasi ini dengan diwajibkan menyiapkan mobil pengumpan. “Kasian dana kita terbuang cuma-cuma, tapi tidak diminati masyarakat. Kami minta ini dikaji ulang,” ulas mantan Perbekel Desa Kutuh ini.

Selain tidak diminati masyarakat, politisi Partai Golkar ini juga menyebut Bus Trans Sarbagita belum ampuh mengatasi kemacetan di Badung selatan. Terbukti, bus Sarbagita ada, tapi kemacetan tambah parah. “Intinya kami minta dievaluasi secara menyeluruh. Karena mobil pengumpang sering kosong, dan masyarakat juga engan naik bus Sarbagita,” pungkas Nyoman Mesir.

wartawan
I Made Darna
Category

Apresiasi DEF 2026, Mendikdasmen: Denpasar Jadi Percontohan Nasional

balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Muti, memberikan apresiasi tinggi atas gelaran Denpasar Education Festival (DEF) 2026. Ajang tahunan ini dinilai sukses membangun ekosistem pendidikan bermutu dan layak menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung Hadiri Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kamis (7/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Tampil di PKB, Jaya Negara Tinjau Kesiapan Duta Kota Denpasar

balitribune.co.id I Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, meninjau langsung pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara, Banjar Wangaya Kaja, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jaba Tengah Pura Pasek ini bertujuan memastikan kesiapan duta Kota Denpasar tersebut menjelang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sedana Arta Pimpin Doa Bersama Awali Rangkaian HUT Kota Bangli ke-822 di Pura Kehen

balitribune.co.id | Bangli – Pemerintah Kabupaten Bangli resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822 dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kehen pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan spiritual ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus permohonan doa restu demi kemajuan daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Aturan Diperketat, Hotel dan Restoran di Badung Wajib Olah Sampah Mandiri

balitribune.co.id I Mangupura - Sektor Hotel, Restoran, dan Kafe/Catering (Horeka) merupakan motor penggerak ekonomi Kabupaten Badung, namun di sisi lain juga menjadi kontributor signifikan terhadap timbulan sampah. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung memperketat aturan pengelolaan sampah dengan mewajibkan pelaku usaha Horeka melakukan pemilahan dari sumbernya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.