balitribune.co.id I Badung - The Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada 13–15 Agustus 2026 akan dihadiri 1.400 hingga 1.500 delegasi dari 47 negara. Delegasi yang hadir merupakan pebisnis yang secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah konvensi dunia tersebut.
Pebisnis dari Indonesia dapat memanfaatkan pertemuan ini untuk memperluas usahanya. Mengingat, pertemuan tersebut akan dihadiri pebisnis dari puluhan negara, maka pebisnis Indonesia bisa berpeluang mengekspor produk-produknya ke luar negeri.
National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto mengatakan, dalam momentum 50th Jubilee FGBMFI, mengusung tema “One Fire, One Vision for Acceleration” pertemuan ini menjadi momentum bagi FGBMFI untuk semangat menyatukan visi dan percepatan pergerakan bisnis di dunia.
Penyelenggaraan acara ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif dan berkelanjutan bagi para pengusaha dan profesional dari berbagai belahan dunia yang hadir di Bali.
Kehadiran para delegasi internasional tidak hanya memperkuat jejaring global FGBMFI, tetapi juga secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah melalui interaksi, aktivitas, serta pengalaman para delegasi selama berada di Bali. "Pertemuan ini tidak hanya sebagai upaya membangun citra positif dan berkelanjutan dan profesional dari pelaku bisnis, tetapi juga secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah," katanya kepada awak media di Nusa Dua, Badung, Selasa (11/8/2026).
Lebih lanjut ia mengatakan, melalui pendekatan marketplace, organisasi ini mendorong para anggotanya untuk membawa nilai-nilai iman, etika, integritas, dan kepemimpinan ke dalam profesi serta lingkungan tempatnya berada. Semangat yang diwariskan tersebut terus menjadi bagian dari perjalanan FGBMFI dalam membangun komunitas global yang tidak hanya berfokus pada keberhasilan dunia usaha, tetapi juga pada bagaimana setiap individu dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya.
"Dampaknya untuk Bali, dengan kehadiran 1.400 sampai 1.500 pengusaha berikut keluarganya, anak dan istri maka okupansi hotel akan naik," ujarnya. Dikatakan Dalie Sutanto, pertemuan bagi para pengusaha Kristen di Indonesia dan puluhan negara ini digelar di Bali memberikan dampak untuk pariwisata Pulau Dewata.
"Dipilih Bali karena semua (member) setuju bahwa Bali menjadi daya tarik dunia. Jadi kalau diadakan di Bali, orang lebih tertarik untuk datang dan Bali memiliki sarana lengkap, orangnya ramah. Suatu kebanggaan kita sebagai penyelenggara, 48 negara yang hadir dan merupakan peserta terbanyak selama pertemuan FGBMFI. Kita bersyukur Indonesia kali ini dipilih lagi menjadi tuan rumah dan merupakan peserta terbanyak dari luar negeri yang hadir. Tahun depan akan berlangsung di Panama," jelasnya.