Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Garam Organik Klungkung Dilirik Turis Asing hingga Laris ke Hotel

petani
Bali Tribune / petani garam organik di Kabupaten Klungkung mampu menghasilkan 8 kilogram garam per hari di saat musim kemarau

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di Kabupaten Klungkung mendapat berkah dari musim kemarau. Pasalnya, saat musim kemarau, proses pembuatan garam menjadi lebih singkat. Sehingga petani yang membuat garam dengan metode tradisional ini dalam waktu satu hari sudah mampu menghasilkan garam organik berkualitas. 

Hal itu diakui Wayan Sueca yang merupakan salah seorang petani garam tradisional di Desa Belatung, Pesinggahan Kabupaten Klungkung, Minggu (20/9/2026). Tempat pembuatan garam tradisional milik Wayan Sueca kerap didatangi turis asing dari berbagai negara untuk membeli garam dan melihat langsung proses pembuatan garam organik tersebut. 

Ia mengatakan, telah menekuni usaha pembuatan garam organik dengan cara tradisional sejak masih kecil. "Saya membuat garam karena meneruskan usaha dari orangtua saya. Sekarang saya sudah berusia 70 tahun dan sudah membuat garam dari kecil. Sekarang ini saya meneruskan membuat garam bersama keluarga berjumlah tiga orang," katanya.

Kata dia, musim kemarau seperti sekarang ini proses membuat garam menjadi lebih cepat. Dalam waktu sehari, ia mampu menghasilkan 8 kilogram garam organik. Sedangkan saat musim hujan, proses pembuatan garam menjadi lebih lama yakni memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 hari. 

"Kalau musim hujan, proses pengeringan menjadi lebih lama. Kalau sering hujan, panen garam lebih panjang menjadi dua hari atau tiga hari menghasilkan 8 kilogram garam," ungkap Wayan Sueca.

Ia menyebutkan, garam dijual mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram tergantung kualitasnya. Penjualan garam organik ini tidak sulit, mengingat sudah memiliki pangsa pasar sejak dulu. Tidak hanya pengepul, sejumlah hotel pun sudah menjadi pelanggan tetap Wayan Sueca. 

"Jualnya ke pengepul dan dari hotel-hotel biasanya datang ke tempat saya ini. Pelanggan dari hotel sekali datang sekaligus membeli 100 kilogram garam untuk dijadikan penyedap rasa dan bahan spa," jelas Wayan Sueca. 

Ia mengatakan, dalam sehari sedikitnya 3 orang wisatawan mancanegara datang membeli garam ke tempat pembuatan garam miliknya. "Turis-turis asing ini biasanya beli garam yang sudah dikemas untuk oleh-oleh dibawa ke negaranya," ujarnya. 

Ia menambahkan, turis Jepang paling sering mendatangi tempat pembuatan garam milik Wayan Sueca. "Saya banyak punya pelanggan dari Jepang. Orang Jepang suka garam Bali. Tamu Jepang beli garam di tempat saya ini biasanya untuk oleh-oleh dan dijual di negaranya. Kalau belinya sampai 10 kilogram, itu untuk dijual di negaranya. Kalau cuma 1 sampai 3 kilogram biasanya untuk oleh-oleh," tambahnya.

wartawan
YUE
Category

Tinggalkan Sistem Manual, DPRD Bangli Terapkan Inovasi Berbasis Elektronik 

balitribune.co.id | Bangli - Sebanyak enam pejabat eselon IIB di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli resmi meluncurkan proyek perubahan sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026. Acara peluncuran tersebut berlangsung di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Kamis (17/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Urgensi Armada Damkar di Kintamani untuk Pangkas Waktu Tanggap Kebakaran

balitribune.co.id | Bangli - Wacana penempatan armada mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Kintamani telah berembus sejak sepuluh tahun terakhir. Meski demikian, hingga saat ini penempatan armada tersebut belum juga terealisasi.

Padahal, potensi terjadinya kebakaran di wilayah Kintamani tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data setempat, tercatat sebanyak empat kasus kebakaran terjadi sejak Agustus hingga pertengahan September.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi

balitribune.co.id | Mangupura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Pasarraya Kuta setelah bank tersebut dinilai tidak mampu mengatasi persoalan permodalan dan likuiditas. Hal ini diungkapkan OJK melalui siaran persnya, Jumat (18/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Membuat Surat Palsu, Polisi Tahan Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR I Made Daging 

balitribune.co.id | Denpasar - Tidak lama berselang setelah KPK menahan Dirjen Lampri Kementerian ATR/BPN RI dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, giliran penyidik Ditreskrimsus Polda Bali menahan Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan di Kementerian ATR/BPN RI,  I Made Daging A.Ptnh., M.H. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Overload Kasus Narkoba, Rutan Negara Digeledah

balitribune.co.id | Negara - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara mengalami kelebihan kapasitas (overload) hingga hampir tiga kali lipat. Di tengah kondisi tersebut, petugas gabungan dari unsur Rutan, TNI, dan Polri menggelar penggeledahan mendadak di 14 kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (17/9/2026) pagi.

Baca Selengkapnya icon click

Satu Keluarga di Jembrana Diteror Rabies

balitribune.co.id | Negara - Kasus gigitan anjing yang diduga terpapar rabies kembali meneror Kabupaten Jembrana. Kali ini, satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, menjadi korban gigitan beruntun dari anak anjing peliharaan mereka sendiri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.