Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gebug Ende Dipercaya Mendatangkan Hujan

Bali Tribune / Atraksi Gebug Ende di Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (2/7).

balitribune.co.id | DenpasarMurtirupa (atraksi) Gebug Ende khas Desa Seraya, Karangasem berlangsung Sabtu (2/6). Tradisi yang dipercaya mendatangkan hujan ini mengundang perhatian masyarakat yang ada di Lapangan Timur Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menghadirkan tradisi Gebug Ende dalam rangkaian Jantra Tradisi Bali. Diiringi Tabuh Bebonangan, dua laki-laki saling pukul dan tangkis berbekal perisai yang terbuat dari kulit sapi dan senjata berbahan rotan.

Meski begitu, ditengah tempo gamelan yang semakin meninggi, dua orang tersebut mengakhiri "peperangan" dengan pelukan erat. Tidak ada mimik wajah dendam atau kening yang mengkerut, hanya senyum lebar yang diarahkan ke setiap penonton.

Gebug Ende merupakan tradisi turun temurun, yang tidak pernah dilatih atau dipersiapkan sedemikian rupa. Tradisi berpredikat Warisan Budaya Tak Benda ini tidak lepas dari catatan sejarah Desa Seraya.

Kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) yang juga warga asli Desa Seraya, I Gde Nala Antara menuturkan Gebug Ende lahir dari rangkaian ekspansi Karangasem ke Lombok. Kisahnya pada abad ke 17 atau sekitar tahun 1614, Raja Karangasem mengerahkan pasukan andalan dari Desa Seraya, pasukan khusus yang disebut 'Soroh Petang Dasa', berjumlah 40 orang untuk menyerang Lombok.

Singkat cerita, ketika Lombok takluk, ungkapan rasa suka cita diperlihatkan dengan menari-nari membawa perisai dan senjata. Ketika kembali ke Bali pun tarian ini masih terus ditarikan. Maka euforia kemenangan inilah yang mengawali adanya tradisi permainan Gebug Ende.

"Di Lombok pun ada desa bernama Karang Seraya, mungkin saat penyerangan itu, pasukan soroh petang dasa tinggal disana atau mungkin ada pasukan yang masih tertinggal," imbuh Gde Nala.

Di Desa Seraya, Gebug Ende diadakan saat Purnama Kapat setelah upacara Usaba Kaja di Pura Puseh setempat. Namun, kata Gde Nala belakangan sudah tidak lagi, bahkan sebelum itu, beberapa kali sempat tidak dibawakan akibat satu hal yang tidak dapat dijelaskannya.

Ia juga menyebut, Gebug Ende bukanlah tradisi sakral, biasanya ditarikan pada puncak musim kemarau. Karena tanaman di ladang hanya bergantung pada air hujan, ketika hujan dirasa terlambat turun, maka Gebug Ende ini dimainkan dimana saja, termasuk di tegalan (ladang) yang lapang. Darisitu juga muncul sebuah kepercayaan, ketika satu diantara pemain sampai mengucurkan darah, maka hujan akan segera turun.

Kepercayaan itulah yang hingga kini masih dipegang teguh warga Desa Seraya dengan tradisinya, Gebug Ende. Cerminan spirit patriot leluhur Desa Seraya yang diwariskan ke setiap generasi.

Dengan event Jantra Tradisi Bali, berbagai 'keunikan' yang ditampilkan, baik itu pengobatan tradisional, makanan dan minuman khas Bali serta permainan tradisional, diharapkan hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang wajib dilestarikan.

wartawan
M3

Pegawai Salon Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Kos

balitribune.co.id I Gianyar - Warga kelurahan Gianyar, dikejutkan dengan penemuan mayat di sebuah kamar kos di Jalan Majapahit Gang Gunung Agung No 10X, Lingkungan Teges Kelod, Gianyar. Korban diketahui seorang perempuan bernama Lise Kuslianingsih (55), warga asal Bandung yang selama ini bekerja di sebuah salon kecantikan di Gianyar. 

Baca Selengkapnya icon click

Menjaga Roh Bali, Perkim Denpasar Integrasikan Arsitektur Lokal di Kawasan Permukiman

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk mengarahkan pembangunan kawasan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga melestarikan warisan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Now Or Never

balitribune.co.id | "Now or Never" adalah sebuah frase yang menggambarkan suasana kebatinan seseorang yang tengah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang harus segera ia putuskan. Seringkali muncul masalah yang bersifat mendesak dan memiliki dampak psikologis dan sosial yang luas yang apabila tidak segera diambil sebuah keputusan yang cepat akan menimbulkan persoalan yang jauh lebih sulit, baik eskalasinya maupun substansinya.

Baca Selengkapnya icon click

Simbol Penyucian Diri, Umat Buddha Gelar Upacara Pemandian Bodhisatva Rupang

balitribune.co.id | Mangupura - Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddha Dharma Bali yang berlokasi di kawasan Legian, Badung, pada Minggu (31/5/2026) untuk merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570. Prosesi ibadah berlangsung khidmat, diawali dengan penyalaan Pelita Waisak dan dilanjutkan dengan upacara pemandian Bodhisatva Rupang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jemaah Haji Asal Desa Pegayaman Meninggal di Mekkah

balitribune.co.id I Singaraja - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Buleleng, Ibrahim Mujab (75), asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Minggu (31/5/2026) siang waktu setempat. Ibrahim dinyatakan meninggal usai menjalani rangkaian puncak ibadah haji. 

Baca Selengkapnya icon click

Bangun 2 Pos Damkar, Pemkot Denpasar Siapkan Anggaran Rp10 Miliar

balitribune.co.id I Denpasar - Pemkot Denpasar akan membangun dua pos pemadam kebakaran baru di tahun 2026 ini. Pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat layanan pemadaman kebakaran di Denpasar. Rencananya Pos baru ini akan ditempatkan di Serangan dan Kesiman Kertalangu dengan anggaran disiapkan sebesar Rp10 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.