balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat dalam menindaklanjuti robohnya bangunan di SD Negeri 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar Pukul 07.45 WITA. Upaya perbaikan dan penanganan menjadi fokus utama guna memastikan keselamatan serta keberlangsungan proses belajar mengajar.
Berdasarkan hasil penilaian dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan, kondisi fisik bangunan sekolah tersebut dikategorikan rusak berat, meliputi tiga ruang kelas dan satu ruang UKS. Kerusakan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan apabila tetap digunakan.
Sebagai langkah mitigasi yang telah dilakukan sebelumnya, tiga ruang kelas tersebut telah dikosongkan sejak dua bulan lalu berdasarkan rekomendasi teknis dari dinas terkait guna menghindari risiko bagi siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah mengusulkan penanganan melalui program revitalisasi Sekolah Dasar tahun 2026. Usulan tersebut telah terverifikasi dan saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pemerintah daerah terus mengawal proses ini agar segera mendapatkan persetujuan, sehingga perbaikan dapat segera dilaksanakan. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah telah melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan ruang perpustakaan dan ruang guru sebagai ruang kelas sementara.
Pasca kejadian, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga pada Kamis, (30/1) pagi langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi bangunan serta memastikan langkah penanganan berjalan optimal. "Kami tegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses perbaikan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat," ujarnya.
Melalui sinergi antara perangkat daerah, khususnya Dinas Pendidikan serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan, diharapkan penanganan kerusakan fasilitas pendidikan ini dapat segera terealisasi sehingga siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.