Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Penyeberangan Kapal Cepat Ditutup

LEGO JANGKAR – Akibat cuaca buruk di perairan Selat Lombok, penyeberangan kapal cepat dari Padang Bai menuju Lembar dan Gili Trawangan kemarin ditutup. Kapal pun lego jangkar di Padang Bai.

Bali Tribune, Amlapura - Penyeberangan kapal cepat dari Padang Bai menuju Lembar dan Gili Trawangan Pulau Lombok, Kamis (24/1) ditutup sementara akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Lombok. Pantauan koran ini di Pelabuhan Padang Bai, kemarin, hampir seluruh kapal cepat terlihat lego jangkar di areal pelabuhan. Pun demikian, di Dermaga Rakyat Padang Bai, jika setiap harinya ada ribuan wisatawan asing dan lokal yang antre masuk ke dalam kapal cepat untuk menyeberang ke Gili Trawangan dan Gili Air. Namun Kamis kemarin, areal dermaga rakyat tersebut terlihat lengang tanpa ada aktivitas bongkar muat penumpang dan barang. Pun demikian, tidak terlihat adanya kapal cepat yang tiba dan berlabuh di dermaga. Dari peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG Wilayah III Denpasar, yang berlaku selama tiga hari dari tanggal 24 sampai 26 Januari, ketinggian gelombang di tengah perairan Utara Bali berkisar antara 0,5-3,5 meter, perairan Selatan Bali berkisar antara 0,75 hingga 5,0 meter, ketinggian gelombang di tengah perairan Selat Bali antara 0,75-4,0 meter dan ketinggian gelombang di Selat Lombok berkisar antara 0,75-5,0 meter. Kecepatan angin di Selat Lombok berkisar  antara 8-45 Kilometer per jam.  Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, kepada koran ini di Pelabuhan Padang Bai, kemarin membenarkan terkait penundaan sementara penyeberangan kapal cepat hingga perkiraan tiga hari ke depan. “Kita sudah keluarkan peringatan kepada para nahkoda kapal terkait dengan kondisi cuaca di tengah perairan. Dimana ketinggian gelombang saat ini berkisar antara 0,75 hingga 2,5 meter,” tegas Eka Suyasmin.  Ia menambahkan penundaan penyeberangan atau pelayaran ini hanya berlaku bagi kapal cepat saja, sementara penyeberangan kapal ferry sampai saat ini masih berjalan normal. “Untuk kapal ferry menuju Lembar masih berjalan normal, karena ketinggian gelombang saat ini masih relatif aman bagi kapal besar berbadan tinggi,” tandasnya. Pihaknya masih akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca di tengah perairan, baik melalui prakiraan cuaca yang dikirim BMKG Wilayah III Denpasar, maupun dari komunikasi radio dengan para nahkoda kapal.  Sementara itu, hingga saat ini arus penyeberangaan di Pelabuhan Padang Bai terlihat cukup padat, yang didominasi truk barang dengan tujuan Lombok dan daerah lain di wilayah Timur Indonesia. Hanya saja, panjangnya antrean masih tertampung di dalam areal parkir pelabuhan dan tidak sampai meluber hingga keluar pelabuhan.(ags)

wartawan
redaksi
Category

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.