Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Geng Maling dari Palembang Dilumpuhkan di Bali

Bali Tribune/ Geng Palembang yang dipamerkan kepada pers Rabu (29/1) kemarin.
balitribune.co.id | Denpasar  Kelompok maling dari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berjumlah empat orang yang melakukan pencurian di Bali ditembak polisi. Bahkan, ketua geng, Andri (39) dihadiahi dua butir peluru pada kaki kiri dan kanan. Sementara tiga rekannya yang lain, Ardimansyah (39), Hartoyo (24) dan Delly Wijaya (28) masing - masing satu butir peluru pada bagian kaki. "Mereka terpaksa kami ambil tindakan tegas dan terukur (tembak - red) karena berusaha kabur dan melawan petugas saat disergap.
 
 Sehingga untuk melumpuhkan mereka," ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiantara didampingi Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya dan Kanit Reskrimmya IPTU Hadi Mastika di Mapolsek Densel, Rabu (29/1) siang.
 
Dijelaskan Jiantara, kelompok ini memang datang dari Palembang ke Bali dengan tujuan utama untuk mencuri. Sebab, mereka telah membawa sejumlah peralatan dari Palembang, seperti dua buah obeng besar dan 40 kunci palsu berbagai jenis. Sementara dua buah pisau dibeli di Bali. 
 
Kelompok ini tidak segan - segan untuk melukai korban, apalagi saat mereka kepergok atau ketahuan. "Pisau ini mereka bawa untuk berjaga - jaga apabila aksi mereka ketahuan atau kepergok, mereka akan melukai para korbannya. Untungnya, tidak ada korban yang terluka karena memang pada saat itu korban tidak ada. Sasarannya mereka adalah rumah atau kos - kosan yang sedang kosong ditinggal pergi oleh penghuninya," jelas perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya ini.
 
Terungkapnya geng Palembang ini berkat laporan tiga orang korban. Mereka adalah Benny  (30) pada 19 Januari 2020, Corneliske Josephine De Ruiter (55) pada 27 Januari 2020, dan 
Joshua Jacometti (22) tanggal 27 Januari 2020. 
 
Benny yang tinggal Jalan Raya Sesetan Gang Ikan Pari Nomor 3B Sesetan, Denpasar Selatan mengaku kehilangan satu buah jam merk rolex daytona warna emas, satu jam merk ripcurl wrna silver, satu buah jam merk lacoste dan satu jam merk casio. Total kerugian senilai Rp71 juta. Pewristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/1).   
 
Sementara Corneliske asal Belanda yang tinggal di Jalan Penyaringan Gg. Telabah Mentari Sanur Kauh Denpasar Selatan kehilangan uang tunai Rp750 ribu, uang Dolar Singapura pecahan 100, dua buah kalung perak dan kotak tempat menyimpan uang. Total kerugian sebesar Rp 73 juta. 
 
Sedangkan Joshua pada hari yang sama, Senin (27/1) jam 18.00 Wita saat kembali ke kosnya Griya Asri Kamar nomor 1 Jalan Penyaringan No. 3 B Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan pintu kamar kosnya juga sudah dalam keadaan terbuka. Sejumlah barang miliknya, seperti satu buah headphone, satu buah kamera mirrorless dan satu buah go pro raib. Akibatnya, korban menderita kerugian Rp31 juta. 
 
"Pelaku mencari rumah kosong yang ditinggal oleh korban kemudian merusak kunci pintu atau gembok dari para korban menggunakan alat yang telah dipersiapkan," jelasnya.
 
Setelah menerima laporan dari para korban tersebut, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya melalui Kanit Reskrimnya IPTU Hadimastika memerintahkan team Opsnal yang dipimpin oleh Panit II Reskrim IPTU I Nyoman Laba pada hari itu juga, Senin (27/1) mendatangi TKP pencurian di daerah Penyaringan. Setelah melakukan olah TKP bersama team ident Polresta Denpasar lalu team opsnal melakukan penyelidikan seputaran TKP dan memeriksa keterangan saksi saksi seputaran lokasi kejadian. 
 
"Berbekal ciri - ciri pelaku dan jenis sepeda motor, anggota melakukan surveilance di wilayah Kuta. Hasilnya, keesokan harinya pukul 01.00 Wita, keempat pelaku berhasil ditangkap di sebuah penginapan di Jalan Benesari Kuta. Mereka mengaku beraksi di ketiga tempat itu. Tetapi masih kita dalami dan kembangkan lebih lanjut karena kemungkinan masih ada TKP di wilayah Polsek atau Polres lain," pungkasnya. 
wartawan
Bernard
Category

Gemarikan Digencarkan, Stunting di Badung Masih Jadi PR

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya menekan angka stunting. Kali ini, sebanyak 200 paket olahan ikan dibagikan kepada ibu hamil, balita, dan anak-anak berisiko stunting di Kelurahan Kuta, Selasa (21/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Layanan Keliling PBB-P2 Permudah Warga Bayar Pajak

balitribune.co.id I Denpasar - Jelang Batas Akhir 31 Agustus, warga mulai sibuk mendaftarkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program layanan 'Jemput Bola' yang dilancarkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar dinilai efektif dalam mempermudah masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah menjelang batas akhir pembayaran PBB-P2.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Imigrasi Singaraja Perketat Pengawasan WNA

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi teknologi serta patroli lapangan secara intensif. 

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Mang Colik, Pelaku ANPP Tusuk Korban Sambil Mandi Bareng

balitribune.co.id I Semarapura - Polres Klungkung terus bergerak tuntaskan kasus pembunuhan Nyoman Cita alias Mang Colik yang sempat viral dan mengebohkan jagat maya Bali. Satreskrim Polres Klungkung bersama Kejaksaan Negeri Klungkung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka berinisial ANPP, Selasa (21/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Kasus Gigitan HPR Terjadi di Gianyar, Pemkab Intensifkan Layanan Rabies Center

balitribune.co.id I Gianyar - Trend kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Gianyar masih cukup tinggi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar yang diterima, Selasa (21/7/2026), selama Januari hingga Juni 2026 telah tercatat 4.545 kasus gigitan HPR yang terjadi di kabupaten dengan julukan gumi seni ini. Itu artinya, rata-rata kasus gigitan HPR di Gianyar mencapai 756 kasus per bulan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.