Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gianyar Kembali Kejar KKS Sehat Tahun 2017

rapat
EVALUASI - Rapat evaluasi program Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Senin (27/6).

Gianyar, Bali Tribune

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menggelar rapat evaluasi dan pelaksanaan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Gianyar, di ruang rapat Bappeda Kabupaten Gianyar, Senin (27/6). Rapat evaluasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Gianyar, A.A Gde Agung Bharata dan dihadiri para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata mengatakan, pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) merupakan suatu proses yang akan berjalan secara terus menerus untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya. Selain itu, KKS juga dapat mengembangkan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan seluruh potensi melalui pemberdayaan masyarakat yang saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan dalam membangun potensi maksimal di Kabupaten Gianyar. “Hal ini sejalan dengan visi kabupaten gianyar yaitu gianyar bagus (bersih, alami, giat, berbudaya, sejahtera)  menuju   jagadhita,” ujar Bupati Bharata.

Untuk itu pelaksanaan verifikasi kabupaten/kota sehat pada tahun 2017, diharapkan Kabupaten Gianyar lebih siap, baik dari kelembagaan maupun keterlibatan semua sektor. Seluruh komponen yang terlibat baik warga masyarakat, swasta dan seluruh SKPD untuk merapatkan barisan, menyamakan persepsi, membenahi hal-hal yang masih kurang serta mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah dicapai sebelumnya. ”Ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi dan merupakan indikator untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pembangunan di Kabupaten Gianyar,” tegas Bupati Bharata.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Dwi Cahyani mengatakan, pada Tahun 2017 nanti, Kabupaten Gianyar akan kembali berpartisipasi dalam penyelenggaran KKS. Dari sembilan tatanan yang dinilai, Kabupaten Gianyar mengikuti tujuh tatanan, sesuai dengan potensi kawasan di wilayah. Ketujuh tatanan tersebut diantaranya adalah Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Kawasan Hutan Sehat, Kawasan Pariwisata Sehat, Kawasan Ketahanan Pangan dan Gizi, Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Kawasan Kehidupan Sosial yang Sehat dan Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi. “Pada tahun 2015 kita ikuti 6 tatanan, namun pada tahun 2017 nanti kita tambahkan satu, menjadi 7 tatanan,” jelas Dayu Cahyani.

Untuk mempersiapkan program KKS, lanjut Dayu Cahyani berharap adanya komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait untuk menghasilkan kebijakan publik, serta pemahaman dari lapisan masyarakat swasta dan pemerintah bahwa kesehatan merupakan hak yang mendasar bagi setiap warga negara.

Keikutsertaan Kabupaten Gianyar dalam lomba KKS telah berhasil meraih penghargaan, yaitu Tahun 2007 sebagai Swasti Saba Wistara dengan 8 tatanan, tahun 2011 sebagai Swasti Saba Padapa dengan 8 tatanan, tahun 2013 sebagai Swasti Saba Pada dengan 5 tatanan, dan terakhir tahun 2015 sebagai Swasti Saba Wiwerda dengan 6 tatanan.

wartawan
redaksi
Category

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengenal Tradisi Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate Badung, Layaknya Tarik Tambang Tapi Talinya 'Bun Kalot'

balitribune.co.id I Mangupura - Mengawali hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, warga Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Mbed-Mbedan, Jumat (20/3/2026). Tradisi unik yang menyerupai permainan tarik tambang ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.