Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

GIPI Bali Kaim Promosi Digital Lebih Efisien

promosi
Ida Bagus Agung Partha Adnyana

 BALI TRIBUNE - Pesatnya perkembangan dunia digital membawa pengaruh terhadap pola berwisata dari konvensional menjadi online. Pasalnya, teknologi digital atau online tersebut memberikan kemudahan seseorang untuk mengunjungi suatu destinasi. Hal itu pun akan mempermudah pelaku industri pariwisata untuk mengenalkan produk wisata atau mempromosikan potensi destinasi tersebut melalui sosial media.

Berdasarkan pola itu, menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana di Denpasar, Kamis (15/3) promosi pariwisata ke luar negeri saat ini menjadi kurang efisien karena memerlukan biaya yang cukup tinggi. Selain itu, untuk menarik perhatian wisatawan agar berlibur di Pulau Dewata dapat dilakukan dengan mengemas sebuah event berkualitas dan berkelas internasional. Kemudian event-event pariwisata yang akan digelar dapat dipromosikan melalui media sosial/online.

"Lomba-lomba internasional itu yang harus kita lakukan untuk mengundang digital itu datang (ke Bali). Bayangkan jika misalkan petenis kelas dunia main di sini, itu akan dilihat dunia. Itu cara lebih bagus daripada melakukan promosi ke luar," paparnya.

Dia mengatakan, cara yang paling ampuh dan efisien untuk mempromosikan destinasi Bali pada zaman digital ini yakni melalui pemanfaatan teknologi informasi atau online. Jika melihat data UNWTO dalam hal pariwisata dan juga dari Trip Advisor, tahun 2017 lalu sebanyak 63 persen wisatawan melakukan kegiatan wisata dengan cara digital.

Pria yang akrab disapa Gus Agung ini memperkirakan pada 2018 wisatawan berwisata dengan menggunakan digital akan meningkat menjadi 70 persen. "Cara yang paling efisien mendatangkan wisatawan adalah kita harus bikin acara di Bali atau di destinasi dan dipromosikan di media sosial, bukan kita yang keluar (promosi) ke sana. Ini kan cara digital online. Jadi bikin event-event yang banyak peminatnya seperti lomba lari. Mereka bisa datang dan join," kata Gus Agung yang juga Ketua Gahawisri Bali.

Lebih lanjut dia mengatakan, cara berbisnis sekarang ini lebih banyak dipengaruhi oleh sosial media. Maka berpromosi melalui digital tidak dapat diabaikan jika menyasar wisatawan millenial. Namun disampaikan Gus Agung, promosi secara offline dengan mengikuti sebuah event promosi di luar negeri juga masih tetap dapat dilakukan untuk menyasar wisatawan yang belum tersentuh digital.

Selain itu, Gus Agung menambahkan, mengundang media luar negeri dan para duta besar datang ke Bali untuk mengetahui situasi saat ini merupakan salah satu cara yang tepat. "Saat ini lebih baik kita mendatangkan media luar negeri dan para duta besar untuk datang langsung melihat kondisi Bali daripada kita yang promosi ke luar negeri," imbuhnya. 

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Sanur Metangi 2026 Angkat Tradisi Ogoh-Ogoh dan Pariwisata, Wali Kota Denpasar Beri Apresiasi

balitribune.co.id | Denpasar - Tradisi Ogoh-Ogoh di kawasan Sanur, Denpasar kembali dikemas secara lebih kreatif melalui event Sanur Metangi 2026 dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan parade Ogoh-Ogoh, tetapi juga berbagai rangkaian kegiatan budaya dan pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.