Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gubernur Dorong Bupati/Walikota Bentuk BUMD Pangan

Bali Tribune / Gubernur Bali, Wayan Koster

balitribune.co.id | DenpasarGubernur Bali, Wayan Koster memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Bali "Sinergi untuk Pengendalian Inflasi Daerah dan Peningkatan Ketahanan Pangan Daerah" pada Selasa (Anggara Wage, Matal) 16 Agustus 2022 pagi. Pada kesempatan itu pihaknya mendorong Bupati/Walikota se-Bali segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan untuk membantu pemerintah menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok.

"Saya mendorong bupati/walikota untuk membuat BUMD Pangan untuk sektor yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kedepan Kita akan atur perdagangan antar kabupaten/kota. Untuk itu, BUMD Pangan harus memiliki skema permodalan yang bagus agar membeli secara cash kepada petani. Jadi petani langsung mendapat uangnya," jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Gubernur Koster juga meminta Bupati/Walikota se-Bali untuk bertangung jawab dalam penanganan inflasi daerahnya. Dikatakan Koster, seorang kepala daerah harus bisa memahami kondisi ekonomi daerahnya sendiri. Ia juga menyinggung kepala daerah yang tidak hadir pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Bali yang dilaksanakan pagi ini. Secara tegas, ia meminta bupati/walikota bisa hadir langsung disetiap acara pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan.

"Kepala daerah harus bisa menghadiri rapat-rapat terkait dengan pengendalian inflasi. Bupati/walikota jangan hanya memikirkan bansos saja, tapi tidak pernah memikirkan bagaimana harga di pasar, bagaimana kondisi masyarakatnya, jangan sampai kepala daerah tidak mengetahui daerahnya mengalami inflasi," tegasnya sembari berharap, akhir tahun 2022 semua Kabupaten/kota di Bali telah memiliki BUMD Pangan.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi sepanjang Januari-Juli 2022 yakni bawang merah (0,48%), cabai merah (0,36%), angkutan udara (0,35%), bahan bakar minyak (0,22%), minyak goreng (0,21%). Dimana Kota Denpasar dan Singaraja (Buleleng) masih menjadi daerah yang mengalami inflasi cukup tinggi per bulan Juli 2022.

Disampaikan Trisno, berdasarkan polahistoris, komoditas hortikultura memasuki musim panen raya pada Agustus-September dan harga akan kembali meningkat pada November-Desember 2022, sehingga perlu diantisipasi bersama. "Sentra produksi bawang merah terkonsentrasi di Bangli, sedangkan wilayah lainnya sangat rendah. Pada semester I 2022, surplus ketersediaan dan penambahan impor, belum mampu meredam kenaikan inflasi yang mencapai 124,5% (yoy) pada Juli 2022. Pengaturan ketersediaan stok dan Kerjasama Antar Daerah (KAD) perlu ditingkatkan untuk menekan kenaikan harga bawang merah," terangnya.

Sementara untuk sentra produksi cabai rawit berada di Bangli, Karangasem, dan Buleleng. Pada semester I 2022, di Bali terjadi suplus stok dan net impor dari wilayah lain, namun tetap mengalami kenaikan inflasi yang tinggi pada Juni-Juli 2022. Ketersediaan pasokan perlu ditingkatkan pada periode selain panen raya dan sentra cabai masih perlu dikembangkan.

"Sedangkan untuk produksi beras di Bali lebih merata, terbesar di Tabanan. Pada semester I 2022, suplus stok beras di Bali cukup tinggi, dan inflasi beras terkendali.  Terjadinya ekspor gabah dari Bali ke wilayah lain mengindikasikan bahwa tempat fasilitas penggilingan padi di Bali belum mencukupi kebutuhan, sedangkan tingginya impor beras mengindikasikan harga beras di luar Bali mampu bersaing dengan beras lokal, atau banyak diminati konsumen," ungkapnya.

Ia mendorong Kerjasama Antar Daerah (KAD) terus dilakukan dan diperluas untuk mendorong pemenuhan defisit daerah yang kekurangan dari daerah surplus dan memotong rantai distribusi, sehingga menekan laju inflasi. Trisno juga sepakat dengan apa yang didorong oleh Gubernur Bali Wayan Koster untuk pembentukan BUMD Pangan di Kabupaten/Kota se-Bali. Peningkatan peran BUMD, pemetaan potensi komoditas unggulan dan pengembangan industri pengolahan komuditas hortikultura diperlukan dalam pengendalian inflasi jangka panjang.

"Mendorong peningkatan peran dan kapasitas instrument BUMD sebagai pengendalian inflasi. Membagi pusat pertanian Bali sesuai dengan potensi komoditas unggulan daerah yang terintegrasi dengan digital/ teknologi smart farming," imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan deklarasi Dukungan Kepala Daerah Terhadap Pelaksanaan KAD guna menjaga kestabilan harga pangan Kabupaten/Kota se-Bali, serta penyerahan bibit cabai kepada Kabupaten/Kota se-Bali guna mendukung Gerakan Nasional Tanam Cabai Provinsi Bali.

wartawan
YUE
Category

Operasi Pasien Tertunda Gara-gara Miskomunikasi, Komisi IV Soroti Layanan RSD Mangusada

balitribune.co.id I Mangupura  - Keluhan terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada menjadi sorotan Komisi IV DPRD Badung. Salah satu persoalan yang dibahas yakni pasien yang harus menunda operasi akibat miskomunikasi internal terkait penerapan program Mantap Nak Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Mediasi Perselisihan Ketenagakerjaan The Westin Berujung Deadlock, DPRD Badung Arahkan ke PHI

balitribune.co.id I Mangupura - Perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan manajemen Hotel The Westin Resort Nusa Dua belum menemukan titik temu. Upaya mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Badung dalam rapat kerja, Rabu (26/8/2026), berakhir deadlock.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Challenge” Berhadiah Berujung Penipuan, Polisi Buleleng Tangkap Pelaku dan Ungkap Enam Korban

balitribune.co.id I Singaraja - Satreskrim Polres Buleleng mengungkap kasus penipuan dengan modus challenge berhadiah Rp200 ribu. Seorang pria berinisial PS (25) ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga membawa kabur telepon genggam milik enam korban dengan total kerugian sekitar Rp15 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Buleleng Minta Target PAD 2027 Ditetapkan Realistis

balitribune.co.id I Singaraja - Penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 menjadi perhatian DPRD Buleleng. Dewan meminta target pendapatan disusun secara realistis dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.