Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Guillotine Mulyono

Bali Tribune / IGM. Pujastana

balitribune.co.id | Bulan ini kita memasuki hari-hari akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang secara sarkastis dengan intonasi nada menghina disebut sebagai Mulyono oleh lawan-lawan politiknya dan orang-orang yang tiba-tiba membencinya.

Mulyono sendiri adalah nama lahir Jokowi yang lalu diganti orang tuanya menjadi Joko Widodo karena sakit-sakitan.

Karena dianggap begitu perkasa dan persisten dalam ‘merusak demokrasi’, seorang budayawan lalu mengusulkan agar diakukan ‘wirid masal’ dengan menyebut nama Jokowi dengan Mulyono agar ‘kesaktian’ politiknya melemah dalam merusak demokrasi.

Bukankah Mulyono nama yang lemah dan sakit-sakitan?

Mungkin ‘wirid’ nama Muyono seperti itu akan  berdampak mungkin tidak. Tetapi yang jelas langkah yang diusulkan budawan itu adalah tindakan sia-sia yang absurd dalam membuat masa akhir Kepresidenan Jokowi porak-poranda alias crash landing.

Menyebut Jokowi sebagai Mulyono merupakan wujud kekesalan, kenapa Jokowi tidak melakukan seperti yang saya bayangkan? Tidak mengambil kangkah yang saya bayangkan, apapun langkah itu, saat menjadi presiden? Tidak melarang anaknya Gibran maju menjadi wakil presiden pada pilpres yang lalu? Kenapa Jokowi membiarkan anaknya Kaesang menjadi Ketua Partai Solidaritas Indonesia tanpa proses politik apapun? Kenapa Jokowi harus melukis dinasti dalam kanvas politik diakhir masa jabatannya dimana anak dan mantunya menapak tangga kekuasaan?

Saya tidak tahu jawabnya. Saya juga tidak tahu apakah Presiden Jokowi benar-benar melakukan perusakan terhadap demokrasi? Haruskah saya juga membenci Jokowi? Saya tidak tahu, sama sekali tidak tahu. Mungkin saya naif menganggap Presiden Jokowi berjasa bagi saya karena memulai sesuatu yang dulu tidak terbayangkan, BPJS Kesehatan dan BPJS-BPJS lainnya, sesuatu yang sangat membantu saya yang memiliki riwayat keluarga gagal ginjal. Saya naif karena bukankah negara memang bertugas untuk itu, mengurus warganya? Ada atau tidaknya Presiden Jokowi? Taken for granted.

Saat merenungkan semua masalah ini di suatu sore yang panas, saat seorang teman memberi informasi bahwa Presiden Jokowi akan langsung pulang ke Solo usai serah terima jabatan 20 Oktober nanti. ‘Kabarnya Beliau telah memesan tiket Garuda untuk penerbangan  pulang ke Solo. Saya Tidak tahu cara teman saya itu mendapat info “kelas tinggi’ seperti itu. Saya hanya  bisa lega karena Muyono benar-benar pulang ke Solo, bukan gimmick. Dia tidak akan cawe-cawe pada pemerintahan Presiden Prabowo. 

Para penyusun skenario Jokowi akan cawe-cawe pada pemerintahan baru untuk kemudian terjerembab secara memalukan tidak akan terjadi. Dan mahasiswa mungkin masih akan demo memproklamirkan Jokowi presiden gagal. Lagian apa peduli mahsiswa dengan tingkat approval rating Jokowi yang masih 80 % ? Jokowi harus tetap di demo sembari diiringi teriakan ‘gantung dan hukum mati’ Jokowi. Seseorang bahkan menceritakan secara dramatis kasus Guillotine Perancis tahun1792 saat Raja Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette dipenggal oleh rakyatnya sendiri.

Layarpun ditutup diiringi kata-kata lirih Mulyono ‘Saya akan pulang ke Solo’

wartawan
IGM. Pujastana
Category

DPRD Bangli Terima RAPBD 2027 Senilai Rp1,32 Triliun, Fraksi-Fraksi Tekankan Keadilan dan Efektivitas Anggaran

balitribune.co.id | Bangli - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.