Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gunung Agung Masih Lontarkan Lava Pijar

Gunung Agung
LAVA PIJAR - Nampak letusan Gunung Agung yang terjadi siang kemarin, masih mengelontarkan lava pijar dengan embusan kolom abu mencapai 2.500 meter di atas permukaan kawah.

BALI TRIBUNE - Gunung Agung kembali meletus dengan embusan kolom abu tebal cukup tinggi, yakni mencapai 2.500 meter di atas permukaan kawah pada Rabu (4/7). Letusan yang terjadi kemarin diawali dengan gempa tremor dan peningkatan suara SLR di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem. Embusan kolom abu vulkanik dari letusan kemarin condong mengarah ke barat, yang mengakibatkan terjadinya dampak hujan abu di Desa Suter, Kintamani, Kabupaten Bangli dan di Banjar Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem.  Terkait letusan yang terjadi kemarin, Kasubid Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM, Devy Kamil Syahbana, kepada wartawan di pos pantau menjelaskan, letusan kemarin masih bersifat efusif hanya saja disertai dengan sedikit lontaran material lava di sekitar puncak Gunung Agung. “Eruspi yang terjadi ini masih tidak ada perubahan dari sebelumnya kendati ada sedikit peningkatan erupsi abu yang terjadi sepanjang satu pekan terakhir ini,” jelasnya.  Devy Kamil Syahbana juga menyebutkan, dalam erupsi yang terjadi itu juga terpantau adanya peningkatan ketinggian kolom abu vulkanik. Peningkatan tinggi kolom abu tersebut dipicu oleh terjadinya gempa vulkanik yang terekam beberapa kali sejak beberapa hari terakhir. “Artinya kemungkinan sudah ada injeksi magma baru walaupun belum signifikan dan itu menambah tekanan pada tubuh Gunung Agung sehingga kami menyimpulkan jika sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih belum stabil,” ucapnya.  Ini juga mengindikasikan masih rawan untuk terjadinya erupsi-erupsi selanjutnya. Dari data-data tersebut pihaknya masih menyimpulkan aktivitas Gunung Agung masih di level III dengan radius bahaya berada dalam radius empat kilometer dari kawah. “Kalau kita lihat dari erupsi strombolian yang terjadi sebelumnya, lontaran lava pijarnya itu masih di radius dua kilometer. Jadi zona bahaya yang kita tetapkan masih di radius empat kilometer dari kawah,” tegasnya.  Bagi masyarakat yang tinggal diluar radius bahaya empat kilometer agar tetap tenang, dan tidak terpancing oleh berita-berita dan isu tidak benar dan tidak jelas sumbernya. Untuk potensi ancaman bahaya saat ini, menurutnya masih lontaran-lontaran lava pijar, erupsi abu dan hujan abu lebat yang sektor penyebarannya tergantung dari arah embusan angin. Sementara itu sampai saat ini jumlah pengungsi terus mengalami penambahan. Berdasarkan data yang dikeluarkan BPBD Karangasem, total pengungsi saat ini mencapai 3.406 jiwa yang tersebar di 41 titik pengungsian di Kecamatan Bebandem, Selat dan Rendang Kabupaten Karangasem. termasuk di Kabupaten Gianyar sebanyak 18 jiwa.

wartawan
Redaksi
Category

Tragedi Berdarah di Kerobokan, WNA Belanda Tewas Ditusuk

balitribune.co.id | Mangupura - Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda inisial RP tewas dibunuh di depan Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3/2026) pukul 22.50 Wita. Sementara pelaku diduga dua orang yang memakai jaket Ojek Online (Ojol).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Arus Balik Lebaran, 210 Penumpang Padati Pelabuhan Celukan Bawang

balitribune.co.id I Singaraja - Arus balik pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (24/3/2026). Ratusan penumpang yang menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 tiba dan memadati area pelabuhan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menkomdigi Pantau Infrastruktur Telekomunikasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

balitribune.co.id I Kuta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi nasional dalam menghadapi lonjakan trafik selama masa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Guna mendukung kelancaran arus balik Lebaran, Menteri Komdigi, Meutya Hafid melaksanakan kegiatan pemantauan telekomunikasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.