Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hanya Corona yang Bisa Tertibkan Lalulintas dan Parkir di Ubud

Bali Tribune/ LENGANG - Wabah Covid-19 melanda, suasana lalulintas di kawasan pusat pariwisata Ubud jadi lengang.
balitribune.co.id| Gianyar - Beragam upaya dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi kemacetan di Kota Wisata Ubud, namun selalu kandas.  Terakhir, gebrakan lintas instansi menetapkan Ubud bebas parkir tidak berjalan efektif. Ketertiban parkir hanya sempat terwujud saat bencana erupsi Gunung Agung, dan kini datang Covid 19 menyambar, Ubud langsung lengang dan benar-benar steril dari kendaraan parkir di pinggir jalan.
 
Pantauan, Kamis (23/4) siang, kawasan Ubud yang benar-benar steril dari parkir liar ini justru sangat memprihatinkankan. Karena tertib parkir ini terwujud bukan lantaran kesadaran masyarakat, melaikan akibat sambaran  Pandemi Covid 19 yang dalam sekejap menjadikan Ubud seperti kota mati. Di sejumlah titik kemacetan tidak lagi ada petugas dari Dinas Perhubungan, kecuali petugas kepolisian, yang kini mendaptakan tugas tambahan, yakni memperingatkan pengguna jalan agar memakai masker. 
 
“Kondisi ini sudah terjadi sejak wabah corona ini.  Memang masih ada beberapa wisatawan asing yang tinggal di villa-villa, itupun karena mereka menilai lebih aman di Bali dibanding di negaranya yang sudah dilanda wabah mematikan ini,” ungkap Adek Dwi Artinia, salah soerang pengurus warung makan di Jalan Raya Sambahan Ubud.
 
Paceklik wisatawan akibat Covid 19 ini pun mulai  merubah wajah Ubud diberbagai aspek.  Karena dalam situasi normal sebelumnya, keramaian di Ubud bukan disebabkan oleh warga setempat, tetapi lantaran aktivitas pariwisata mulai dari serbuan  wisatawan dan para pekerja. Padahal di bulan sekarang ini adalah high seasson, dimana  Ubud  biasanya sangat macet. “Kini Ubud kehilangan wisatawan dan usaha-usaha pariwisata seperti restoran, hotel dan sebagainya telah menutup operasional. Saya yang mengandalkan rezeki dari kontrak katering di Hotel pun langsung drop,” terang Ibu dua anak ini.
 
Secara terpisah, Kasatlantas Polres Gianyar, AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan membenarkan hal tersebut. Kondisi seperti ini tidak hanya menghilangkan kemacetan di Ubud, tetapi juga berkurangnya para pelanggar parkir. “Hal ini terjadi karena masyarakat di Ubud jarang melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
wartawan
Nyoman Astana
Category

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disdukcapil Denpasar Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 90,00 berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 800.1.5.1.1910/Dukcapil/2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Dukung Pengembangan Usaha Pemindangan Ikan Melalui Penyaluran KUR di Bali dan Nusa Tenggara

balitribune.co.id | Semarapura - Wayan Suitari yang merupakan salah seorang perajin ikan pindang di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba Kabupaten Klungkung meningkatkan usahanya dengan menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia yang sudah selama puluhan tahun bergelut di dunia pemindangan ikan, mendapat dukungan dana dari perbankan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.