Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga BBM Naik, Penumpang dan Sopir Truk Khawatir Tiket Kapal Ikut Naik

Bali Tribune / PENUMPANG - Nampak suasana penumpang kapal di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Kendati harga mentah dunia mengalami trent penurunan ataun anjlok, namun Pemerintah secara tetap menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) utamanya BBM bersubsidi kenis Pertalite dan Bio Solar. Kenaikkan harga BBM tersebut secara resmi diumumkan pada 3 September 2022 siang dan harga baru BBM tersebut langsung berlaku satu jam setelah diumumkan.

Pasca kenaikkan harga BBM ini inflasi langsung terjadi utamanya pada harga kebutuhan pokok di pasaran. Selain itu kenaikkan harga BBM ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada terjadinya kenaikkan harga tiket penyeberangan di sejumlah pelabuhan, salah satunya di Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai, Karangasem, Bali.

Dari pantauan Bali Tribune, Minggu (4/9) tarif tiket penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai masih berlaku harga lama, atau belum ada kenaikkan harga tiket. Pun demikian dengan aktifitas penyeberangan masih berjalan normal dimana sejumlah penumpang bermotor antre untuk masuk kedalam kapal.

Kendati demikian sejumlah penumpang kapal dan sopir truk di Pelabuhan Padang Bai kepada media ini, mengaku khawatir jika kenaikkan harga BBM ini akan berdampak pada kenaikkan harga tiket penyeberangan.

“Pastilah kami khawatir, kalau bisa harga tiket penyeberangan jangan ikut naik lah! Apalagi ekonomi pasca pandemi Covid-19 ini kan belum pulih. Kalau harga barang kebutuhan pokok sudah pastilah melambung, tapi kalau harga tiket penyeberangan ikut naik tentu akan memberatkan,” ungkap I Gede Suparma, salah satu calon penumpang kapal Ferry di Pelabuhan Padang Bai.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dedy Sumandika, salah satu sopir truk angkutan logistik. Menurutnya seperti kebiasaan yang sudah terjadi dari sebelum-sebelumnya, kalau  setiap ada kenaikkan harga BBM sudah pasti akan dibarenngi dengan kenaiikan harga tiket kapal. “BBM naik sudah pastilah harga tiket ikut naik! Cuman kalau harga tiket naik, ya biaya pengiriman barang atau logistik di ekspedisi dan biaya lainnya juga harus ikut naik biar seimbang,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Sumandika ini juga hampir sama dengan sopir lainnya, “Kalau memang harus naik harga tiketnya, kita sebagai warga biasa mau tidak mau harus terima. Memang berat tapi kalau memang nantinya ada kenaikkan harga tiket kapal. Harus diisesuaikan dengan kondisi ekonomi, biar tidak memberatkan,” pintanya.

Sementara itu, Manager PT ASDP Padang Bai, Nickson M Ambarita, kepada media ini menegaskan jika saat ini masih berlaku tarif tiket penyeberangan yang lama artinya belum ada kenaikkan. Lantas apakah setelah harga BBM naik akan berimbas pada adanya penyesuaian harga tiket peyeberangan? Dikatakannya memang biasanya seperti itu, namun itu merupakan kewenangan dari pusat.

“Biasanya seperti itu, cuman itu kewenangan dari pusat! Sampai saat ini belum ada informasi adanya rencana kenaikkan tiket penyebrangan. Jadi kita tunggu saja lah!” tegas Nickson Ambarita.

wartawan
AGS
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.