Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Lahir Pancasila Bukan Sekadar Perayaan

Bali Tribune/ A.A Gde Dani Artha



balitribune.co.id | Denpasar - Lain dengan A.A Gde Dani Artha (27) Desain grafis yang sekarang sedang menempuh pendidikan S2 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ditanya tentang hari lahir Pancasila, ia mengaku lupa, setelah diberitahu temannya jika 1 Juni itu tanggal merah barulah ia mencari tahu dan menyadarinya. Seingatnya, zaman SMA kurang lebih 2013 silam, hari lahir Pancasila dirayakan dengan upacara bendera. "Kalo tidak salah, zamannya Jokowi baru jadi libur nasional" ucapnya.

Menurut filosofi yang ia ketahui, Pancasila disebutkan sebagai dasar negara Indonesia.  

Sederhananya bagaimana masyarakat Indonesia memiliki sikap berlandaskan Pancasila. Karena bagi Gde Dani Artha, penerapannya tidak hanya dalam sikap-sikap bela negara yang patriotis, tapi sesungguhnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya saja pada sila pertama, 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Banyak orang tahu bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, kaya akan budaya dan macam keyakinan.

Oleh karenanya, tandasnya, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah hanya karena tidak mampu menunjukan sikap toleransi terhadap keyakinan orang lain.

Karena menurut Gde Dani Artha, Tuhan di mata setiap keyakinan mungkin saja berbeda, tapi tidak ada satu alasan untuk kita saling menghakimi dan menghujat. "Karena Tuhan pun pasti tidak mungkin menginginkan hambanya terpecah belah" kata Dani.

Lalu tentang Sila kedua, 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab'. Kaitannya dengan nilai sopan santun, kita mestinya sadar sebagai manusia yang sehat jasmani rohani, dikaruniai pikiran dan hati yang fungsinya saling melengkapi. Adab sangatlah penting, sebagai identitas budaya ketimuran, misalnya bisa bersikap kepada yang dituakan, menumbuhkan empati ketika bertemu orang yang membutuhkan dan lain-lain.

Kemudian kata Dani dalam penerapan sila ketiga, 'Persatuan Indonesia'. Hal sederhana yang bisa dilakukan terkait pengamalannya dengan cara menghargai pilihan teman yang berbeda misal dalam pemilu. Tapi yang selama ini terjadi memang sejumlah oknum masyarakat sendiri gampang terhasut, diadu domba cuma karena kontestasi politik berkala yang bahkan efeknya berkepanjangan dan tidak menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat.

Dari tulisan yang pernah dibaca, Dani menyebut mungkin bentuk-bentuk politik adu domba yg terjadi ini adalah warisan dari jaman penjajahan yang membekas sampai saat ini. Sekarang tinggal bagaimana masyarakatnya berkomitmen untuk memutus kebiasaan tersebut.

Seluruh rakyat Indonesia, menurut Dani memiliki kewajiban untuk mengamalkan nilai Pancasila dalam kesehariannya. Entah sehari-hari sebagai pengusaha, pekerja di berbagai posisi, pemuka agama, olahragawan misalnya, termasuk juga pemangku kebijakan yaitu pemerintah.

Dani yang berasal dari Kesiman ini, mengakui hal-hal dasar pengamalan Pancasila yang telah dan selalu berusaha ia lakukan seperti berketuhanan (sembahyang), adil dalam bersikap ke orang lain, menghargai teman yang memiliki perbedaan prinsip maupun keyakinan, termasuk berbeda pilihan dalam pemilihan umum.

Ia juga berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh para Pahlawan, tidak disalah tafsirkan apalagi diabaikan begitu saja.
Khususnya bagi generasi muda semangat persatuan itu harus tetap dipupuk, demi terwujudnya arti kalimat yang dicengkram Burung Garuda 'Bhineka Tunggal Ika', berbeda-beda tetapi tetap satu.

wartawan
M3
Category

Diklaim Efektif Cegah Kebakaran, Controlled Landfill TPA Mandung Capai 70 Persen

balitribune.co.id I Tabanan - Penerapan metode pengurugan secara terkendali (controlled landfill) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, menunjukkan progres signifikan. Hingga kini, progres pengerjaannya telah mencapai 70 persen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terbentur Beton Pembatas Jalan, Pengendara Motor Tewas

balitribune.co.id I Bangli - Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Bayung Gede, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada Senin (24/8/2026). Kecelakaan lalu lintas yang terjadi malam hari tersebut merenggut nyawa pengendara sepeda motor Gede Radika Dharma Putra (20) asal Desa Belancan Kintamani.

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Disegel Kementerian LH, 12 Incinerator Badung Kembali Beroperasi

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali mengoperasikan 12 unit incinerator untuk memperkuat penanganan sampah daerah. Pengoperasian mesin pembakar sampah tersebut dilakukan setelah fasilitas menjalani evaluasi teknis, uji emisi, serta memenuhi persetujuan dan perizinan yang diperlukan. Mesin canggih berharga miliaran ini sebelumnya sempat disegel oleh Gakum Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Maling Celana Dalam di Tabanan Ngaku demi Puaskan Nafsu

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang karyawan dagang lalapan berinisial MIF (20) nekat mencuri celana dalam di rumah seorang warga di wilayah Jalan Anyelir, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Pelaku secara blak-blakan mengakui bahwa tindakan menyimpang tersebut dilakukannya murni demi memuaskan hawa nafsu.

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Ajak Semeton Dewata Ikuti AHM Photo Competition 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali mengajak seluruh semeton Pulau Dewata untuk berpartisipasi dalam AHM Photo Competition 2026, ajang fotografi yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dengan mengusung tema “Cerita Sepeda Motor Honda di Setiap Perjalanan.”

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.