Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Pertama Dibuka, 10 Orang Siswi Adukan Masalah ke Posko

POSKO - Tim Posko Pengobatan Skala lan Niskala menerima pengaduan dari Siswi yang mengalami kesurupan.

BALI TRIBUNE - Resmi dibuka pada hari Jumat (24/8), di Rumah Dinas Camat Kediri, Tim Posko Pengobatan Skala lan Niskala yang terdiri dari Tim Sisia Perguruan Siwa Murti Bali Cabang Kediri, Dinas Kesehatan dan Dinas Kebudayaan Pemkab Tabanan, mulai menerima pengaduan-pengaduan dari Siswi yang mengalami Penomena Trance (kesurupan/Kerauhan) pasca Pementasan Rejang Sandat Ratu Segara. Hal ini terkait intruksi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti untuk menindak-lanjuti pengobatan para penari yang mengalami penomena trance, agar tidak berkelanjutan sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Benar saja, dari sekian siswi yang kerauhan hanya beberapa yang murni kerauhan, selebihnya merupakan dampak sakit non medis, seperti kena cetik, desti dan bebaian sesuai fakta yang terungkap di lapangan. Sesuai pantauan tim Humas & Protokol Setda Kabupaten Tabanan hari itu di lapangan, terlihat hanya baru beberapa orang siswi yang memeriksakan keadaanya. Tepatnya 10 orang siswi penari yang memeriksakan diri pasca penoma trance yang sebelumnya juga telah melakukan gelar Guru Piduka di Pura Luhur Tanah Lot. Saat itu juga turut hadir beberapa wartawan yang bertugas di Tabanan guna memantau perkembangan para siswi di lapangan. Dari data yang didapat, 8 dari sepuluh orang penari yang diperiksa terkuak mengalami sakit non medis bawaan, seperti kena desti, cetik dan bebaian, dan hanya 2 orang saja yang murni kerauhan. Yakni Komang Widya dan Diana siswi SMPN 1 Marga yang murni mengalami trance pasca pementasan sudah diobati sesuai prosesi yang ada diakhiri dengan pemelukatan (pembersihan). Sedangkan 8 orang yang mengalami sakit non medis, diantaranya Indah, Nia, Ratih, Vira, Mira, Winda, Mahertia, dan Wanda juga sudah ditangani dengan baik, dan disarankan untuk melakukan pengobatan lanjutan saat diperiksa oleh Sisia Perguruan Siwa Murti Bali Cabang Kediri, Jero Made Astawa.  Sebelum diperiksa, salah satu siswi yaitu Wanda menceritakan pengalamanya saat mau memasuki gejala kerauhan. Wanda mengaku melihat sosok perempuan cantik, berbaju putih berdiri di depan kelasnya. Dan memanggilnya serta mengajak menari diiringi oleh sinden. Setelah dirinya dipegang sinden tersebut, badannya sudah tidak terasa apa-apa lagi (langsung kesurupan). “Ada yang manggil saya. Orangnya Cantik berbaju Putih dan ada bunga melati di sanggulnya. Sindennya serem banget, setelah dipegang sinden Saya langsung kerauhan,” ungkap Wanda siswi SMPN 1 Marga itu. Namun setelah diperiksa memang benar Wanda mengalami hal tersebut, namun dirinya disukai makhluk gaib juga karena efek sakit non medis bawaan yang ia derita. Siswi dari Banjar Lebah, Marga itu terkena desti kiriman. Setelah ditangani Tim Posko Pengobatan, Wanda mengaku sangat lega, dan tidak ada beban saat kami tanyakan kondisinya, meski sebelumnya dia merasakan sakit yang hebat di kaki kananya, efek dari terkena desti tersebut.  Diharapkan di hari kedua dibukanya Posko Pengobatan Sekala lan Niskala Antisipasi Penomea Trance Pasca Pementasa Rejang Sandat Ratu Segara ini bisa lebih banyak yang datang. Sehingga secepat mungkin, Pemerintah bisa mengatasi keluhan-keluhan dari masyarakat. Meski telah melangsungkan upacara Guru Piduka dan Mepamit di Pura Luhur Tanah Lot juga diharapkan datang memeriksakan keadaan. Agar tidak terjadi efek kambuhan dari phenomena trance tersebut.  

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click

Pura-pura Bisu Saat Ditegur Pecalang, Bule Keluyuran Saat Nyepi Diamankan Polisi

balitribune.co.id | Gianyar - Suasana hening pelaksanaan hari  Raya di Sukawati sempat terusik ulah seorang warga negara asing (WNA), Kamis (19/3/2026). Bule ini didapati dengan santai jalan- jalan di Jalan Raya Sukwati dan mengabaikan teguran para pecalang adat yang mencoba memperingatkan. Hingga akhirnya, WNA ini diarahkan ke Mapolsek Sukawati, untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.