Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hilang 27 Hari, Darsana Tewas Di Pangkung

Bali Tribune/ MAYAT - Penemuan mayat di Pangkung Lambih, Subak Pesagi, Banjar Dinas Temukuaya, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan, Minggu (11/8), sekitar puku 11.00 WITA.
balitribune.co.id | Tabanan - Warga di Penebel digegerkan dengan penemuan mayat di Pangkung Lambih, Subak Pesagi, Banjar Dinas Temukuaya, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan, Minggu (11/8), sekitar puku 11.00 WITA.
 
Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh seoarang pemancing, I Wayan Alit Nurgamayasa. Dimana dirinya kaget bukan kepalang, pasalnya saat mencari lokasi untuk mancing di Pangkung Lambih, Subak Pesagi, Banjar Dinas Temukuaya, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan, malah menemukan sesok mayat. Sontak penemuan itu membuat pria berusia 30 tahun alamat Warga Banjar Senganan Kanginan, Desa Senganan, Penebel, Tabanan, ini kaget. “Saat saya mencari lokasi yang bagus untuk mancing, saya melihat ada punggung warna biru dan sandal mengapung di kubangan air,” tuturnya.
 
Mengetahui hal tersebut, saksi pun segelar melapor ke aparat Desa dan selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas yang meneruskan menghubungi Polsek Penebel.
 
Kasubag Humas Polres Tabanan, IPTU I Made Budiarta saat dikonfirmasi membenarkan terkait penemuan mayat tersebut. “Korban yang diketahui linglung dan sering ngomong sendiri dan sempat dilaporkan menghilang tanggal 12 Juli 2019 ke Polsek Penebel, sesuai Laporan Tentang Orang Hilang tanggal 15 Juli 2019,” jelasnya.
 
Dikatakannya, petugas yang datang ke lokasi penemuan segera melakukan olah TKP. Dan dari hasil pemeriksaan diketahui identitas mayat itu dan bernama I Ketut Darsana (50), pekerjaan petani, alamat Banjar Bon Dalem, Kubutambahan, Buleleng.
 
Mayat tersebut pun diakui dan dibenarkan oleh A.A. Nyoman Tirta, Banjar Pesagi, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Tabanan. Karena, korban itu adalah buruh yang bekerja sebagai tukang bangunan sejak tahun 2008 lalu. “Yang menguatkan dugaan, saksi masih ingat kartu undangan dan souvenir yang dibawa korban ada dalam tas  hitam milik korban yg ditemukan di TKP,” jelasnya.
 
Ditambahkannya, untuk mengetahui penyebab kematian, mayat korban kini dikirim ke RSUP Sanglah, dan diantar langsung saksi. “Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan keadaan korban pada saat ditemukan tertelungkup di aliran sungai yang dangkal dengan kondisi kulit sudah terkelupas, menggunakan baju putih celana jin yang dipotong,” pungkasnya.(u)
wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Tak Kantongi PBG, Satpol PP Badung Stop Puluhan Proyek Vila di Kerobokan Kelod

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menghentikan sementara pembangunan puluhan vila di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Proyek akomodasi pariwisata tersebut diduga belum mengantongi perizinan lengkap, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Selengkapnya icon click

Terseret Arus 25 KM, Jenazah Petani Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Misteri penemuan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Pengungkapan identitas ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan yang dialami keluarga korban di Banyuwangi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jadi Tersangka Menghilangkan Arsip Negara, Made Daging Juga Dilaporkan Pemalsuan Surat ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah menyandang status tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan, Kepala Kanwil  Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, MH kembali dilaporkan ke Polda Bali dengan tuduhan pemalsuan surat saat ia menjabat sebagai Kepala Pertanahan Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Bali, Sepi Tapi Rindu

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan f

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025, Dampak Positif Bantuan Sosial Hari Raya Keagamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.