Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

HILLSI Bali Dituntut Hasilkan SDM Sesuai Kebutuhan Industri

Bali Tribune/I Made Sumitra
balitribune.co.id | Denpasar - Keberadaan Dewan Pengurus Daerah Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (DPD HILLSI) Bali menjadi sebuah fondasi bagi seluruh lembaga pelatihan kerja (LPK) agar mampu bersaing di dunia industri khususnya di era revolusi industri 4.0. 
 
Ketua DPD HILLSI Bali, I Made Sumitra saat pelantikan dan pengukuhan anggota DPD HILLSI Bali dan Dewan Pengurus Cabang Kabupaten/Kota se-Bali periode 2018- 2023 serta Indonesia Vocational Summit 2019 di Denpasar, Kamis (3/10) mengatakan, lembaga pelatihan kerja didirikan berdasarkan atas kompetensi dengan mengedepankan pengetahuan, skill dan attitude. 
 
Kata dia, dalam hal ini seiring berjalannya waktu, kurikulum yang ditetapkan di LPK pun dimodifikasi sesuai kebutuhan industri. "Karena yang menjadi mitra kerja sama kita adalah SDM yang dicetak atau dilahirkan lembaga-lembaga pelatihan kerja ke dunia industri," katanya.
 
Menurut Sumitra, sinergitas dengan industri menjadi jawaban untuk LPK dalam hal mengutamakan kualitas dan menyesuaikan dengan teknologi digital yang saat ini berkembang begitu pesat serta menjadi kebutuhan. Sebab, dikatakan Sumitra peserta didik LPK sekarang ini adalah generasi milenial yang kemudian akan menjadi generasi Z. 
 
"Tentunya yang terakomodir dengan teknologi yang masuk ke lembaga pelatihan kerja baik itu dari sistem informasinya digital, marketingnya dan juga metode pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan," jelas Sumitra.
 
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kementerian Pariwisata, Wisnu Bawa Tarunajaya saat menjadi keynote speaker Indonesia Vocational Summit 2019 menyampaikan bahwa HILLSI Bali didorong dan dibina untuk melakukan pelatihan dalam program pendidikan. Apa yang dilatih oleh LPK ini tentunya agar disesuaikan dengan kebutuhan industri baik itu terkait digitalisasi. 
 
Sebab kata dia di era digital sekarang ini, SDM revolusi industri 4.0 inipun masih memerlukan karakter dan perlu juga diberikan tambahan-tambahan program digitalisasi. "Karena digitalisasi adalah sebuah program untuk mempercepat proses bagaimana sebuah administrasi perencanaan didasari oleh online atau digital itu sangat bagus," kata Wisnu. 
 
Dia mengimbau kepada LPK untuk mengajarkan para peserta pelatihan supaya memahami dan menggunakan digitalisasi guna mempercepat, mempermudah informasi data dan sebagainya dari teknologi digital tersebut. 
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dinas Pertanian Buleleng Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis, Ribuan Dosis Vaksin Masih Tersisa

balitribune.co.id I Singaraja - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mengintensifkan pelayanan vaksinasi rabies sebagai upaya rutin melindungi kesehatan hewan dan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Badung Kekurangan 15 Ribu Lampu Penerangan Jalan

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mencatat kekurangan sekitar 15.000 unit lampu penerangan jalan (LPJ) pada ruas jalan kabupaten. Kekurangan tersebut terungkap berdasarkan evaluasi terhadap data sebaran LPJ yang dibandingkan dengan kebutuhan ideal dalam masterplan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.