Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hindari Penyimpangan,Perlu Komitmen Berkelanjutan Dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Bali Tribune/Rapat Koordinasi Pengadaan Barang Jasa Provinsi Bali Tahun 2019

balitribune.co.id | Denpasar - Pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali memerlukan komitmen dan upaya perbaikan yang berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat untuk menghindari terjadinya penyimpangan.” Karena  belanja barang dan jasa di Lingkungan Pemprov Bali cukup besar, yakni 30,9 % dari keseluruhan APBD terutama untuk Infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan dan belanja strategis lainnya,” Papar AsistenAdministrasi Umum Setda Provinsi Bali, I Wayan Suarjana SE., MT ketika membacakan sambutan Gubernur Bali, Dalam acara Rapat Koordinasi Pengadaan Barang Jasa Provinsi Bali Tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali Jumat (26/4) pagi.

Anggaran belanja yang ekuivalen dengan angka 2,1 Triliun Rupiah tersebut menurut Suarjana menimbulkan potensi penyimpangan dalam tiap tahapannya mulai dari perencanaan, pemilihan, pelaksanaan hingga serah terima. “ Karena itu rapat ini sangat penting karena merupakan perbaikan, dan pengadaan ini melibatkan kita semua. Agar nantinya kita baik di pemprov bali, OPD, kabupaten/kota semuanya berbenah. Saya ingatkan bahwa kita dalam bekerja disorot oleh ‘banyak mata’ terutama masyarakat banyak,” tandas Suarjana.

Dilanjutkannya, pelaksana pengadaan barang dan jasa harus betul-betul menyiapkan diri, bersama-sama melaksanakan semua proses dan tahapan dengan sebaik-baiknya. “ Intinya kita semua yang terlibat harus mempunyai integritas, sehingga mendapatkan trust, kepercayaan masyarakat  di kemudian hari,” kata Suarjana. “ Harapannya semua itu kiita bisa implementasikan di semua OPD dan dimanapun tahapan proses pengadaan barang dan jasa ini berlangsung,” tambahnya.

Suarjana juga menandaskan di setiap tahunnya jajaran Pemprov Bali berupaya meningkatkan efesiensi serta mengurangi terjadinya penumpukan belanja di akhir-akhir masa belanja anggaran. “ Hal tersebut sudah menjadi prioritas kami bersama, dimulai dari sisi perencanaan awal sudah diarahkan termasuk arahan langsung dari bapak gubernur agar tidak terjadi penumpukan di akhir tahun, mudah-mudahan tahun ini sudah tidak ada penumpukan. Tugas kita untuk saling mengingatkan, semua ada peraturan perundangan dengan SOP-nya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Roni Dwi Susanto juga menekankan pentingnya proses perencanaan yang dilakukan dengan baik untuk menghindari ebrbagai penyimpangan, khususnya yang mengarah pada tindak pidana korupsi. “ Dalam pemilihan rekanan, dalam pengumunan pemenang , negosiasi bisa terjadi penyimpangan, suap misalnya,” katanya.

Untuk itu, Roni menjelaskan ada 3 hal yang slaing mengait yakni sistem,kelembagaan dan SDM, serta regulasi. “tiga hal ini saling terkait, misalnya kalau sistem diperbaiki namun SDM-nya masih belum berintegritas, maka bisa juga terjadi penyimpangan. Begitu pun regulasi-regulasi, kebijakan, semuanya harus berjalan bersama,” kata Roni. 

Ditambahkannya, political will dari kepala daerah juga punya peranan penting dalam mencegah penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. “ Kalau SDM-nya profesional, regulasinya bagus, ditambah kebijakan kepala daerahnya mendukung, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Terimakasih kepada gubernur dan jajaran yang berinisiatif, ini upaya yang positif dan diharapkan semua kabupaten/kota di Bali bisa mengikuti dengan reward dan punishment yang kedepannya bisa juga jadi pemicu juga,” jelas Roni.

Di kesempatan yang sama  Kepala Biro pengadaan barang dan Jasa Provinsi Bali Drs. I Ketut Adiarsa, MH menyampaikan tujuan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk forum penyamaan persepsi terkait pengadaan barang dan jasa. “ Sebagai wadah pembinaan seluruh kapupaten/kota se Bali oleh Pemprov Bali dengan tema percepatan UKPPJ provinsi dan kabupaten se-Bali sebagai pusat keunggulan pengadaan barang dan jasa mendukung visi Nangun Sat kerthi Loka Bali,” terang Adiarsa.

Selain itu, dalam rapat koordinasi yang dihadiri jajaran OPD serta perwakilan Kabupaten/kota se-Bali tersebut diberikan pula penghargaan kepada OPD dan Kabupaten yang dinilai memiliki komitmen dalam peningkatan kelembagaan. Kabupaten Badung, Gianyar dan Jembrana berada berturut-turut menjadi yang terbaik di kategori Kabupaten dan kota. Sedangkan Dinas Kesehatan, Dinas PU dan Sekretariat DPRD Provinsi Bali menduduki posisi terbaik pertama hingga ketiga di kategori pengadaan barang dan jasa perangkat daerah di Bali. ksm

               

wartawan
Redaksi
Category

Pemkab Genjot Animo Warga Ubud untuk Bertransmigrasi

balitribune.co.id I Gianyar - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan sosialisasi program transmigrasi yang berlangsung di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Senin (13/4/2026). Kegiatan dihadiri oleh berbagai narasumber dari tingkat kabupaten, hingga provinsi, serta melibatkan unsur masyarakat desa setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Klungkung Sampaikan Pemandangan Umum terhadap Tiga Ranperda Inisiatif DPRD

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Klungkung dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Bupati terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Klungkung, bertempat di Ruang Rapat Sabha Nawa Natya, Kantor DPRD Klungkung, Senin (12/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Barungan Agung Kolaborasi Empat Sekaa Hipnotis Penonton

balitribune.co.id I Gianyar - Open Stage Balai Budaya Gianyar, Senin (13/4/2026) malam terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan decak kagum ribuan penonton yang memadati Alun-alun Gianyar pecah sejak Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Cudamani memasuki panggung. Open Stage Balai Budaya Gianyar mendadak panas oleh energi muda saat pementasan Gong Kebyar Barungan Agung serangkaian  Pekan Budaya Gianyar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satpol PP Denpasar Bersihkan Ratusan Atribut Ilegal

balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melakukan penertiban besar-besaran terhadap media promosi ilegal yang melanggar estetika kota, Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil menyusul banyaknya pengaduan masyarakat terkait maraknya baliho, spanduk, hingga pamflet yang terpasang serampangan di fasilitas umum.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.