Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hujan Angin, Penyeberangan Sempat Dihentikan

Bali Tribune / PELAYARAN - Cuaca buruk yang terjadi diperairan selat Bali Kamis sore kemarin kembali menyebabkan aktifitas pelayaran kapal lintas Jawa-Bali terganggu.

balitribune.co.id | Negara – Curah hujan tinggi belakangan ini juga berpengaruh pada aktiftas penyeberangan lintas Jawa-Bali. Teranyar hujan deras yang disertai angin kencang Kamis (2/12) kembali mengganggu lalu-lintas penyeberangan kapal di perairan selat Bali. Aktifitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sempat dihentikan selama satu jam.

Sejak Kamis siang, cuaca berawan mulai menyelimuti wilayah Bali Barat. Hujan mulai turun memasuki sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang ini juga melanda perairan selat Bali. Berdasarkan informasi hujan deras dan angin kencang mulai terjadi di perairan selat Bali sekitar pukul 15.10 Wita. Kondisi ini juga menyebabkan kabut tebal sehingga membuat pelayaran kapal terganggu. Jarak pandang nahkoda atau juru mudi kapal yang tengah berlayar menjadi sangat terbatas.

Kondisi itu sangat membahayakan pelayaran kapal yang melayani penyebrangan lintas Jawa-Bali. Kondisi ini beresiko bisa mengakibatkan kapal.salah arah sehingga hanyut keluar jalur pelayaran atau kandas, bahkan hingga resiko tabrakan antar kapal. Dengan kondisi cuaca yang membahayakan keselamatan pelayaran, otoritas penyeberangan akhirnya menutup penyeberangan. Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kapal.

Penutupan penyebrangan Jawa-Bali di perairan selat Bali tersebut dimulai pukul 15.26 Wita. Kapal-kapal yang sedang berlayar diminta untuk mendekat ke pelabuhan terdekat dan mengapung di tempat yang aman. Sedangkan kapal yang sedang bongkar muat tetap menunggu di dermaga, sampai penyebrangan dibuka. Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk (BPTD Bali-NTB, I Nyoman Sastrawan saat dikonfirmasi mengakui adanya penutupan penyeberangan Jawa-Bali tersebut.

Ia menyebut penutupan penyeberangan kali ini memenga karena factor cuaca, "oprasional kapal di selat Bali dihemtikan karena cuaca buruk dan jarak pandang terbatas akibat kabut," ujarnya. Menurutnya penutupan sementara penyeberangan berlangsung hampir satu jam. Setelah satu jam penyebrangan ditutup, cuaca berangsung membaik. Pukul 16.20 Wita dibuka kembali. Kapal yang sebelumnya mengapung maupun sandar di dermaga baik di Ketapang maupun Gilimanuk kemudian melanjutkan pelayaran.

"Mengingat cuaca sudah bersahabat dan jarak pandang sudah membaik, maka kapal yang melayani penyebrangan lintas Gilimanuk -Ketapang bisa kembali beroprasi," jelasnya. Kendati penyeberangan sempat dihentikan sementara, namun dipastikannya tidak sampai menyebabkan kepadatan diareal pelabuhan. Menurutnya saat penyebrangan ditutup penguna jasa penyebrangan tidak padat sehingga tidak terjadi antrean panjang kendaraan. Antrean hanya terjadi di parkir siap muat. 

wartawan
PAM
Category

PKB Klungkung Jadi Arena Balap Liar, Polisi Tingkatkan Patroli Malam

balitribune.co.id I Semarapura - Unit Patroli Samapta Polres Klungkung melaksanakan patroli malam dengan menyambangi kawasan Rencana PKB Klungkung sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi terjadinya balap liar yang kerap terjadi pada malam hari, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antusiasme Warga Padati Gilimanuk hingga Hutan Cekik Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

balitribune.co.id | Negara - Masyarakat Kabupaten Jembrana tumpah ruah memadati kawasan Gilimanuk hingga Hutan Cekik pada Selasa (25/8/2026). Kedatangan ribuan warga dan pelajar ini guna menyambut kunjungan kerja perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diagendakan melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hutan Bali Barat.

Baca Selengkapnya icon click

Data 129 Ormas, Kesbangpol Badung Dorong Penataan dan Pemberdayaan

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 129 organisasi kemasyarakatan (ormas) telah terdata hingga Agustus 2026. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, di antaranya lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.