Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hujan Deras Akibatkan Longsor dan Bangunan Ambruk

LONGSOR - Hujan deras yang mengguyur Jembrana selama lima jam Selasa dini hari kembali menyebabkan tanah longsor dan kerusakan bangunan.

BALI TRIBUNE - Cuaca ekstrem di masa peralihan antara musim kemarau dan musim penghujan (pancaroba) yang terjadi sejak beberapa hari belakangan ini kembali menimbulkan musibah. Akibat guyuran hujan deras Selasa (6/11) dini hari, tanah longsor kembali melanda wilayah  Jembrana dan mengakibatkan kerusakan bangunan. Tanah longsor akibat hujan deras kali ini terjadi di Kelurahan Gilimanuk, Melaya. Setelah beberapa bulan lamanya dilanda musim kemarau berkepanjangan, hujan deras baru pertamakalinya mengguyur wilayah di ujung barat Pulau Dewata ini pada Selasa dini hari.  Hujan dengan itensitas sedang yang berlangsung beberapa jam hingga Selasa pagi tersebut menyebabkan tanah longsor. Akibatnya tembok penyengker Balai Lingkungan Jineng Agung amblas dan jebol. Tembok penyengker yang terletak di sisi timur jalan utama menuju Pelabuhan Gilimanuk itu jebol diduga lantaran pondasinya tidak kuat menahan air hujan deras yang mengguyur hampir lima jam. Sejumlah warga Gilimanuk mengatakan hujan deras mulai turun sekitar pukul 01.00 Wita dan berlangsung cukup lama. Sebelum tembok penyengker ambruk, areal Balai Lingkungan Jineng Agung tersebut diketahui sempat tergenang air hujan. Kepala Lingkungan Jineng Agung¸ Gede Yasa yang rumahnya bersebelahan dengan balai lingkungan itu mengatakan sekitar pukul 03.00 Wita pondasi tembok penyengker di bagian barat atau di pintu masuk balai lingkungan yang posisinya rendah amblas dan tembok di atasnya ambruk.  Tembok penyengker dari batako itu ambrol sekitar 10 meter. "Sekitar pukul 03.00 Wita saya kaget mendengar suara gemuruh. Saya kira ada truk kecelakaan. Setelah saya lihat keluar ternyata tembok penyengker itu yang roboh," ujarnya. Ia menduga ambrolnya tembok penyengker itu akibat tanah urugan di areal balai lingkungan labil. Selain itu juga pondasi tembok penyengker dari batu kali itu diakuinya tidak berisi lubang pembuangan air sehingga tidak kuat menahan tekanan dari genangan air di atasnya. "Karena hujan deras yang lama dan tidak ada lubang pembuangan air lalu mengenang dan menekan senderan hingga jebol," tandasnya. Lurah Gilimanuk I Gede Wariana Prabawa dikonfirmasi Selasa kemarin mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian longsor ini ke pihak BPBD Kabupaten Jembrana. "Untuk pembersihan kami akan bergotong royong pada hari Jumat. Kami juga besurat ke BPBD agar bisa diberikan bantuan," ungkapnya. Kalak BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila AP mengatakan pihaknya sudah menurunkan personel ke lokasi. "Untuk tembok penyengker kita akan bantu pembersihannya saat gotong royong Jumat nanti. Begitu pula untuk bantuan perbaikan," ungkap mantan Lurah Gilimanuk ini.  Selain itu hujan deras juga mengakibatkan sebuah bangunan milik warga di Jalan Teratai, Banjar Dangin Pangkung, Pekutatan ambruk. Perbekel Pekutatan, I Gede Silagunada dikonfirmasi melalui Kasi Pelayanan, I Nengah Darmayana mengatakan bangunan yang ambruk tersebut merupakan bangunan dapur milik Ni Nyoman Sari (78) yang sudah belasan tahun ditinggalkan pemiliknya tinggal di Denpasar. “Itu bangunan lama, roboh karena hujannya deras, memang sudah reot dan tidak berfungsi karena pemiliknya sudah lama tinggal di Denpasar. Katanya memang mau dibongkar,”  ungkapnya.  Selain itu hujan deras juga menyebabkan sejumlah ruangan di Kantor Perbekel Pekutatan bocor. “Mungkin karena gempa, ada sekitar 20 genteng yang bergeser, tapi karena baru ada hujan sehingga baru diketahui bocor,” ujarnya. Menurutnya ada dua ruangan di lantai dua yang bocor yakni  ruang Kasi Pelayanan dan Rauang Rapat. “Kami sudah gotong-royong untuk memperbaikinya, sehingga tidak mengganggu aktivitas kantor apalagi sekarang sudah mulai musim penghujan,” tandasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Giliran PHDI Pusat Tegaskan Pakem Nyepi: Tawur Saat Tilem Kesanga, Nyepi Esok Hari

balitribune.co.id | Denpasar - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menegaskan kembali pakem pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Minggu (11/1), Sabha Pandita PHDI Pusat menyimpulkan bahwa upacara Tawur Kesanga dilaksanakan pada Tilem Sasih Kesanga, sementara Hari Raya Nyepi jatuh keesokan harinya.

Baca Selengkapnya icon click

Tak Kantongi PBG, Satpol PP Badung Stop Puluhan Proyek Vila di Kerobokan Kelod

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menghentikan sementara pembangunan puluhan vila di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Proyek akomodasi pariwisata tersebut diduga belum mengantongi perizinan lengkap, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Arus 25 KM, Jenazah Petani Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Misteri penemuan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Pengungkapan identitas ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan yang dialami keluarga korban di Banyuwangi.

Baca Selengkapnya icon click

Jadi Tersangka Menghilangkan Arsip Negara, Made Daging Juga Dilaporkan Pemalsuan Surat ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah menyandang status tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan, Kepala Kanwil  Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, MH kembali dilaporkan ke Polda Bali dengan tuduhan pemalsuan surat saat ia menjabat sebagai Kepala Pertanahan Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bali, Sepi Tapi Rindu

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan f

Baca Selengkapnya icon click

Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025, Dampak Positif Bantuan Sosial Hari Raya Keagamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.