BALI TRIBUNE - Hujan deras yang mengguyur Tabanan, Senin (21/1) sore hingga malam, mengakibatkan longsor di Perumahan Sandan Sari, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Akibatnya satu unit rumah ambles jatuh ke sungai akibat longsor. Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian tersebut sekitar pukul 22.30 wita, Senin (21/1) malam, saat itu kondisi dalam keadaan hujan deras. Rumah yang longsor diketahui milik Pak Rahmat yang tinggal di wilayah Sesetan, Denpasar. Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat satu unit rumah sudah ambles dan berada di sungai, yang tingginya sekitar 15 meter dari atas perumahan Menurut salah seorang warga, Bagas Alif, yang bersebelahan dengan rumah yang longsor tersebut, rumah yang longsor ke jatuh di sungai kebetulan kosong, tidak ada penghuninya. Sekitar pukul 22.30 wita, dirinya bersama keluarga mendengar suara gemuruh, kemudian mereka keluar rumah untuk mengecek suara tersebut. Pada saat keluar tiba-tiba rumah nomor 42 yang berada di depannya ambles jatuh ke sungai. "Awalnya cuma dengar suara gemuruh, setelah saya keluar tiba-tiba saya lihat rumah di depan ambruk jatuh ke sungai. Habis itu kami langsung keluar semua," ungkapnya, Selasa (22/1). Atas kejadin tersebut Bagas bersama keluarga merasa was-was, karena posisi rumahnya juga berada di pinggir sungai, yang tingginya sekitar 15 meter. Kemudian dirinya bersama keluarga berusaha mengeluarkan barang-barang berharga seperti motor dan mobil yang dititip di tetangga yang tempatnya aman. Karena takut tidur di rumah sekitar pukul 01.00 wita dirinya bersama keluarga akhirnya menginap di rumah keluarga yang ada di penyalin demi keamanan. Sementara itu warga yang lainnya, Arianto (32) juga mendengar pas kejadian rumah yang longsor jatuh di sungai. Dirinya hanya mendengar suara gemuruh, kaya ada batu jatuh yang dihantamkan. Kemudian dirinya melihat warga sudah ramai dan dikatakan ada rumah yang longsor. Dirinya yang sudah tinggal dua tahun mengontrak rumah di sana rencananya akan pindah mencari kosan karena rumah yang ia tinggali juga posisinya rawan karena senderan di samping rumah sudah terkikis oleh air sungai, bahkan tanah di bawah rumahnya sudah berlubang. Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Putu Trisna Widiatmika saat berada di lokasi mengatakan, rumah longsor di Perumahan Sandan Sari tersebut diketahui sekitar pukul 23.00 wita, pada saat itu ada masyarakat yang melapor ke Kantor BPBD Tabanan. "Kemarin ada masyarakat yang melapor sekitar pukul 23.00 wita, kemudian kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisinya," jelasnya. Setelah pihaknya turun bersama tim, dirinya melihat ada beberapa rumah yang kondisinya rawan, karena tanah dan senderan dari rumah sudah dikikis oleh air sungai. Demi keamanan pihaknya menyarankan agar warga mengungsi, ada enam rumah yang dinilai rawan longsor. "Ada enam rumah yang harus diseterilkan karena rawan longsor, karena tanah dari perumahan tersebut sudah digerus oleh air sungai. Enam rumah tersebut ada penghuninya, kami sarankan agar mengungsi demi keamanan," tambahnya. Senderan Pura Jebol Hujan Senin (21/1) malam juga mengakibatkan senderan Pura Prajapati Setra Kelod Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, longsor. Reruntuhan lonsoran tersebut menutup saluran irigasi subak senapahan dan juga menutup jalan dari Banjar Menalun menuju Alas Kedaton. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 wita. Pada saat itu hujan lebat sedang mengguyur wilayah Tabanan. Menurut warga, I Ketut Sudarsana (50), sekitar pukul 23.00 wita, dirinya sempat mendengar suara seperti gemuruh. Pada saat itu kondisi sedang hujan lebat. Namun dirinya tidak ada rasa curiga karena kondisi dalam keadaan hujan, dirinya tidak keluar rumah untuk mengecek suara tersebut. Pagi hari salah seorang warga I Made Arya Wikanta, melapor ke Kepala Dusun Lodalang bahwa senderan yang baru dibangun di sebelah timur Pura Prajapati Setra Kelod, Desa Kukuh roboh. Atas laporan tersebut kemudian Kepala Dusun Lodalang I Ketut Sukayadnya (44) mengecek ke lokasi dan memang benar senderan sebelah timur Pura Prajapati Setra Kelod Desa Kukuh sepanjang 15 meter roboh ke timur dan menutup aliran subak senapahan dan jalan dari Banjar Menalun menuju Alas Kedaton. Diduga akibat guyuran hujan yang lebat senderan tidak kuat menahan beban yang mengakibatkan senderan jebol. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat kejadian tersebut Desa Kukuh diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 144.000.000.