Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

HUT ke-16 Federasi Serikat Pekerja Bali Diisi Persembahyangan Bersama

Bali Tribune/ SEMBAHYANG BERSAMA - Sekda Adi Arnawa bersama jajaran dan Federasi Serikat Pekerja Bali melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung, Sabtu (4/12).



balitribune.co.id | Mangupura - Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Federasi Serikat Pekerja Bali (FSP- Bali) dan sebagai wujud syukur berkurangnya pandemi Covid-19, mulai dibukanya pariwisata serta UMK di Kabupaten Badung sudah disepakati.

Pada Sabtu, (4/12) bertepatan dengan rahina tilem kanem, jajaran FSP-Bali bersama Pemkab Badung melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung. Hadir Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa yang juga sebagai Ketua DPC FSP-Bali Cabang Badung, Anggota DPRD Ni Luh Putu Gede Rarahita Sukmadewi, Kadis Perinaker Ida Bagus Oka Dirga, Pengurus  FSP-Bali beserta anggota.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada FSP-Bali yang telah menggagas acara ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, karena telah memberikan kekuatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Disadari bersama bahwa pandemi ini telah berdampak pada pendapatan Kabupaten Badung yang mengutamakan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan, sebagaimana diketahui serikat pekerja sebagai wadah organisasi bagi pekerja telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pariwisata.

Lebih lanjut Adi Arnawa mengatakan, hubungan industrial yang dibentuk bertujuan untuk memberikan perlindungan, membela hak dan kepentingan serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarga.

Selanjutnya Adi Arnawa mengajak seluruh anggota FSP-Bali untuk terus meningkatkan kerjasama dengan membangun ruang dialog melalui cara komunikasi dan interaksi berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kebersamaan.

Mengakhiri sambutannya Sekda Adi Arnawa mengucapkan selamat HUT yang ke-16 tahun bagi FSP-Bali, semoga FSP-Bali dapat memberikan peningkatan prestasi di bidang hubungan industrial serta selalu memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya dan FSP-Bali diharapkan juga ikut dalam mensukseskan program pemerintah terkait dengan hak yang harus didapatkan oleh pekerja dengan mengikutsertakan pekerjanya dalam jaminan sosial ketenagakerjaan dan jaminan sosial kesehatan, seraya berharap percepatan pemulihan ekonomi daerah pasca pandemi Covid-19 dapat segera tercapai.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah FSP-Bali Cabang Karangasem I Nengah Mertayasa mengatakan Federasi Serikat Pekerja se-Bali berkumpul dan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Lingga Buana Puspem Badung untuk menyongsong HUT ke-16 FSP-Bali yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang. Pihaknya merasa bersyukur bahwa upah minimum Kabupaten Badung dan Kabupaten/Kota di Bali sudah ditetapkan dengan SK Gubernur Bali.

Lebih lanjut dikatakan bahwa keanggotaan dari FSP-Bali adalah mayoritas pekerja pariwisata hampir 2 tahun merasakan dampak dari pandemi Covid-19, bahkan banyak anggota yang dirumahkan tanpa upah namun demikian pihaknya tetap bersyukur dan masih bertahan serta dianugerahi kesehatan dan bisa menjalankan organisasi.

“Kami berharap pariwisata untuk terus dijaga, dan dikembangkan ke depannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali dan Badung pada khususnya. Untuk itu diminta kepada Pemerintah agar selalu memberikan pengayoman khususnya dimasa pandemi ini yang rawan akan terjadinya PHK sepihak,” tandasnya.

wartawan
ANA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.