Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Idul Fitri: Perayaan Kehidupan

Bali Tribune/Putu Suasta
balitribune.co.id | SEBENTAR lagi Idul Fitri akan tiba. Dan kini para umat Islam dengan khusyuk menjalankan ibadah puasa. Di tengah kecamuk realitas sosial politik saat ini, umat Islam di negeri ini tetap menunaikan ibadah puasanya. Inilah perjuangan yang agung bagi umat Islam dalam upaya pengendalian diri dan menjalankan kewajiban agamanya. 
 
Dalam ceramahnya, KH Zainuddin MZ menyebutkan, puasa itu bukan memusnakah napsu, melainkan mengendalikannya, menempatkan napsu pada tempatnya. Sebab menurutnya, manusia tetap harus punya napsu karena itulah kelengkapan sebagai manusia. Hanya kemudian, napsu harus dikendalikan, napsu harus dikembalikan pada tempatnya.  
 
Dan ketika tiba masanya, yakni Idul Fitri, maka di situlah suka cita mengemuka dari relung nurani paling dalam. Karena Idul Fitri, dari yang saya tahu, salah satunya bermakna ‘suci kembali’. Makna yang indah, luhur dan mulia. Idul Fitri ialah suatu momentum keagungan bagi Umat Islam dalam menemukan kesuciannya kembali. 
 
Lebih jauh KH Zainuddin MZ juga mengungkapkan bahwa Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah manusia. “Idul firi artinya kembali kepada fitrah, kembali suci seperti bayi. Ketika kita lahir sebagai bayi, kita tak punya dosa. Ada juga yang menganggap Idul Firtri sebagai pengingatan untuk kembali kepada kebajikan, kembali kepada kepada berbuat baik. Itu juga benar. Intinya kembali kepada fitrah manusia yang suci seperti bayi, kembali bersih,” ungkap KH Zainuddin MZ.
 
Beliau juga menyebutkan bahwa manusia yang fitrah adalah makhluk sosial, makhluk yang memerlukan orang lain. Karena itu beliau mengungkapkan bahwa Idul Fitri adalah silahturahmi antara sesama kita. Dalam ceramahnya beliau juga mengajak bangsa ini bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan. Beliau juga mengingatkan bahwa rakyat terlalu lama terpuruk dan kini saatnya untuk bangkit. “Pemimpin itu harus melayani rakyatnya bukan meminta sebaliknya,” ujarnya. Maka, momentum Idul Fitri adalah saat kembali bangkit untuk menuju Indonesia yang berjaya. Dengan semangat silahturahmi inilah bangsa ini memiliki harapan besar untuk bangkit dari keterpurukan di dalam segala bidang kehidupan. 
 
Bagi saya pribdi, sebagai penganut agama Hindu, menyaksikan suka cita yang terpancar dari wajah teman-teman dan kenalan yang mudik dan sedang bersiap menyambut Idul Fitri, adalah sebuah perayaan kehidupan. Ikatan afektif dengan mereka karena kebersamaan baik sebagai rekan kerja, teman sekolah/kuliah, maupun tetangga serta-merta membuat saya ambil bagian dalam suka cita yang mereka rasakan dan menguatkan kesadaran saya bahwa hidup ini pantas dan mesti dirayakan. 
 
Jika saya menjabarkan lebih luas, kesucian itu memancarkan kedamaian. Islam adalah agama kedamaian. Maka momentum Idul Fitri baik untuk berbagi kedamaian dalam kehidupan yang luas sebagai sebuah bangsa, baik berbagi kedamaian dalam hidup berdampingan dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Karena sebagaimana diyakini umatnya, Islam menawarkan keteduhan.
 
Dengan pemahaman itu, rasa damai sebagai sebuah bangsa sesungguhnya telah ada sejak lama. Karena baik Islam maupun agama-agama lain di Indonesia menyiratkan dan menyuratkan kehidupan yang rukun, toleran, bahu-membahu saat ditimpa bencana. Fakta itu telah banyak diperlihatkan dalam berbagai tempat dan situasi di negeri ini. 
 
Tapi memang tak dapat dipungkiri bahwa hidup tak sesederhana yang kita bayangkan. Kita juga bukan makhluk yang sempurna. Karena itu gejolak sesekali muncul, permasalahan juga sesekali datang dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi kemudian alam demokrasi belakangan ini yang begitu luas terbuka memungkinkan orang-orang sulit mengontrol dirinya. 
 
Di Indonesia, kita masih menghadapi aneka persoalan sebagai sebuah bangsa. Tapi semua persoalan yang muncul di negara ini (bahkan di seluruh dunia) bersumber dari ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. Tidak seorang pun yang dapat menjamin dirinya tidak akan terjerumus  ke dalam kesalahan atau kenistaan. 
 
Dalam konteks khusus, pemilu 2019 yang dilangsungkan serentak pada 17 April 2019 dan diikuti ratusan juta masyarakat Indonesia memilih presiden, DPR RI, DPRD dan DPD tentu tak luput dari konflik-konflik sosial politik. Dan kita telah lihat bersama betapa sengitnya konflik yang ditimbulkan, baik di daerah maupun di ibukota. Dugaan-dugaan kecurangan, ketidakpuasan dan berbagai dan berbagai sentimen yang ditimbulkan karena perbedaan pilihan itu sungguh-sungguh rawan dan berpeluang menimbulkan konflik yang panjang.   
 
Namun sejauh itu pula—sebagai bangsa—kita dapat mengendalikannya, semua dapat diatasi. Ini tak bisa dipungkiri sebagai bagian dari telah terpupuknya pengertian-pengertian kita sebagai satu bangsa. Kebhinnekaan yang kita pegang menjadi rujukan pemersatu untuk tetap bertahan sebagai satu bangsa; Bangsa Indonesia! 
 
Sebagai agama besar, Islam telah memperlihatkan kematangan religiositasnya di negeri ini. Islam telah sanggup secara dewasa menempatkan dirinya sebagai agama yang mendamaikan. Maka momentum Idul Fitri tahun ini adalah momentum yang indah untuk menguatkan tali persaudaraan sebagai satu bangsa; sebagai momentum untuk mendapatkan kembali keutuhan kita sebagai bangsa besar. Inilah yang menjadi renungan kita bersama, bahwa Idul Fitri hakikatnya kembali suci, kembali menabur kedamaian untuk kita semua. Momentum Idul Fitri ini adalah momentum untuk saling memaafkan, melupakan perbedaan pilihan demi Bhinneka Tunggal Ika, demi NKRI demi kesatuan Indonesia! 
 
Semoga kidmat dan hikmah Idul Fitri semakin menguatkan keyakinan kita bahwa sejatinya semua agama menuntun kita untuk selalu merayakan kehidupan, menuntun kita kepada kebaikan dan kedamaian.
 
Selamat menjalankan ibadah puasa dan menanti kedatangan hari raya Idul Fitri bagi sahabat dan saudara saya. Mohon maaf lahir dan batin.  red/uni
 
 
wartawan
Putu Suasta
Category

Pekenan Galungan dan Kuningan, FKLJK Bali Dorong UMKM Hadirkan Kebutuhan Hari Raya dengan Harga Terjangkau

balitribune.co.id I Denpasar - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali menghadirkan kegiatan Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Galungan, Bunga Pecah Seribu Langka

balitribune.co.id I Denpasar - Menjelang Hari Suci Galungan, berbagai kebutuhan hari raya umat Hindu di Bali ini kian mengalami kenaikan harga hingga kelangkaan pasokan di pasar tradisional. Salah satunya bunga pecah seribu yang diakui para pedagang di sejumlah pasar tradisional mendekati Galungan ini mengalami keterbatasan pasokan dari petani.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

D’Youth Fest 6.0 Tampil Berbeda, BKraf Denpasar Perkuat Ruang Kreativitas Anak Muda

balitribune.co.id I Denpasar - Badan Kreatif Denpasar (Bkraf Denpasar) kembali menghadirkan D’Youth Fest 6.0 sebagai ruang ekspresi generasi muda yang tahun ini tampil dengan konsep lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak. Tidak hanya menghadirkan hiburan dan panggung kreativitas, D’Youth Fest 6.0 dirancang menjadi ruang bertemunya ide, jejaring, hingga peluang pengembangan kapasitas anak muda.

Baca Selengkapnya icon click

Stok Babi Jelang Galungan di Badung Dipastikan Aman, 172 Petugas Diterjunkan Awasi Kesehatan Ternak

balitribune.co.id I Mangupura - Menjelang Hari Raya Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung memastikan ketersediaan stok babi untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi. Fokus pengawasan saat ini tidak hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga memastikan ternak yang akan dikonsumsi masyarakat bebas dari penyakit, khususnya African Swine Fever (ASF).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ratusan Pelajar Ramaikan OMIA 2026 di Bali untuk Sebarkan Nilai Olimpiade

balitribune.co.id I Badung - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) kembali menghadirkan program Olympic Movement in Action (OMIA) 2026 yang digelar di kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan NOC Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai Olympism sekaligus memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.