Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

IGA Rai Wirajaya: Stimulus Pemerintah Rangsang Pertumbuhan Ekonomi.

IGA Rai Wirajaya
IGA Rai Wirajaya

BALI TRIBUNE - Hampir 3 periode di Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya mencermati sektor keuangan perlu didorong lebih maju lagi. Pasalnya saat ini pendapatan negara dari sektor ini dianggap masih rendah, padahal pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang menyangkut sektor keuangan. "Sebenarnya kita inginkan adanya peningkatan penerimaan negara dari berbagai sektor melalui kebijakan yang digulirkan pemerintah, bahkan tax ratio kita masih rendah," sebut Anggota DPR RI dari Partai PDIP ini. Pertumbuhan dunia usaha yang masih melambat pun jadi perhatian komisinya. Menurutnya dunia usaha perlu dipacu lebih intensif kedepannya dalam rangka pertumbuhan ekonomi negara. "Stimus dalam bentuk relaksasi kebijakan dunia usaha juga kita dorong," katanya sembari mencontohkan relaksasi LTV/FTV sektor properti. Setelah mengalami stagnansi selama lebih kurang setahun terkhir khusus Bali dikatakan, sektor properti residensial (baik pasar primer maupun sekunder) di Bali mulai menunjukkan indikasi pemulihan. Hal ini tercermin dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Primer Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali triwulan II 2018. Indeks harga properti residensial primer (IHPR) pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 185,44, lebih tinggi dibanding triwulan lalu yang sebesar 185,23. Berdasarkan tipe rumah, peningkatan terutama terjadi pada rumah tipe kecil, sedangkan tipe rumah menengah dan besar masih belum menunjukkan peningkatan. "Seiring dengan kebijakan pelonggaran kebijakan LTV/FTV yang berlaku pada Agustus 2018 diyakini dapat menstimulasi pertumbuhan KPR yang mulai menunjukkan tendensi peningkatan," tukasnya. Sedangkan dari sisi sistem pembayaran pihaknya terua mendukung efisiensi perekonomian dengan berpedoman pada sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah. Rai Wirajaya juga menambahkan, sistem pembayaran non tunai diarahkan untuk membentuk ekosistem pembayaran non tunai yang saling terhubung, terjangkau, inovatif, kompetitif, dan melindungi penggunanya. "Kami mendorong interkoneksi dan interoperabilitas instrumen, kanal, dan infrastruktur pembayaran dibawah payung Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)," tukasnya. Dalam merespon pesatnya Financial Technologi (Fintech) pihaknya menyambut baik kolaborasi BI dan OJK yang secara bersama-sama membangun industri keuangan nasional secara sehat. "Sinergi otoritas saat ini dibutuhkan untuk merespon pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini," tuturnya. Di sisi lain ia juga mengatakan dengan selesainya pembangunan infrastruktur yang digelontor pemerintah diharapkan  distribusi komoditas  pokok masyarakat bisa terpenuhi, ada stabilitas harga serta  inflasi terjaga. "Penyelesaian infrastruktur oleh pemerintah berimbas pada menggeliatnya perekonomian masyarakat serta lancarnya saluran distribusi pangan," imbuhnya. Rai Wirajaya yang sangat intens mendukung pembangunan infrastruktur ini menilai peningkatan sarana dan prasarana bagi masyarakat sangat penting baik dalam mendukung aktivitas sehari-hari juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Seperti halnya dukungan Komisi XI bersama BI dalam membantu pengembangan infrastruktur air bersih belum lama ini di Nusa Penida yang bukan saja bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari warga juga mendukung pertanian, peternakan dan pariwisata yang tengah berkembang di daerah itu. "Peran serta masyarakat dalam memajukan pembangunan sangat penting. Sebab dengan semakin tingginya pertumbuhan ekonomi masyarakat, maka akan sangat mendukung program pembangunan yang berkelanjutan," pungkasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Validasi DTSEN Resmi Dimulai, Pemkab Buleleng Kerahkan 2.700 Relawan

balitribune.co.id I Singaraja -  Verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Buleleng resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Buleleng menandai pelaksanaannya melalui penandaan rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial serta peluncuran mobil layanan DTSEN, Senin (2/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

PAD Anjlok, Dewan Minta BRIDA Bangli Lakukan Riset

balitribune.co.id I Bangli - Anjloknya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli tahun 2025, menjadi perhatian serius kalangan DPRD Bangli. Dalam rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Saat itu, sejumlah OPD yang hadir diantaranya, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), BKPAD dan OPD terkait lainnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Warning TPP OPD Tak Cair Bila Target PAD Tak Terealisasi

balitribune.co.id I Bangli - Sejauh ini potensi-potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli nyatanya belum dipetakan dengan jelas. Potret Bangli secara keseluruhan, belum sepenuhnya dikuasai dan diketahui oleh pimpinan OPD. Realita menyesatkan ini berdampak pada  tidak tercapainya target PAD dan kondisi ini kerap terjadi saling menyalahkan dan saling lempar tanggungjawab.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Bali Minta Penegakan Hukum Terkait Temuan Hidrokarbon di Ekosistem Mangrove Selatan

balitribune.co.id | Denpasar - Hasil uji laboratorium terhadap 60 are lahan mangrove di kawasan selatan Bali yang dinyatakan positif tercemar hidrokarbon jenis diesel (solar) hingga kini belum mendapat respons resmi dari pihak terkait.

Baca Selengkapnya icon click

Lepaskan Panah, Wabup dan Ketua DPRD Badung Resmi Buka Porsenijar Badung 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan prosesi pelepasan panah di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (2/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.