Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ingin Selalu Berjuang untuk Klungkung dan Bali

Ketut Juliarta

BALI TRIBUNE - Saat ditemui di sebuah sebuah restauran cepat saji di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, belum lama ini, Ketut Juliarta tampak masih sangat enerjik. Maklum saja, politisi Gerindra asal Klungkung ini terbilang masih cukup muda, karena ia lahir pada 16 Juli 1990. "Harapan saya selalu berusaha keras dapat memajukan Kabupaten Klungkung dan tentunya juga untuk Propinsi Bali," ujarnya yang mengaku akan turut "berebut" di Kursi Dewan di Renon 2019 mendatang. Dirinya yang lahir dan besar di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung. Sejak kecil, Ketut sudah senang bergaul dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun olah raga di Desanya. Saat kuliah di Dwijendra, tahun 2010 dirinya sempat ambil cuti dan bekerja selama dua tahun di kota Adelaide, sebuah pabrik kentang Australia. Pada tahun 2014 dirinya sempat maju di Pileg dan meraih suara 1.394 di Kecamatan Dawan. Namun ia gagal duduk di kursi dewan DPRD Klungkung karena hanya berada di urutan 3 perolehan suara. "Namun saya tetap bertahan, tidak keluar dari Gerindra, saya tetap setia mengabdikan diri. Dan akhirnya tahun 2018 saya dapat PAW (pergantian antar waktu) menggantikan Nyoman Sukanada yang meninggal dunia,"ujarnya. Ketut berprinsip bekerja iklas untuk Partai Gerindra dan tanpa pamrih. Saat ini ia duduk sebagai anggota DPRD Klungkung di Komisi 3.

wartawan
I Made Ari Wirasdipta
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.