Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Isolasi Bondalem, Warga Keluhkan Kualitas Beras Dibawah Standar

Bali Tribune / BERAS - Kualitas beras Bulog yang dikeluhkan warga Desa Bondalem
balitribune.co.id | Singaraja - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu nasib sebagian warga Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula saat diisolasi setelah diterapkan kebijakan karantina wilayah sejak, Minggu (3/5). Sebagian warga setempat mengeluhkan beras pemberian Pemkab Buleleng dibawah standar. Beras yang dibagikan melalui BUMDdes setempat kualitasnya lebih buruk dari beras yang dibagikan sebelumnya sehingga sebagai bentuk kekecewaan warga ramai-ramai mengembalikan beras itu ke kantor desa.
 
Akibat kualitas beras yang kurang bagus itu tak saja warga setempat yang kecewa, pentolan LSM Gema Nusantara (Genus), Antonius Sanjaya Kiabeni juga melontarkan kritikan yang cukup pedas. Ketua Badan Eksekutif LSM Genus itu menyatakan Pemkab Buleleng tidak boleh abai kepada masyarakat Desa Bondalem selama  masa karantina. Tidak saja soal kontrol kesehatan berkait Covid-19 namun soal hajat hidup warga yang menjadi tanggungan pemerintah. Terlebih soal logistik, pemerintah, kata Anton mesti cermat agar tidak menimbulkan persoalan baru ditengah konsentrasi menangani soal Covid-19.
"Soal beras yang dibawah standar banyak masyarakat tolak beras itu karena tidak layak dikonsumsi manusia," tandas Anton.
 
Kepala Desa /Perbekel Bondalem, Drs Ec. Ngurah Sadu Adnyana membenarkan beberapa warganya mengembalikan beras dari pemerintah karena dianggap tidak layak konsumsi. Namun setelah dikembalikan ada sebagian warga yang mengambil kembali karena merasa dipaksa oleh warga lainnya.
 
"Ada masyarakat yang sebelumnya kembalikan berasnya, barusan kesini marah-marah dan ambil kembali berasnya. Katanya dia dipaksa mengembalikan berasnya," kata Perbekel Ngurah Sadu, Rabu (6/5/2020).
 
Ngurah Sadu mensinyalir ada pihak yang mengkoordinir penolakan beras itu karena mereka warga yang terbiasa makan enak dengan beras berkualitas bagus.
"Ada yang sebelumnya makannya enak-enak lalu dikasih beras Bulog jadi kaget. Kalau masyarakat biasa mereka terima kok, tidak masalah. Ini karena ada orang yang sengaja mengkoordinir tolak beras jatah ini," kata Ngurah Sadu.
 
Kendati demikian, Ngurah Sadu mengaku akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Buleleng untuk mengganti beras dengan kualitas lebih baik.
"Yang mau kembalikan silahkan, kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Buleleng," ucapnya.
 
Ngurah Sadu menyebut,distribusi beras ke desanya terjadi dua tahap. Yang pertama 10 ton dan tahap kedua 30 ton. "Yang tahap pertama tak masalah justru yang tahap dua bermasalah," ungkapnya.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng, Gede Suyasa mengaku sudah melakukan kordinasi dengan pihak Bulog pemasok utama beras yang bermasalah tersebut agar tidak menjadi bola liar yang bakal dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh situasi. Suyasa menduga pengawasan terhadap distribusi beras itu lemah mengingat yang di pasok ke Desa Bondalem dalam jumlah besar.
 
"Mungkin karena jumlahnya banyak sehingga ada yang tidak terawasi dengan baik. Tadi ada beberapa warga yang mengembalikan," ucap Gede Suyasa.
Suyasa mengakui sampel beras yang diambil cukup bagus itupun setelah dilakukan analisa. Namun  sampai masyarakat ternyata ada fakta lain sehingga pihaknya harus melakukan koordinasi dengan Bulog.
"Kita sudah lakukan koordinasi dengan Bulog melalui Dinas Sosial dan Bulog sudah menyampaikan permohonan maaf serta akan mengganti beras tersebut," ujar Suyasa.
 
Sementara itu, Kepala Bulog Tangguwisia Kecamatan Seririt, Wayan Adi membenarkan pihaknya mendapat komplain soal kualitas beras yang dikirim ke Desa Bondalem. Namun sebelumnya Wayan Adi mengaku telah memberi penjelasan kepada pihak Dinas Sosial Buleleng bahwa beras yang ada di gudangnya merupakan beras kualitas LN asal Vietnam. Oleh pihak Dinas Sosial disetujui karena beras tersebut secapatnya diminta tersedia di Desa Bondalem.
"Sudah kami jelaskan kualitas beras asal Vietnam itu dan mereka setuju," kata Wayan Adi.
 
Namun demikian, pihaknya tetap akan mengganti beras itu dengan kualitas yang lebih baik dari NTB.
"Kami sudah lakukan proses penyediaan beras dengan kualitas lebih baik asal NTB dan diperkirakan Jumat (8/5) sudah tiba di gudang kami. Selanjutnya akan dikirim ke Desa Bondalem," tandasnya.
wartawan
Khairil Anwar
Category

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.