ITB STIKOM Bali Bentuk Sejumlah Langkah Hadapi Era Digital | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 22 September 2020
Diposting : 17 November 2019 19:23
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/AWAK MEDIA - Saat Coffee Morning ITB STIKOM Bali dengan awak media di kampus setempat, Denpasar.

balitribune.co.id | Denpasar – Menyambut era industri 4.0 atau era digital yang ditandai dengan sudah dan akan berkembangnya Artificial Intellegence (kecerdasan buatan), Internet of Things (Sensor, perangkat pintar), 3 D Printing, Robotic, Block Chain, Drone, Virtual Reality, Augmented Reality, seluruh civitas akademika di lingkungan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali grup telah siap. 

Ditegaskan Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan kepada awak media di kampus setempat, Denpasar, Sabtu (16/11) dalam hal ini tidak mau hanya menjadi penonton atau pengguna saja. Melainkan berusaha jadi bagian dari pemain dengan telah dan akan melakukan berbagai aktivitas diantaranya, pertama pada tahun 2016, membentuk Inkubator Bisnis Teknologi STIKOM Bali yang sekarang ini sedang menginkubasi 6 tenant atau start up (traktor digital, pusat endek Bali online, alat pemantau hidroponik, booking atraksi seni Bali online, perawatan bayi dan ibu hamil online dan Travel Bali online) yang telah berjalan serta mendapat hibah dari Kemenristekdikti Rp 1,7 miliar.

Kedua, bersama-sama dengan beberapa alumni mendirikan dan mengembangkan PT Bukaloka Teknologi Indonesia (Bukaloka) yang merupakan aplikasi market place dan e-wallet pertama dan terbesar di Bali yang menyediakan beberapa paket tur, sewa mobil dan menjadi alat pembayaran SPP dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan STIKOM Bali Grup. 

Ketiga, dikatakan Dadang adalah mendirikan PT Data Yasa Komputer yang menangani kebutuhan di lingkungan STIKOM Bali Grup terutama yang terkait dengan bidang perangkat keras. Kemudian adalah mendirikan PT Mitra Bisnis Ciptakarya yang khusus melayani bidang pengembangan perangkat lunak dan digital marketing baik untuk eksternal maupun internal Grup STIKOM Bali. Selanjutnya kata dia, membentuk Lembaga Inovasi dan Hak Kekayaan Intelektual yang menjaring aplikasi-aplikasi buatan mahasiswa (skripsi/tugas akhir) untuk dikembangkan menjadi komersial.

Meski kampus ini mencetak lulusan yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, namun para mahasiswa disampaikan Dadang dibekali dengan karakter yang baik dalam rangka menunjang kesuksesan alumni di masa yang akan datang. Semua alumni perguruan tinggi maupun sekolah menengah, selain mendapatkan ijasah sesuai dengan jurusan atau program keahliannya, juga dibekali beberapa sertifikasi kompetensi yang sangat berguna dalam rangka memasuki dunia kerja maupun wirausaha.

Bagi yang akan memasuki dunia kerja, beberapa sertifikat yang harus mereka dapatkan adalah Toefl/ielts Bahasa Inggris (wajib semua prodi, untuk kelas internasional ada program Diploma 1 Bahasa Inggris dari NIIT India), Microsoft Office, Computer Security, Network Security, Oracle, Cisco, Manajemen Proyek, Supply Chain Management dan lainnya yang secara berkala para pemegang sertifikat tersebut harus meng-upgrade kompetensinya.   

Selain itu menurut Dadang, dalam hal ini tetap melakukan kolaborasi dengan pihak ketiga. "Kami telah banyak melakukan kerja sama dalam bidang pembuatan sistem komputer baik dengan pemerintah maupun swasta, pelatihan bersama, pengabdian masyarakat, pemberdayaan UMKM," jelasnya. 

Disamping itu juga sudah terbentuk unit/pusat karis atau bursa kerja yang membantu penuh penyaluran kerja bagi para lulusan. Bahkan akan membentuk Pusat Kerja Sama Pendidikan, Pelatihan dan Rekayasa Sistem Komputerisasi yang nantinya akan menangani seluruh kerja sama STIKOM Bali Grup dengan pihak ketiga. Kemudian langkah lainnya yang dilakukan STIKOM Bali adalah go internasional diantaranya, tiga tahun setelah berdiri, STIKOM Bali telah berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia dan juga telah menerapkan sistem penjaminan mutu internasional ISO 9001–2000. 

"Selain itu telah dibukanya kelas dual degree dengan HELP University di Kuala Lumpur. Kelas dual system dengan beberapa perguruan tinggi di Taiwan (Wufeng University, Taiwan University Marine of Technology, Chienko University dan menyusul PT lainnya di Taiwan dan Amerika). Kuliah di STIKOM Bali sambil magang di Jepang. Mewajibkan Toefl dengan skor tertentu untuk seluruh lulusan. Conference Internasional (terakhir ICORRIS pada Agustus 2019). Pembentukan Pusat Sudi Jepang dan Pusat Bahasa Cina," beber Dadang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya pun telah menyusun beberapa program kerja menyongsong tahun 2020 yaitu dengan dibukanya program 2 gelar (S.Kom dan SE) kerja sama antara ITB STIKOM Bali dengan Binus University (4 tahun). 

Dalam proses perijinan Kemendikbud pembukaan Prodi Baru S1 Digital Bisnis baik di ITB STIKOM Bali maupun di STT Bandung. Penjajagan dengan beberapa Perguruan Tinggi di Taiwan membuka program paket pendidikan S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun. Penjajagan dengan PT di USA membuka program 2 plus 2 (2 tahun di ITB STIKOM Bali dan 2 tahun di USA) gelar dari USA. Membuka kelas-kelas pendidikan jarak jauh sesuai dengan aturan yang berlaku baik di dalam maupun di luar negeri. Membuka beberapa program keahlian baru di SM- SMK STIKOM Bali Grup, diantaranya perhotelan, otomotif dan teknik elektro. Membentuk Pusat Kerja sama Diklat dan Jasa STIKOM Bali Grup yang akan menangani kerja sama lembaga/unit usaha dengan seluruh pihak ketiga baik dalam maupun luar negeri. 

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi ITB STIKOM Bali, Prof. I Made Bandem mengatakan, kampus ini dimulai dengan 40 orang mahasiswa di Jalan Pulau Kawe 21 Denpasar pada tahun 2002. Saat ini STIKOM Bali sudah menjadi sebuah grup yang memliki 29 lembaga atau perusahaan yang pada umumnya bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baik pendidikan maupun non pendidikan.