balitribune.co.id | Singaraja - Menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 di mana Kabupaten Buleleng akan bertindak sebagai tuan rumah, persiapan matang mulai digeber. Untuk pertama kalinya dalam sejarah olahraga Buleleng, ajang Pra-Porprov tingkat kabupaten resmi digelar guna menyeleksi dan mematangkan atlet.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyambut baik langkah inovatif ini. Menurutnya, Pra-Porprov menjadi tolak ukur awal yang sangat krusial untuk menyaring atlet-atlet daerah yang akan berlaga pada 2027 mendatang. "Ini yang pertama kali diadakan di Buleleng. Dengan adanya Pra-Porprov ini, kita bisa menyeleksi atlet dan memproyeksikan perolehan medali yang akan kita raih. Kita sudah meminta pengurus kabupaten (Pengkab) cabang olahraga untuk menyiapkan atletnya, terutama dari segi kedisiplinan, stamina, keterampilan, dan persiapan mental," ujar Sutjidra.
Untuk memastikan kesiapan fisik atlet, Pemkab Buleleng telah menggandeng Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kerja sama ini mencakup pengukuran VO2 max, daya tahan (endurance), kelenturan otot, dan aspek fisik lainnya agar performa atlet benar-benar prima. Selain kesiapan atlet, Bupati Sutjidra juga menegaskan komitmen pemerintah dalam hal bonus dan perbaikan infrastruktur. Ia memastikan bahwa bonus untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu sudah pasti disiapkan sebagai stimulus.
Terkait venue pertandingan, Sutjidra mengatakan perbaikan akan dilakukan secara bertahap. "Perbaikan sarana dan prasarana kita mulai pada Anggaran Perubahan ini untuk venue yang pengerjaannya butuh waktu singkat. Selanjutnya, perbaikan menyeluruh dan pelengkapan fasilitas yang belum ada akan dianggarkan pada APBD Induk 2027," imbuhnya.
Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan seluruh langkah ini bermuara pada satu target utama yakni Buleleng Tangguh, Buleleng Juara. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Pra-Porprov Buleleng bergulir mulai 9 September hingga 15 Desember 2026. "Tujuannya adalah untuk menyeleksi dan memproyeksikan sekitar 990 atlet yang akan kita siapkan untuk Porprov 2027. Kami membagi atlet ke dalam dua kriteria, yakni atlet elit yang sudah berprestasi meraih medali pada Porprov 2025, dan atlet bayangan yang diseleksi untuk melapis atlet elit tersebut," terang Supriatna.
Supriatna memaparkan strategi pembinaan yang dilakukan KONI Buleleng. Selain talent scouting (pencarian bakat) dan pelatihan fisik bertaraf nasional, pihaknya juga menerapkan sistem Sport Intelligence. "Kegiatan Sport Intelligence ini sangat penting untuk menggali informasi dan strategi terkait kekuatan kompetitor kita. Selain itu, pembinaan tidak akan berhenti di Pra-Porprov saja. Nanti di tahun 2027 menjelang hari H, kita juga akan melaksanakan Training Center (TC) di setiap cabang olahraga," tegasnya.