balitribune.co.id | Gianyar - Musim hujan ekstrem menghambat proses pengangkutan sampah dari seluruh pelosok Gianyar menuju TPA Temesi. Pemicunya lainnya juga karena akses jalan menuju titik pembuangan sampah rusak dan berlumpur sehingga truk sulit menjangkau lokasi TPA. Akibatnya, Antrean truk sampah pun mengular hingga ke jalan utama dan harus antri hingga berjam-jam.
Di temui Kamis (13/10), Agus, salah seorang anggota perkumpulan Sopir Truk Sampah Desa ini, mengungkapkan, jalan menuju TPA yang hancur itu, sangat membahayakan. Bahkan, salah satu rekannya nyaris menjadi korban lantaran truknya terjebak lumpur. "Kami tidak ada alternatif, sudah mencoba sabar,” ungkapnya.
Jalan rusak disebutkan menjadi biang antrian karena truk harus berhati-hati melewati jalur tersebut. Akibatnya para petugas kebersihan selalu di komplin masyarakat lantaran pengangkutan sampah di desa-desa tidak lancar. Pelayanan meraka sebelumnya bisa dua kali bolak-balik TPA, kini hanya bisa sekali, dan ujung-ujungnya terjadi penumpukan sampah di desa-desa.
“Bapak lihat sendiri, atrian truk sampai segini selama berjam-jam. Kami hanya bisa menunggu dan ada yang sambil istirahat dibalik kemudi," terangnya.
Secara terpisah, I Wayan Cakra dari Yayasan Pengelola Sampah Temesi mengakui kalau supir-supir truk banyak yang mengeluh. Dimana dari saat masuk mendekati TPA Temesi jalan sudah mulai bergelombang dan di beberapa titik sudah berlubang. "Ini karena beban jalan yang tinggi, ada ratusan truk melintas tiap hari ditambah lagi dengan musim hujan," jelasnya.
Disisi lain, saat truk masuk ke area TPA juga sangat susah, akibat jalan becek dan licin. Bahkan tidak jarang ada truk yang selip di area TPA, sehingga kendaraan yang akan masuk terhambat. "Yang menghambat itu, karena saat truk masuk areal TPA kesulitan masuk karena becek, sehingga butuh waktu yang agak lama loading sampah," ujarnya.
Kondisi ini, sebutnya, sudah biasa terjadi saat musim hujan, selain karena jalan mengalami kerut juga di areal TPA yang becek berlumpur. "Ya, kami harap para supir bersabar. Kami sudah berusaha memperbaiki jalan yang rusak, juga kami sudah bersurat ke dinas terkait untuk mendapat penanganan," terangnya.
Senada itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati menyebutkan sejumlah antisipasi sudah dilakukan di saat musim hujan ini. Sejumlah jalan berlobang cukup dalam sudah dilakukan penambalan dengan batu kapur. Meski demikian, alat berat juga stand by untuk membantu jika ada truk yang slip atau terjebak dalam lumpur.
"Kondisi ini memang kerap terjadi saat musim hujan. Karena itu semua pihak kami yakini saling memahami kondisinya," terangnya singkat.