Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jelang Akhir Tahun Kamar Hotel Berbintang Terisi Hinggi 50 persen

Bali Tribune / Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa.

balitribune.co.id | SingarajaMenjelang akhir tahun dan bersamaan dengan musim libur sekolah,sejumlah hotel di Buleleng tingkat huniannya (okupansi) meningkat tajam. Tidak hanya hotel kelas melati namun justru hotel berbintang okupansinya jauh lebih tinggi daripada kelas melati.

Hal itu disampaikan Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa menyikapi perkembangan tingkat kunjungan wisatawan di Buleleng dan jumlah hunian hotel saat Covid-19 sudah mulai melandai. Dewa Suardipa mengatakan, hingga menjelang akhir tahun sejumlah hotel di Buleleng baik di Lovina maupun di kawasan Buleleng barat memang terjadi peningkatan hunian hotel yang telah dipesan jauh hari sebelumnya. “Ini termasuk luar biasa tingkat hunian hotel berbintang terisi hingga 50 persen lebih. Sedang non bintang masih lumayan yakni berada di angka 40 persen lebih,” kata Suardipa, Senin (26/12).

Kondisi itu menurut Suardipa akan terus berlangsung hingga pekan awal Januari 2023.Menurutnya,pergerakan hunian hotel sudah terlihat sejak pekan kedua bulan Desember 2022 dan itu kata dia,masih terkait dengan musim liburan sekolah,Natal dan Tahun 2023.”Jika dilihat dari data memang kondisi itu (kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel) akan berlangsung hingga awal bulan tahun 2023 nanti,” ujarnya.

Sementara itu, meningkatnya okupansi hotel menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 dibenarkan oleh Resort Manager Menjangan Dynasty Resort, I Kadek Susastrawan.Ia menyebut okupansi di hotelnya sudah full booking hingga menjelang akhir tahun 2-22 dan awal tahun 2023. ”Iya untuk di kami (Menjangan Dynasty Resort) sudah full hingga minggu pertama bulan Janurai 2023,” kata dia.

Bahkan ia menyebut pergerakan kenaikan itu terlihat jauh hari sebelum bulan Desember. Pria asal Desa Bungkulan Kecamatan Sawan ini berharap kondisi seperti itu akan terus terjaga setelah nyaris dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. ”Kita berharap tahun 2023 menjadi titik awal bangkitnya pariwisata Bali dan Indonesia,” harapnya.

Kondisi yang sama disampaikan oleh menejer Hotel Sumberkima Hills, Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak, Kadek Putrawan. Ia mengatakan,sejak sebelumnya rata-rata tingkat hunian di Sumberkima Hills meningkat tajam.Bahkan bisa antara 30 hingga 40 persen. ”Saat ini ada peningkatan cukup tajam sehari bisa antara 30 sampai 40 kamar terisi. Tamu yang datang menginap rata-rata berasal dari Eropa,” katanya.

Namun kondisi berbeda disampaikan Menejer Hotel Selini Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak,Sari Harahap. Menjelang akhir tahun tingkat huniannya menurun namun tidak sampai kosong. Ia mengatakan, rata-rata setiap bulan daftar kunjungan tamu selalu ada yang booking dan itu puncaknya pada bulan Oktober 2022 lalu. “Kami menjual kamar tidak ke turis domestik namun berasal dari Eropa. Untuk menjelang akhir tahun ini ada penurunan dari sebelumnya. Puncaknya pada bulan Oktober dan November 2022 tamu kami full,” tandasnya.

wartawan
Redaksi

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.